Miris! 1 Tahun 4 Bulan Kepsek SDN Sewar Mangkir, Pendidikan Anak Terancam, Dinas PPO Diduga Tutup Mata

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi Kepsek

Labuan Bajo, Flobamor.com Dunia pendidikan di Kabupaten Manggarai Barat kembali tercoreng. Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sewar, Kecamatan Welak, Marsianus Jehadut, S.Pd.,sudah 1 tahun 4 bulan tidak pernah masuk sekolah sejak resmi dilantik pada Maret 2024.

Informasi yang dihimpun redaksi Flobamor.com dari sejumlah orang tua murid mengungkapkan, setelah dilantik, Kepsek Marsi hanya aktif selama dua bulan pertama. Selebihnya, ia sama sekali tak pernah hadir di sekolah. Absennya sang kepala sekolah membuat fungsi manajerial lumpuh, pembinaan guru terabaikan, dan proses pendidikan 75 siswa terganggu parah.

Tak hanya itu, kata orang tua wali murid, mangkirnya kepala sekolah justru menular ke guru-guru PNS yang ikut malas masuk. Akibatnya, kegiatan belajar-mengajar di SDN Sewar sering kosong dan tidak teratur.

BACA JUGA:  Seorang Oknum Wartawan di Manggarai Barat Tipu Puluhan Warga Dua Desa di Lembor, Modus Janji Bantuan Rumah Layak Huni

“Kami orang tua bingung dan kecewa. Guru sekarang masuk sesuka hati. Anak-anak kami jadi korban. Apakah pemerintah atau kepala dinas tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?” keluh salah satu wali murid kepada Flobamor.com, Kamis (18/9/2025).

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: bagaimana mungkin seorang kepala sekolah bisa mangkir lebih dari setahun tanpa ada sanksi tegas dari Bupati dan juga Kepala Dinas PPO? Apakah ini bentuk pembiaran, atau ada praktik yang sengaja ditutup-tutupi?

Profil Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sewar

Orang Tua Murid Desak Copot Kepsek

Atas kondisi tersebut, para orang tua siswa mendesak Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, bersama Kepala Dinas PPO untuk segera mencopot Marsi dari jabatannya dan juga setatus ASN harus dicabut. Menurut mereka, pembiaran ini bukan hanya merugikan anak-anak, tetapi juga merusak citra pendidikan di Manggarai Barat.

BACA JUGA:  Kadis PKO Mabar Tegaskan SPMB 2026/2027 Gratis, Sekolah Dilarang Pungut Biaya Pendaftaran

“Kalau kepala sekolah bisa seenaknya tidak masuk setahun lebih, lalu untuk apa ada dinas pendidikan? Ini jelas pembiaran,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat.

Respons Mengejutkan Sang Kepsek

Saat dikonfirmasi Kamis (18/9/2025), Kepsek Marsianus Jehadut justru memberikan jawaban yang mengejutkan. Ia mengakui tidak masuk sekolah selama 1 tahun 4 bulan, dengan alasan: tidak memiliki kendaraan, sakit berkepanjangan, dan tempat tinggal yang jauh.

“Iya saya memang tidak pernah masuk karena tidak ada yang mengantar saya ke sekolah. Tapi saya tetap komunikasi dengan sekolah soal Kegiatan Belajar Mengajar siswa” ujar Marsi.

Lebih lanjut, ia menambahkan:
“Saya sudah lama sakit, dan rumah saya jauh dari sekolah. Tapi walaupun saya tidak hadir, kegiatan belajar-mengajar di sekolah tetap berjalan baik,” klaimnya.

BACA JUGA:  Mabuk Miras, Bawa Parang, dan Nyaris Tebas Tukang Ojek: Polisi Amankan Tiga Mahasiswa di Kupang

Dinas PPO Diduga Tutup Mata

Yang lebih mengejutkan, menurut pengakuan Kepsek Marsi, pihak Kabid PPO Manggarai Barat sudah mengetahui sejak lama dirinya tidak pernah masuk sekolah. Namun, hingga kini, tidak ada tindakan atau sanksi disiplin yang diberikan.

Fakta ini semakin memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis di tubuh Dinas Pendidikan. Padahal, sesuai aturan kepegawaian, seorang ASN yang mangkir berbulan-bulan bisa langsung dipecat.

Pertanyaan Besar untuk Pemerintah

Kasus SDN Sewar ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Manggarai Barat. Jika benar Dinas PPO sudah mengetahui sejak awal, mengapa tidak ada sanksi? Apakah ada permainan di balik jabatan kepala sekolah?

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, dan Kepala Dinas PPO belum memberikan keterangan resmi.

Berita Terkait

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan
Keracunan MBG! Ratusan Murid dari 5 Sekolah di Karo Dilarikan Ke Rumah Sakit, Alami Gatal Mulut hingga Sesak Napas
Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Berastagi Dilarikan ke Rumah Sakit
Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor Tanggung Biayai Kuliah Adriano, Mahasiswa yang Berani Sampaikan Aspirasi ke Mentan
Pecah Tangis Mahasiswa Undip Asal Alor NTT Curhat ke Mentan: Harga Beras di Alor Tembus Rp30.000 Per Kg, Anak-Anak Terpaksa Makan Umbi
Breaking News! Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Uang dari Sejumlah Proyek
MPLS SMAN 1 Lembor Berakhir, Sekolah Tanamkan Budaya 5S dan Tegaskan Komitmen Anti Bullying
Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru Kasus Korupsi dan TPPU yang Menyeret Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:15 WITA

HUT ke-81 RI di Lembor Berlangsung Sederhana, Duka Pascagempa Tak Patahkan Semangat Kemerdekaan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:43 WITA

Keracunan MBG! Ratusan Murid dari 5 Sekolah di Karo Dilarikan Ke Rumah Sakit, Alami Gatal Mulut hingga Sesak Napas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:21 WITA

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Berastagi Dilarikan ke Rumah Sakit

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:34 WITA

Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor Tanggung Biayai Kuliah Adriano, Mahasiswa yang Berani Sampaikan Aspirasi ke Mentan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:13 WITA

Pecah Tangis Mahasiswa Undip Asal Alor NTT Curhat ke Mentan: Harga Beras di Alor Tembus Rp30.000 Per Kg, Anak-Anak Terpaksa Makan Umbi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!