Gadis Cilik Penyandang Disabilitas Asal Rahong Butuh Bantuan Pemkab Manggarai

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gabriela Tivani, Gadis Cilik Berusia 9 Tahun mengalami Disabilitas Sejak Usia 7 Bulan (foto/Flobamor.com)

Manggarai, Flobamor.com- Gabriela Tivani yang akrab disapa Iva, gadis cilik berusia 9 tahun dari Kampung Rahong, Desa Beo Rahong, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, (NTT) telah berjuang melawan keterbatasannya selama bertahun-tahun.

Sebelumnya kondisi kesehatan Gabriela Tivani (Iva) sedang baik-baik saja, namun tak disangka, ia tiba-tiba sakit diusianya yang ke 7 bulan hingga mengalami cacat fisik/disabilitas.

Foto Gabriela Tivani (Iva) saat berusia 7 Bulan

Kondisi disabilitasnya muncul ketika ia berusia 8 bulan, namun hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Manggarai.

“Setiap hari saya berjuang merawat anak saya dengan penuh keterbatasan, sebagai ibu tentunya tak ingin melihat sang anak menderita dalam kesakitan. rasanya sedih,” ungkap Emiliana Iweng (32), ibu kandung Iva kepada Media Flobamor.com dikediamannya pada Selasa(29/4/2025) sore.

Dengan penghasilan keluarga yang terbatas, Emiliana Iweng dan suaminya Fransiskus Endrison terus berjuang mengurus Iva untuk memenuhi kebutuhan khususnya.

BACA JUGA:  Tanggapi Keluhan Warga, Polres Mabar Razia Empat THM di Labuan Bajo Menjelang Nataru

Di tengah keterbatasan ekonomi, kedua orang tua Iva terus berupaya mencari bantuan dari pemerintah daerah dan para dermawan.

“Kami hanya berharap Iva bisa mendapatkan penanganan medis, mendapatkan bantuan kursi Roda dan kebutuhan makanannya sehari-hari yaitu susu. Jujur, dia (Iva) hidup karena minum susu. Ia tidak bisa makan nasi dan lain -lain selain minum susu,” ujar ibunda Iva sambil menangis kesedihan.

Ia menuturkan, sudah sejak lama kami mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai (Pemkab Manggarai) agar meningkatkan kesejahteraan sosial untuk putrinya, selayaknya penyandang cacat di banyak tempat.

Emiliana mengaku, jalan panjang yang penuh liku-liku selama bertahun-tahun terus menerpa Iva. Selama itu pula, Emiliana dan Suaminya mengharapkan sentuhan bantuan dari pemerintah.

Rasa sedih seakan tak pernah pupus itu muncul lantaran ia dan keluarganya hidup dengan serba kekurangan, cukup sederhana dan berkategori miskin.

BACA JUGA:  Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah

Sandaran utama untuk menopang kehidupan putri pertama dari 2 bersaudara pasangan Fransiskus Endrison dan Emiliana Iweng itu adalah uluran tangan kasih dari pemerintah dan pihak lain.

“Saya mohon kepada pemerintah Manggarai untuk membantu putri saya,” kata Emiliana.

Sementara itu, Fransiskus Endrison (33) atau akrab dipanggil Frayen, ayah Gabriela Tivani, tak kenal lelah mengayuh sepeda motornya. Sebab, Saban hari ia bekerja sebagai tukang ojek untuk menghidupi keluarganya.

“Setiap hari saya keliling mencari penumpang, kadang dapat, kadang sepi. Yang penting bisa kumpulkan sedikit uang untuk kebutuhan Iva dan keluarga,” jelas Frayen dengan wajah lelah namun penuh teked.

Dengan penghasilan yang tidak menentu dari pekerjaan ojek, kata Frayen, kami harus pintar-pintar mengatur keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus belanja susu buat Iva.

BACA JUGA:  Perjuangkan Nasib 9 Ribu PPPK, Ketua DPD Gerindra NTT Esthon Foenay Temui Gubernur Laka Lena

Di tengah keterbatasan ekonomi, Emiliana dan Fransiskus terus berupaya mencari bantuan dari pemerintah daerah dan para dermawan.

“Saya sebagai ayah dari Iva memohon bantuan dari pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai dan kepada pihak lain untuk meringankan beban ini,” keluh Frayen.

Mari Bantu Iva

Bagi siapa pun yang tergerak hati untuk membantu meringankan beban keluarga Iva, dapat menyalurkan bantuan langsung melalui:

Rekening Bank BRI: 4729-0106-0787-539 (Emiliana Iweng)

Telepon: 085 137 366 816 (orang tua Iva)

Setiap bantuan sekecil apapun sangat berarti bagi Iva dan keluarganya.

Pemkab Manggarai diharapkan dapat segera memberikan respons dan bantuan konkret untuk meringankan beban keluarga kecil ini.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya menghubungi Bupati Manggarai, Heribertus G.L Nabit untuk dimintai tanggapannya.

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!