Kajari Medan Terseret Kasus Dugaan Pemerasan Kontraktor di NTT, Kejagung Turun Tangan

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kasus Dugaan Pemerasan yang Melibatkan Oknum Jaksa (Dok.istimewa)

Ilustrasi Kasus Dugaan Pemerasan yang Melibatkan Oknum Jaksa (Dok.istimewa)

Flobamor.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, dikabarkan telah diperiksa oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI terkait dugaan pemerasan terhadap kontraktor asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Hironimus Sonbay alias Roni.

Informasi tersebut disampaikan kuasa hukum Roni, Fransisco Bessi. Menurutnya, pemeriksaan dilakukan setelah pihak korban melayangkan laporan resmi ke sejumlah lembaga, termasuk Kejaksaan Agung RI.

“Informasinya sudah ada pemeriksaan dari bagian Intelijen Kejaksaan Agung RI karena kami juga melaporkan di sana,” kata Fransisco kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Fransisco menjelaskan, selain pemeriksaan oleh Jamintel, Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi NTT juga telah merampungkan proses klarifikasi dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terkait dengan perkara tersebut. Seluruh hasil pemeriksaan itu kini telah diserahkan ke Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti.

“Jadi sekarang semua hasil pemeriksaan dan penyelidikan sudah berada di Kejaksaan Agung,” ujar Fransisco.

Menurut Fransisco, tim Jamintel Kejagung bahkan telah melakukan pemeriksaan secara virtual terhadap dua pihak yang mengaku menjadi korban pemerasan, yakni Hironimus Sonbay alias Roni dan Didik Haryadi Brand. Pemeriksaan berlangsung pada Selasa (26/5/2026) saat keduanya berada di Rutan Kelas IIB Kupang.

BACA JUGA:  Babak Baru Kasus MBG: 30 Nama Tokoh Besar Diduga Masuk Daftar Korupsi MBG

Dalam proses tersebut, turut hadir unsur dari Kejati NTT, termasuk Asisten Intelijen dan tim pemeriksa dari bidang pengawasan.

“Ada juga Asintel Kejati NTT dan salah satu pemeriksa dari bagian pengawasan Kejati NTT yang ikut dalam pemeriksaan tersebut,” jelasnya.

Fransisco menegaskan bahwa pihaknya telah menyerahkan berbagai dokumen, data, dan informasi kepada tim Jamintel saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, pada 22 Mei 2026 lalu.

Karena itu, ia berharap Kejaksaan Agung segera mengambil langkah tegas sesuai mekanisme etik yang berlaku, khususnya berdasarkan Peraturan Kejaksaan (Perja) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kode Perilaku Jaksa dan Tata Cara Pemeriksaan atas Pelanggaran Kode Perilaku Jaksa.

BACA JUGA:  Kejari Medan Bantah Tuduhan Pemerasan Kontraktor di Kupang: Ngaku Siap Hadapi Pemeriksaan KPK

“Aturan ini menjadi pedoman bagi setiap jaksa dalam menjalankan profesinya serta menjaga kehormatan dan integritas institusi. Kami berharap laporan ini diproses secara profesional dan transparan,” tegasnya.

Fransisco menilai kasus tersebut telah menjadi perhatian luas masyarakat NTT bahkan mendapat sorotan di tingkat nasional. Karena itu, publik dinilai berhak memperoleh kepastian mengenai hasil pemeriksaan yang sedang berlangsung.

“Laporan ini sudah sangat viral di NTT dan menjadi pembahasan nasional. Publik tentu menanti sikap dan ketegasan Kejaksaan Agung,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati NTT, Anak Agung Raka Putra Dharmana, membenarkan bahwa hasil pemeriksaan dan klarifikasi terhadap sejumlah pihak telah dikirim ke Kejaksaan Agung.

Pihak-pihak yang telah dimintai keterangan antara lain Ridwan Sujana Angsar, Noven Verderikus Bulan, Hironimus Sonbay alias Roni, Didik Haryadi Brand, serta sejumlah saksi lainnya.

“Ya, hasil pemeriksaan sudah dikirim dan dilaporkan ke Kejaksaan Agung. Namun terkait substansi dan hasilnya belum bisa kami sampaikan,” kata Raka.

BACA JUGA:  Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Dilaporkan ke Kejagung dan Komisi III DPR

Kasus ini terungkap setelah muncul dugaan pemerasan terhadap kontraktor Hironimus Sonbay alias Roni yang diduga melibatkan Ridwan Sujana Angsar bersama Koordinator Pidana Umum (Pidum) Kejati NTT, Noven Verderikus Bulan.

Atas dugaan tersebut, kedua jaksa itu dilaporkan secara resmi ke Kejaksaan Agung RI, Komisi Kejaksaan (Komjak), serta Komisi III DPR RI.

Laporan diajukan oleh kuasa hukum Roni, Fransisco Bessi, bersama keluarga korban pada 21 Mei 2026.

“Kami secara resmi melaporkan dua jaksa tersebut ke Kejaksaan Agung RI, Jamwas, Jamintel, Komisi Kejaksaan, dan Komisi III DPR RI,” ungkap Fransisco.

Ia menjelaskan, dugaan pemerasan tersebut terjadi saat Ridwan masih menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kupang sebelum kemudian dipromosikan menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTT dan kini menjabat sebagai Kajari Medan.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD
Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi
Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu
Kejati NTT Tahan 3 Tersangka Korupsi Proyek Rehab Sekolah di Kupang, Kerugian Negara Rp5,81 Miliar
Geger! Oknum Kades di Labuan Bajo Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Kabur Saat Digerebek Suami Sah
Cegah Korupsi, Kejati NTT Kawal Program Revitalisasi 1.487 Sekolah di NTT
Dua tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Ruteng Dilimpahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Tembus Rp1,4 M
Polres Mabar Tetapkan Emiliana Helni Tersangka Kasus ITE, Mengapa Tak Ditahan?

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:04 WITA

Pelarian Berakhir ! Resmob Polres Mabar Tangkap Pria Asal Makassar yang Membawa Kabur iPhone 17 Pro Max Saat COD

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:59 WITA

Pelarian Berakhir! Itok Aman, Bos Travel Labuan Bajo Top yang Diduga Tipu Turis Berkali-kali Ditangkap Polisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:50 WITA

Kejati NTT Bersama Kejari TTU Musnahkan 11 Juta Batang Rokok yang Diduga Berpita Cukai Palsu

Senin, 19 Oktober 2026 - 06:34 WITA

Kejati NTT Tahan 3 Tersangka Korupsi Proyek Rehab Sekolah di Kupang, Kerugian Negara Rp5,81 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WITA

Geger! Oknum Kades di Labuan Bajo Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Kabur Saat Digerebek Suami Sah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!