Kejati NTT Menahan 4 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Irigasi Wae Ces di Manggarai 

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Flobamor.com– Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) resmi menahan empat orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Wae Ces I-IV di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penahanan dilakukan pada Jumat 9 Mei 2025, usai penyidik menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup.

Keempat tersangka yang ditahan yakni Dionisius Wea, Direktur PT Kasih Sejati Perkasa selaku penyedia proyek; Stevanus Kopong Miteng, konsultan pengawas proyek; AS Umbu Dangu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK I); serta Johanes Gomeks, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK II).

Wakil Kepala Kejati NTT, Ikhwan Nul Hakim, dalam keterangannya menjelaskan bahwa proyek irigasi senilai Rp4,6 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tahun anggaran 2021 ini disinyalir menyebabkan kerugian keuangan negara hingga Rp2,35 miliar.

Modus Korupsi Terungkap

Kasus ini mencuat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek. Penyidikan mengungkap bahwa dokumen perencanaan teknis yang digunakan dalam pelelangan merupakan hasil survei tahun 2019, yang tidak diperbarui oleh PPK I saat proses tender berlangsung di 2021.

“Seharusnya ada evaluasi ulang atas kondisi lapangan terbaru, tapi ini tidak dilakukan. Pokja langsung menggunakan dokumen lama tersebut untuk proses lelang,” ungkap Ikhwan.

Lebih lanjut, setelah kontrak proyek ditandatangani pada 18 Maret 2021, Dionisius Wea malah melakukan subkontrak dengan pihak lain tanpa persetujuan resmi, dan menetapkan harga berbeda dari nilai kontrak utama.

Pelaksanaan fisik proyek pun jauh dari harapan. Pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis yang ditentukan, baik dalam kontrak awal maupun adendum. Namun, laporan progres proyek tetap berjalan seolah-olah tidak ada masalah.

“Stevanus Kopong Miteng sebagai konsultan pengawas tidak pernah melakukan verifikasi akurat di lapangan. Meski begitu, ia tetap membuat laporan bulanan dan seolah menyatakan progres berjalan sesuai rencana,” tambahnya.

Penandatanganan Fiktif

Parahnya lagi, Johanes Gomeks selaku PPK II diketahui menandatangani dokumen Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pekerjaan yang menyatakan proyek selesai 100 persen. Padahal, pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan ketentuan dalam addendum II dan laporan fisik kontraktor.

“Johanes tidak pernah mengecek langsung progres proyek, namun tetap menandatangani dokumen penyelesaian pekerjaan,” kata Wakajati.

Ditahan untuk 20 Hari ke Depan

Keempat tersangka kini ditahan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kupang untuk kepentingan penyidikan selama 20 hari ke depan. Penahanan ini dilakukan guna mencegah potensi penghilangan barang bukti dan upaya menghambat proses penyidikan.

Mereka dijerat dengan Primair Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan Subsidair Pasal 3 jo. Pasal 18 UU yang sama jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berita Terkait

Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak
Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten
Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa
Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September
Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat
Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 Miliar untuk Korban Gempa NTT
BKH dan Senator Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako untuk Korban Gempa di Rahong Utara
Tujuh Hari Pascagempa M7,7, Warga Bea Muring Manggarai Timur Belum Tersentuh Bantuan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:51 WITA

Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:18 WITA

Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:47 WITA

Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:57 WITA

Bali, NTT, NTB Harap Waspada: PVMBG Peringatan Potensi Bahaya Tanah Bergerak pada September

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:24 WITA

Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat

Berita Terbaru

error: Content is protected !!