Menteri PKP Kucurkan Program Bedah Rumah Besar-besaran di NTT, Target 11.000 Unit Tahun 2026

Rabu, 17 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP, Maruarar saat bertemu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Jakarta, Kamis (2/4/2026) (Dok.istimewa)

Menteri PKP, Maruarar saat bertemu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Jakarta, Kamis (2/4/2026) (Dok.istimewa)

Flobamor.com – Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan kualitas hunian masyarakat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait memastikan program bedah rumah di NTT akan mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Sirait saat bertemu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum pembahasan langkah-langkah konkret untuk memperluas akses pembiayaan perumahan serta mengakselerasi penyediaan hunian yang layak, terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di wilayah NTT.

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas sejumlah program strategis berbasis data untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni dan menekan angka kemiskinan di NTT.

BACA JUGA:  Eks Kapolres Bima AKBP Didik Putra Kuncoro Diduga Pakai Narkoba Sejak Agustus 2025

Jika pada tahun 2025 program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah hanya menyasar 436 unit, maka pada tahun 2026 pemerintah menargetkan sedikitnya 11.000 unit rumah akan diperbaiki. Artinya, terjadi peningkatan lebih dari 20 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

“Kita membicarakan program yang nyata dan konkret berdasarkan data BPS. Karena itu program bedah rumah di NTT kita tingkatkan secara signifikan, dari 436 unit menjadi minimal 11.000 unit,” kata Maruarar.

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil karena NTT masih menjadi salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto, lanjut Maruarar, memberikan arahan agar daerah-daerah dengan angka kemiskinan tinggi dan banyak rumah tidak layak huni mendapat prioritas pembangunan.

BACA JUGA:  Tragedi Maut Wisata Cunca Wulang: Jenazah Dua Turis Austria Dikremasi di Bali

“Kami diminta memprioritaskan wilayah miskin yang masih banyak memiliki rumah tidak layak huni. NTT menjadi salah satu fokus utama,” ujarnya.

Tak hanya memperbaiki kualitas tempat tinggal warga, pemerintah berharap lonjakan program bedah rumah tersebut mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

Peningkatan kebutuhan material bangunan, tenaga kerja, hingga aktivitas usaha lokal diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

Selain itu, Kementerian PKP juga akan menerapkan sistem digitalisasi dan mekanisme tender rakyat dalam pelaksanaan program. Langkah ini dilakukan untuk menciptakan transparansi, menekan biaya pembangunan, dan memastikan hasil efisiensi anggaran kembali dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah tengah mengevaluasi penanganan kawasan kumuh, khususnya di Kota Kupang, agar program yang dijalankan tidak hanya memperbaiki bangunan fisik semata, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi warga.

BACA JUGA:  LSM LPPDM NTT Sesalkan Perekrutan Calon Tamtama TNI AD: Desak Evaluasi Menyeluruh dan Transparansi Seleksi

“Kita tidak ingin kawasan yang sudah diperbaiki kembali menjadi kumuh. Yang dibangun bukan hanya rumahnya, tetapi juga manusianya,” tegas Maruarar.

Menteri PKP juga mengajak pelaku usaha di sektor perumahan memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp130 triliun yang digagas pemerintah. Program tersebut memberikan subsidi bunga bagi UMKM, kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan untuk mempercepat pembangunan sektor perumahan.

Dengan berbagai intervensi tersebut, pemerintah berharap pembangunan perumahan di NTT tidak hanya menghadirkan hunian yang layak, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Negara Kucurkan Rp8,3 Triliun untuk Bedah Rumah Warga Miskin, Target Rampung November 2026
Pengembangan SDM Jadi Kunci Tingkatan Daya Saing Masyarakat Manggarai
Diduga Sering Bawa Pulang Bahan Makanan, Tujuh Karyawan Dapur MBG di Larantuka NTT Dipecat
Tersangka Korupsi MBG Bertambah! Komisaris PT YAT Ditahan Kejagung
Kejari Medan Bantah Tuduhan Pemerasan Kontraktor di Kupang: Ngaku Siap Hadapi Pemeriksaan KPK
Diduga Peras Kontraktor di Kupang, Kajari Medan dan Pejabat Kejati NTT Dilaporkan ke KPK
Kejagung Perluas Penyidikan Korupsi MBG, Satu Tersangka Baru Resmi Ditahan
Kadis PKO Mabar Tegaskan SPMB 2026/2027 Gratis, Sekolah Dilarang Pungut Biaya Pendaftaran

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:02 WITA

Negara Kucurkan Rp8,3 Triliun untuk Bedah Rumah Warga Miskin, Target Rampung November 2026

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:02 WITA

Menteri PKP Kucurkan Program Bedah Rumah Besar-besaran di NTT, Target 11.000 Unit Tahun 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 15:07 WITA

Pengembangan SDM Jadi Kunci Tingkatan Daya Saing Masyarakat Manggarai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:08 WITA

Diduga Sering Bawa Pulang Bahan Makanan, Tujuh Karyawan Dapur MBG di Larantuka NTT Dipecat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:18 WITA

Tersangka Korupsi MBG Bertambah! Komisaris PT YAT Ditahan Kejagung

Berita Terbaru

Mahasiswa UNIKA St.Paulus Ruteng Jurusan Bahasa Inggris bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Manggarai, Frederikus Inasio Jenarut, S.E (Dok.istimewa)

BERITA TERKINI

Pengembangan SDM Jadi Kunci Tingkatan Daya Saing Masyarakat Manggarai

Senin, 15 Jun 2026 - 15:07 WITA

Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik dilingkungan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (12/6/2016 (Dok.istimewa)

BERITA TERKINI

Tersangka Korupsi MBG Bertambah! Komisaris PT YAT Ditahan Kejagung

Sabtu, 13 Jun 2026 - 12:18 WITA

error: Content is protected !!