Mentan Amran Turun Tangan! 34 Ribu Pengungsi Gempa Flores Dipastikan Tak Kekurangan Beras

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Doc. Mentan Amran meninjau langsung penyaluran bantuan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Foto: Doc. Mentan Amran meninjau langsung penyaluran bantuan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Flobamor.com — Pemerintah memastikan kebutuhan pangan ribuan warga yang mengungsi akibat gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap aman selama masa tanggap darurat.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung memantau penyaluran bantuan pangan di Posko BPBD Manggarai Barat, Labuan Bajo, Rabu (19/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Amran memastikan kebutuhan beras bagi sekitar 34.000 pengungsi di daratan Flores telah diperhitungkan. Kebutuhan beras diperkirakan mencapai 300 ton setiap bulan.

Namun, masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras yang tersedia mencapai sekitar 39.000 ton.

“Dihitung 300 ton per bulan. Stok kita di sini 39.000 ton. Jadi enggak ada masalah. Sampai satu tahun pun bisa, bahkan lebih,” kata Amran.

Amran menegaskan, beras menjadi salah satu kebutuhan paling vital yang harus dipastikan ketersediaannya selama warga masih berada di pengungsian.

BACA JUGA:  Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September

Untuk mempercepat distribusi bantuan, sebanyak 27 truk sembako disiapkan menuju sejumlah wilayah yang terdampak gempa. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, berupa beras, minyak goreng, mi instan, hingga gula.

Amran bahkan turun langsung memeriksa muatan logistik di dalam truk. Ia ingin memastikan bantuan dalam kondisi aman dan segera tiba di tangan warga yang membutuhkan.

Menurutnya, pemerintah bergerak sejak hari pertama gempa mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026), setelah mendapat instruksi langsung dari Presiden.

“Kami turun ke lapangan sejak kejadian hari Sabtu. Kami diperintah oleh Bapak Presiden langsung bergerak cepat,” ujarnya.

Secara keseluruhan, pemerintah telah mengirim sekitar 6.800 ton beras melalui distribusi reguler dan nonreguler untuk mendukung penanganan bencana.

BACA JUGA:  Bripka Andri Alsastro, Bhabinkamtibmas Liliba Terima Penghargaan dari Kapolda NTT

Amran juga meminta agar bantuan untuk korban bencana tidak terhambat oleh birokrasi. Jika kebutuhan di lapangan lebih besar dari permintaan awal, jumlah bantuan dapat langsung ditambah.

“Bahkan ada yang minta 20 ton, kami berikan 200 ton,” tegasnya.

Ia meminta pemerintah daerah berani mengambil keputusan cepat dalam kondisi darurat. Menurutnya, beras dapat segera dikeluarkan dari gudang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara urusan administrasi dapat diselesaikan setelahnya.

“Proses izinnya, administrasi persetujuannya belakangan. Yang pasti saya akan setujui sebagai Kepala Bapanas, saya menyetujui pengeluaran beras untuk bencana seluruh Indonesia,” katanya.

Amran menekankan bahwa penanganan bencana bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut kemanusiaan.

BACA JUGA:  Kongres XXXIV PMKRI Resmi Dibuka di Ruteng, Ukir Sejarah Baru Setelah 79 Tahun Perjalanan Organisasi

“Jangan melihat soal pangkat jabatan. Tapi ini kemanusiaan. Siapa yang menemui masalah, melaporkan kepada siapa, dan dieksekusi cepat,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada anak-anak yatim di Posko BPBD Manggarai Barat.

Ia memastikan pemerintah akan terus memantau stok pangan selama masa tanggap darurat agar tidak ada pengungsi yang kekurangan kebutuhan pokok. “Bergerak cepat menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta,” tegas Amran.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Direktur Utama Perum Bulog Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, jajaran BNPB, TNI-Polri, BPBD NTT, BPBD Manggarai Barat, serta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Foto: DPC — Mentan Amran meninjau langsung penyaluran bantuan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026).

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo
OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Berita Terbaru

error: Content is protected !!