Update Kasus MBG! Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek CCTV Fiktif Rp300 Miliar

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (Dok.istimewa)

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (Dok.istimewa)

Flobamor.com- Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengungkap adanya dugaan proyek pengadaan fiktif berupa 5.000 unit kamera pengawas (CCTV) dan sistem pemindai sidik jari (fingerprint) dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp300 miliar.

Informasi tersebut disampaikan Sony melalui kuasa hukumnya saat menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (18/6/2026).

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Syarief Sulaeman Nahdi, memastikan penyidik akan menelusuri dan mendalami seluruh informasi yang disampaikan Sony, termasuk dugaan proyek pengadaan yang disebut bermasalah.

“Informasi itu nanti akan kami cek dan dalami, selain yang saat ini sedang kami telusuri terkait pengadaan sepeda motor listrik, perangkat IT, dan lainnya,” kata Syarief kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

BACA JUGA:  Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah

Menurut Syarief, keterangan Sony juga berkaitan dengan pengajuan status Justice Collaborator (JC) yang saat ini sedang dipelajari Kejaksaan Agung.

Dalam permohonannya, Sony menyerahkan daftar 41 nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara korupsi MBG. Jumlah itu bertambah dari daftar sebelumnya yang memuat 26 nama.

“Kami menghargai Saudara SS yang berinisiatif menyampaikan berbagai informasi terkait perkara ini,” ujar Syarief.

Sementara itu, kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa dugaan proyek fiktif tersebut berkaitan dengan pengadaan CCTV dan perangkat fingerprint yang dirancang untuk dipasang di seluruh titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

BACA JUGA:  Usai Diperiksa KPK soal Dugaan Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi Kabur Hindari Wartawan

Menurut Krisna, skema yang digunakan adalah sistem sewa perangkat. Setiap SPPG direncanakan menerima lima unit CCTV. Dengan target sekitar 5.000 titik SPPG di seluruh Indonesia, nilai kontrak proyek tersebut diperkirakan melampaui Rp300 miliar.

“Sebelum Pak Sony masuk, sudah ada kontrak CCTV dan pengadaan fingerprint,” ujar Krisna.

Persoalan mulai terungkap ketika dilakukan verifikasi terhadap keberadaan perangkat yang diklaim telah dipasang. Menjelang berakhirnya masa kontrak pada 19 Februari 2026, Sony disebut meminta vendor menunjukkan lokasi pemasangan CCTV dan fingerprint tersebut.

BACA JUGA:  Kejari Manggarai Barat Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Proyek Jalan Golo Welu–Orong, Negara Rugi Rp1,8 Miliar

Namun, menurut Krisna, vendor tidak mampu membuktikan bahwa perangkat-perangkat itu benar-benar terpasang sesuai jumlah dan lokasi yang tercantum dalam kontrak.

“Ketika diminta menunjukkan keberadaannya, jawabannya total loss. Artinya, boleh dikatakan proyek itu fiktif,” tegas Krisna.

Dugaan proyek CCTV fiktif ini menambah daftar pengadaan yang tengah diselidiki Kejaksaan Agung dalam perkara korupsi MBG.

Hingga kini, penyidik masih mendalami sejumlah proyek bernilai fantastis, antara lain pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, 32.000 pasang sepatu, lebih dari 31.000 unit tablet, serta 5.400 unit televisi berukuran 75 inci yang diduga bermasalah dan mark up harga.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang
Vonis Eks Bupati Lombok Barat Zaini Arony Dipangkas MA, dari 9 Tahun Jadi 5 Tahun Penjara
Tumbangkan Tuan Rumah Lo’ok Ca Nai 2-0, Putri Komodo Selatan Kirim Sinyal Keras Perburuan Gelar Juara Idul Adha Cup 1447 H
Bareskrim Usut Dugaan Mafia Tanah 11 Hektare di Keranga, Pegawai BPN hingga Sejumlah Nama Dipanggil Penyidik
Terungkap! Gudang Bir Milik PT Multi Niaga Jaya Abadi Diduga Tak Kantongi Izin Gudang di Labuan Bajo
Kejagung Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Total Tersangka Jadi Enam Orang
Fakta Mengejutkan! 556 Kapal Wisata di Labuan Bajo Belum Bayar Pajak Sejak Dua Tahun
Ratusan Kapal Wisata di Labuan Bajo Belum Bayar Pajak, Potensi PAD Terancam Jebol

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:52 WITA

Update Kasus MBG! Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek CCTV Fiktif Rp300 Miliar

Senin, 22 Juni 2026 - 19:17 WITA

Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:30 WITA

Vonis Eks Bupati Lombok Barat Zaini Arony Dipangkas MA, dari 9 Tahun Jadi 5 Tahun Penjara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:53 WITA

Tumbangkan Tuan Rumah Lo’ok Ca Nai 2-0, Putri Komodo Selatan Kirim Sinyal Keras Perburuan Gelar Juara Idul Adha Cup 1447 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:24 WITA

Bareskrim Usut Dugaan Mafia Tanah 11 Hektare di Keranga, Pegawai BPN hingga Sejumlah Nama Dipanggil Penyidik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!