Publik Dibuat Heboh! Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu dan Sosok Gadis 19 Tahun Kembali Viral, Ternyata…

Sabtu, 1 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Publik Dibuat Heboh! Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu dan Sosok Gadis 19 Tahun Kembali Viral, Ternyata... (Foto.Dok: tangkapan layar Instragram Jambisharing)

Publik Dibuat Heboh! Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu dan Sosok Gadis 19 Tahun Kembali Viral, Ternyata... (Foto.Dok: tangkapan layar Instragram Jambisharing)

Flobamor.com – Video penggerebekan rumah dinas Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali viral di berbagai platform media sosial. Video itu ramai memicu berbagai spekulasi, padahal peristiwa tersebut merupakan kejadian lama yang terjadi pada November 2024.

Kalapas Kelas IIA Waingapu, Gidion Pally, menegaskan video yang beredar tidak berkaitan dengan dirinya. Saat peristiwa itu terjadi, jabatan Kalapas Kelas IIA Waingapu masih dijabat Revanda Bangun.

“Sehubungan dengan beredarnya sebuah video di media sosial, terkait penggerebekan di rumah dinas Kalapas Kelas IIA Waingapu itu sudah terjadi sejak bulan November 2024,” ujar Gidion saat dihubungi Redaksi Flobamor.com, Jumat (31/7/2026).

Menurut Gidion, Revanda telah diperiksa oleh Kakanwil Kemenkumham NTT dan diproses sesuai aturan yang berlaku.

BACA JUGA:  Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa, Dua Anak Tewas Bersama Sang Ibu di Manggarai Timur

“Selanjutnya pejabat tersebut diganti dan melaksanakan serah terima jabatan kepada saya pada 23 Januari 2025,” jelas Gidion.

Berdasarkan video berdurasi 2 menit 49 detik, penggerebekan bermula saat sejumlah petugas mendatangi rumah dinas tersebut. Seorang petugas lapas tampak meminta salah seorang pria mengetuk salah satu pintu kamar secara berulang kali.

Dari dalam kamar terdengar suara musik diputar dengan volume keras. Setelah pintu diketuk berkali-kali, seorang perempuan akhirnya membuka pintu.

“Selamat pagi ibu,” ujar salah satu pria yang mengenakan seragam dinas Lapas dalam video viral tersebut, dikutip Jumat (31/7/2026).

Beberapa pria kemudian masuk ke kamar dan mempertanyakan identitas perempuan tersebut.

“Siapa kau?,” tanya seorang pria.

Perempuan itu tampak mengenakan daster bertali satu berwarna-warni. Ia terlihat tersipu malu dan mondar-mandir di dalam kamar. Selanjutnya, ia diminta mengenakan kain.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa

“Halo, ada hubungan apa dengan Pak Revanda,” kata salah satu pria. Revanda merupakan eks Kalapas Kelas IIA Waingapu.

Mereka kemudian menanyakan sejak kapan perempuan tersebut berada di rumah dinas itu. Perempuan tersebut mengaku sudah dua minggu berada di sana.

Sudah berapa lama? Satu minggu? Dua minggu?” tanya seorang pria.

“Iyah, dua Minggu,” jawab perempuan itu sembari mengangguk kepalanya.

“Ini tidak ada masalah?” tanya perempuan itu.

Dalam video itu, wanita tersebut sempat mengaku adik angkat Kalapas. Namun, petugas terus mendalami keterangan tersebut untuk memastikan hubungan keduanya.

“Kayak adik angkat gitu, dia (Kalapas-red) angkat saya sebagai adik angkat gitu,” kata gadis itu menjawab pertanyaan petugas.

BACA JUGA:  Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah

Meski demikian, momen yang menyita perhatian terjadi ketika petugas bertanya, “Apakah kamu tidur bersama kepala lapas?” Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, gadis itu hanya menganggukkan kepala, yang ditafsirkan sebagai pengakuan bahwa ia mengaku tidur bersama kepala lapas.

Sejumlah petugas lapas kemudian menyatakan tidak ada masalah dan tindakan itu hanya untuk berjaga-jaga. Mereka juga menyinggung aturan yang diterapkan oleh Revanda.

“Ini hanya berjaga-jaga saja karena Bapak Kalapas menerapkan aturan, tapi tidak memberikan contoh yang baik sebagai ASN,” kata salah satu petugas.

Informasi yang dihimpun Flobamor.com, Revanda Bangun saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi
Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 11:38 WITA

Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 19:53 WITA

Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WITA

RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara

Jumat, 4 September 2026 - 09:37 WITA

Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!