Lurah Naikoten 1 Ajak Warga Kelola Sampah Demi Lingkungan Bersih dan Sehat

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Lurah Naikoten 1, Budi Imanuel Izaac, SH, (tengah) bersama masyarakat.

Kupang, Flobamor.com–Lurah Naikoten 1, Budi Imanuel Izaac, SH, mengajak seluruh warga Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan bertanggung jawab. Imbauan ini disampaikannya dalam rangka mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah di tempat penampungan sementara.

Dalam pernyataannya di Kantor Kelurahan Naikoten 1 pada Jumat (23/5/2025), Budi Izaac menekankan bahwa masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.

“Kebersihan lingkungan kita itu sangat penting. Oleh karena itu, mulai sekarang mari kita kelola sampah kita masing-masing untuk mengurangi penumpukan di tempat Penampungan sementara. Kalau kita semua ikut andil, kota kita pasti akan jauh lebih bersih dan sehat,” ujarnya di hadapan perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat, dan warga.

BACA JUGA:  Menteri Koperasi RI Turun Langsung Tinjau Koperasi Merah Putih Kelurahan  Manulai 2 di Kota Kupang

Sampah Rumah Tangga Masih Jadi Masalah

Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama penumpukan sampah di tempat Penampungan sementara adalah kurangnya kesadaran dalam memilah sampah sejak dari rumah. Padahal, menurutnya, sebagian besar sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan kembali.

“Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kaleng bisa dijual atau didaur ulang. Dengan memilah sampah, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi,” jelasnya.

Langkah ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung gerakan pengurangan sampah melalui pengelolaan berbasis masyarakat, yang telah diluncurkan sejak awal 2024.

BACA JUGA:  Miris! 1 Tahun 4 Bulan Kepsek SDN Sewar Mangkir, Pendidikan Anak Terancam, Dinas PPO Diduga Tutup Mata

Potensi Ekonomi dari Sampah

Lurah Budi Izaac juga menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik bisa mendatangkan manfaat ekonomi, terutama bagi ibu rumah tangga dan pemuda. Ia menyebut beberapa inisiatif lokal seperti bank sampah dan kelompok usaha daur ulang yang kini mulai berkembang di beberapa RT di Naikoten 1.

“Sudah ada warga kita yang bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menjual sampah botol plastik dan kardus ke pengepul. Ini harus kita dukung dan kembangkan,” tambahnya.

Ia mengajak RT/RW untuk aktif mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dan mendampingi warga dalam praktik pengelolaan sampah yang benar.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam imbauannya, Budi Izaac menyerukan kerja sama lintas sektor, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga lembaga pendidikan, untuk ikut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Penganiayaan yang Menimpa Seorang Perempuan Muda di Labuan Bajo Dilaporkan Ke Polisi

“Saya yakin, kalau kita bergerak bersama, pasti lingkungan kita akan menjadi bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Ini bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak kelurahan siap mendukung kegiatan warga yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, baik dalam bentuk pelatihan, penyediaan sarana pemilahan, maupun kerja sama dengan mitra pengelola sampah.

Imbauan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kelurahan Naikoten 1 dalam mendukung program pelestarian lingkungan, pengurangan volume sampah, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kelurahan Naikoten 1 dapat menjadi contoh kawasan urban yang bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi.

Berita Terkait

Pengurus Pusat PMKRI Teken MoU Beasiswa S1-S3 dengan President University
Babak Baru Kasus MBG: 30 Nama Tokoh Besar Diduga Masuk Daftar Korupsi MBG
Usai Dicopot Prabowo, Kini Jadi Tersangka: Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Terungkap
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Gereja Tidak Boleh Diam di Tengah Persoalan Mutasi ASN di Manggarai Barat
Surat Terbuka untuk Uskup Labuan Bajo Soroti Dampak Mutasi Pegawai di Manggarai Barat, Keluarga Disebut Banyak Terpisah
Perlindungan Konsumen atas Penipuan Travel Agent di Labuan Bajo: Perspektif Hukum & RJ
Program MBG Diperluas ke Lapas, 36 Dapur Ditargetkan Beroperasi Akhir Mei 2026

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 20:54 WITA

Pengurus Pusat PMKRI Teken MoU Beasiswa S1-S3 dengan President University

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:42 WITA

Babak Baru Kasus MBG: 30 Nama Tokoh Besar Diduga Masuk Daftar Korupsi MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:36 WITA

Usai Dicopot Prabowo, Kini Jadi Tersangka: Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Terungkap

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:54 WITA

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana dan Dua Wakilnya Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:07 WITA

Gereja Tidak Boleh Diam di Tengah Persoalan Mutasi ASN di Manggarai Barat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!