Foto Lurah Naikoten 1, Budi Imanuel Izaac, SH, (tengah) bersama masyarakat.
Kupang, Flobamor.com–Lurah Naikoten 1, Budi Imanuel Izaac, SH, mengajak seluruh warga Kelurahan Naikoten 1, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan mengelola sampah rumah tangga secara mandiri dan bertanggung jawab. Imbauan ini disampaikannya dalam rangka mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengurangi volume sampah di tempat penampungan sementara.
Dalam pernyataannya di Kantor Kelurahan Naikoten 1 pada Jumat (23/5/2025), Budi Izaac menekankan bahwa masalah kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga seluruh elemen masyarakat.
“Kebersihan lingkungan kita itu sangat penting. Oleh karena itu, mulai sekarang mari kita kelola sampah kita masing-masing untuk mengurangi penumpukan di tempat Penampungan sementara. Kalau kita semua ikut andil, kota kita pasti akan jauh lebih bersih dan sehat,” ujarnya di hadapan perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat, dan warga.
Sampah Rumah Tangga Masih Jadi Masalah
Ia menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama penumpukan sampah di tempat Penampungan sementara adalah kurangnya kesadaran dalam memilah sampah sejak dari rumah. Padahal, menurutnya, sebagian besar sampah rumah tangga masih dapat dimanfaatkan kembali.
“Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas, dan kaleng bisa dijual atau didaur ulang. Dengan memilah sampah, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi,” jelasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung gerakan pengurangan sampah melalui pengelolaan berbasis masyarakat, yang telah diluncurkan sejak awal 2024.
Potensi Ekonomi dari Sampah
Lurah Budi Izaac juga menekankan bahwa pengelolaan sampah yang baik bisa mendatangkan manfaat ekonomi, terutama bagi ibu rumah tangga dan pemuda. Ia menyebut beberapa inisiatif lokal seperti bank sampah dan kelompok usaha daur ulang yang kini mulai berkembang di beberapa RT di Naikoten 1.
“Sudah ada warga kita yang bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari menjual sampah botol plastik dan kardus ke pengepul. Ini harus kita dukung dan kembangkan,” tambahnya.
Ia mengajak RT/RW untuk aktif mensosialisasikan pentingnya pemilahan sampah dan mendampingi warga dalam praktik pengelolaan sampah yang benar.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Dalam imbauannya, Budi Izaac menyerukan kerja sama lintas sektor, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga lembaga pendidikan, untuk ikut terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Saya yakin, kalau kita bergerak bersama, pasti lingkungan kita akan menjadi bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali. Ini bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk generasi yang akan datang,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pihak kelurahan siap mendukung kegiatan warga yang berkaitan dengan pengelolaan sampah, baik dalam bentuk pelatihan, penyediaan sarana pemilahan, maupun kerja sama dengan mitra pengelola sampah.
Imbauan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kelurahan Naikoten 1 dalam mendukung program pelestarian lingkungan, pengurangan volume sampah, dan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kelurahan Naikoten 1 dapat menjadi contoh kawasan urban yang bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi.












