Didukung Tiga Tu’a Golo dan Mantan Kades, Fransiskus Severius Vedi Mantap Maju Kembali di Pilkades Tondong Belang

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fransiskus Severius Vedi di dampingi tiga tua Golo saat pengambilan Nomor urut, Kamis (6/8/2026) Foto: Dok.isth)

Fransiskus Severius Vedi di dampingi tiga tua Golo saat pengambilan Nomor urut, Kamis (6/8/2026) Foto: Dok.isth)

Flobamor.com – Dukungan terhadap Calon Kepala Desa (Cakades) petahana Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Fransiskus Severius Vedi, terus menguat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada September 2026 mendatang.

Kali ini, dukungan datang dari tiga tokoh adat (Tu’a Golo) yang memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat, yakni Tu’a Golo Culu, Tu’a Golo Nobo, dan Tu’a Golo Mbore. Tidak hanya itu, mantan Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Hasa, juga secara terbuka menyatakan dukungannya kepada petahana untuk kembali memimpin desa Todong Belang pada periode berikutnya.

Bersatunya para tokoh adat bersama mantan kepala desa dinilai menjadi sinyal kuat bahwa dukungan terhadap Fransiskus Severius Vedi tidak hanya berasal dari kalangan pendukungnya selama ini, tetapi juga dari para pemangku adat dan tokoh masyarakat yang menginginkan keberlanjutan pembangunan di Desa Tondong Belang.

BACA JUGA:  Jelang Hari Bhayangkara ke -79, Polres Mabar Gelar Safety Riding, Perkuat Edukasi Tertib Berlalu Lintas

Tiga tokoh adat menilai kepemimpinan Fransiskus Severius Vedi selama satu periode terakhir telah menunjukkan berbagai capaian yang dirasakan masyarakat. Menurut mereka, program pembangunan desa berjalan dengan baik, pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan, serta hubungan antara pemerintah desa dengan lembaga adat tetap terjaga secara harmonis.

Salah satu perwakilan tokoh adat mengatakan, dukungan yang diberikan bukan sekedar bentuk kedekatan pribadi, tetapi didasarkan pada penilaian terhadap rekam jejak kepemimpinan petahana.

“Dukungan ini lahir dari komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan pembangunan desa. Rekam jejak dan prestasi yang telah diukir Fransiskus Severius Vedi selama satu periode menjadi bukti nyata. Kami berharap tren positif dan kemajuan yang sudah dirasakan masyarakat terus dilanjutkan pada periode berikutnya,” ujarnya salah satu perwakilan tokoh adat.

BACA JUGA:  Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!

Menurut para tokoh adat, keberlanjutan kepemimpinan dinilai penting agar berbagai program pembangunan yang telah berjalan tidak terhenti di tengah jalan. Mereka berharap pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai adat tetap menjadi prioritas pemerintahan desa ke depan.

Sementara itu, dukungan dari mantan Kepala Desa Tondong Belang, Fransiskus Hasa, juga menjadi perhatian masyarakat. Sebagai figur yang pernah memimpin desa tersebut, sikap politiknya dinilai memiliki pengaruh terhadap dinamika Pilkades.

BACA JUGA:  Klarifikasi Dinkes Mabar Soal Pasien BPJS di Puskesmas Wae Nakeng Disuruh Beli Obat di Apotek

Dengan mengalirnya dukungan dari tiga Tu’a Golo dan mantan kepala desa, posisi Fransiskus Severius Vedi sebagai calon petahana dinilai semakin kuat menghadapi kontestasi Pilkades Tondong Belang.

Fransiskus Severius Vedi sendiri menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan para tokoh adat dan mantan kepala desa. Ia menilai dukungan tersebut merupakan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata dan komitmen untuk terus membangun desa.

“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengabdi kepada masyarakat. Jika kembali dipercaya memimpin, saya berkomitmen melanjutkan program-program pembangunan yang telah berjalan serta menghadirkan inovasi demi kemajuan Desa Tondong Belang dan kesejahteraan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

Berita Terkait

RSUD Komodo Labuan Bajo Berikan Klarifikasi Resmi Soal Dugaan Penelantaran Pasien 66 Tahun, Simak Penjelasan Lengkapnya
Jaksa Bongkar Dugaan Korupsi Bansos PKH, Kantor Dinsos Wonosobo Digeledah, Ratusan ATM Penerima Manfaat Disita
Viral! Pasien 66 Tahun Diduga Terlantar di RSUD Komodo Labuan Bajo, Menjerit Histeris Minta Tolong Saat Tergeletak di Halaman Rumah Sakit
Yogi Asmaranto Tinggalkan Utang Rp555 Juta, Serahkan Cek Bodong Ratusan Juta, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum
Bea Cukai Purwokerto Musnahkan 3 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Rugi Rp2,8 Miliar
Publik Dibuat Heboh! Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu dan Sosok Gadis 19 Tahun Kembali Viral, Ternyata…
Staf KPK Ditetapkan jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang saat OTT
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Diduga Tersandung Kasus Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:47 WITA

Didukung Tiga Tu’a Golo dan Mantan Kades, Fransiskus Severius Vedi Mantap Maju Kembali di Pilkades Tondong Belang

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:24 WITA

RSUD Komodo Labuan Bajo Berikan Klarifikasi Resmi Soal Dugaan Penelantaran Pasien 66 Tahun, Simak Penjelasan Lengkapnya

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Jaksa Bongkar Dugaan Korupsi Bansos PKH, Kantor Dinsos Wonosobo Digeledah, Ratusan ATM Penerima Manfaat Disita

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:06 WITA

Viral! Pasien 66 Tahun Diduga Terlantar di RSUD Komodo Labuan Bajo, Menjerit Histeris Minta Tolong Saat Tergeletak di Halaman Rumah Sakit

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:46 WITA

Yogi Asmaranto Tinggalkan Utang Rp555 Juta, Serahkan Cek Bodong Ratusan Juta, Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru

error: Content is protected !!