Polemik Lisensi Pelatih Persamba: Ketua Askab PSSI Mabar Akui Pakai Lisensi C Milik Basri Lohy

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuan Bajo, Flobamor.com Di tengah tingginya harapan publik Manggarai Barat untuk mengukir prestasi di Piala Gubernur NTT, El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025 di Ende, Persamba Manggarai Barat justru diterpa isu sensitif: dugaan pemalsuan dokumen pelatih kepala Persamba Manggarai Barat. Polemik ini langsung menyita perhatian publik dan memunculkan pertanyaan serius soal profesionalisme pengelolaan klub.

Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, akhirnya angkat suara. Ia mengakui bahwa lisensi C milik pelatih Hasan Basri Lohy memang digunakan saat mendaftarkan klub Persamba ke aplikasi SIAP Askab dan SIAP Asprov PSSI NTT.

Namun, Yono membantah keras adanya pemalsuan dokumen.
“Ini pak Basri Lohy tahu dan mau, ada konsekuensi hukum dari pernyataannya ini,” tegas Yono ketika dihubungi Redaksi Flobamor.com, Senin (24/11/2025).

Yono menjelaskan, komunikasi dengan Basri Lohy berlangsung baik sejak 7 November 2025, sebelum Persamba menjalani laga perdananya.

BACA JUGA:  Aktivitas Cafe Pioner di Labuan Bajo Bikin Resah, Warga Desak Tutup, Kasatpol PP Siap Bertindak Tegas

“Saya sendiri yang minta bantuan ke pak Basri. Beliau izinkan. Lisensi C dan KTP-nya beliau sendiri yang kirim ke saya. Ada bukti WA-nya,” ungkap Yono.

Saat itu, regulasi mewajibkan pelatih kepala memiliki lisensi minimal C. Karena itu, kata Yono, ia meminta bantuan Basri dan mendapat persetujuan.

Meski belum ada kontrak resmi, Yono mengaku bahwa proses pendaftaran tetap dilakukan karena sudah ada ijin verbal dari Basri.

Situasi makin rumit ketika pelatih Persamba di Ende, Agus Tandur, menyampaikan bahwa beberapa klub lain menggunakan lisensi D untuk pelatih kepala. Hal itu membuat Askab menahan proses kontrak Basri Lohy.

Namun, pendaftaran sudah terlanjur dilakukan, dan data Basri Lohy sudah masuk di aplikasi SIAP Asprov NTT.

“Nama beliau muncul otomatis ketika Persamba main lawan Wai Ngapu. Itu yang bikin polemik. Saya sendiri baru tahu saat itu,” ujar Yono.

BACA JUGA:  Pembagian Bantuan PKH di BRI Lembor Ricuh, Warga Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pengerusakan HP

Dia kemudian segera mencabut lisensi Basri dari aplikasi dan mengaku sudah meminta maaf.

Basri Lohy Keberatan Saat Namanya Muncul di Siaran YouTube

Kekesalan Basri memuncak ketika ia menonton live di YouTube dan mendapati namanya tercantum sebagai pelatih kepala Persamba. “Nama saya kok muncul, padahal belum ada kontrak?” kata Basri dengan kecewa.

Meski demikian, Yono mengatakan pihaknya langsung menghubungi admin Asprov, Om Acin, untuk melakukan pencabutan.

“Saya sudah kirim bukti screenshot pencabutannya ke pak Basri dan minta maaf.

Yono secara tegas membantah tudingan pemalsuan.

“Kami masuk lisensi pak Basri atas seijin beliau. Tidak ada pemalsuan. Tidak ada penipuan. Kalau merasa ada tindak pidana, silakan lapor. Saya siap, Asprov juga siap, Komdis juga siap,” katanya menantang.

BACA JUGA:  Polda NTT Rekomendasikan SP3 Kasus Tanah di Golo Mori, Status Dua Tersangka Gugur

Ia pun mengakui bahwa pihaknya salah karena kontrak belum difinalisasi, namun menegaskan bahwa niat awalnya murni karena kebutuhan teknis, bukan untuk merugikan Basri.

Peran Agus Tandur di Persamba

Menanggapi pertanyaan soal posisi Agus Tandur, Yono menegaskan bahwa Agus didaftarkan sebagai Observasi/Pengamat (DSP dan SIAP) dan Penanggung jawab pemain

“Beliau senior kami. Saya percaya pa Agus sebagai penanggung jawab pemain,” ujarnya.

Namun Ketika ditanya apakah Agus Tandur memiliki lisensi C? Yono justru memilih bungkam.

Kini, polemik penggunaan lisensi C Basri Lohy membuka diskusi luas mengenai transparansi, profesionalisme, dan tata kelola sepak bola di tingkat askab.

Meski Yono sudah mengakui kesalahan administratif, publik menunggu langkah lebih lanjut dari pihak-pihak terkait, termasuk kemungkinan penyelidikan Komdis PSSI NTT jika laporan resmi dari Coach Basri Lohy diajukan.

Berita Terkait

Polda NTT Didesak Ungkap Pemilik 180 Ton BBM Subsidi Ilegal yang Disita dan Dilelang Kejari Mabar
Tim Resmob Polres Kupang Berhasil Ringkus Buronan Kasus Pencurian Hand Traktor
Ajang Voli Paling Ditunggu Warga Mabar, Idul Adha Cup 1447 H Siap Digelar Meriah di Golo Mori
Surat Pengukuhan Tanah Warga Diduga Dipersulit, Sikap Diam Fungsionaris Adat Nggorang Dipertanyakan
Kasusnya Mengejutkan! Puluhan Warga Labuan Bajo Siap Laporkan Haji Ramang Ishaka ke Polres Mabar
Diduga Persulit Surat Pengukuhan Tanah, Haji Ramang Ishaka Terancam Digugat Warga
Dua Turis Asal Austria Tewas di Cunca Wulang, Hasanudin Desak Evaluasi Total Infrastruktur Wisata Labuan Bajo
Labuan Bajo Darurat Rentenir, Korban Mengaku Dicekik Bunga Pinjaman 30 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:43 WITA

Polda NTT Didesak Ungkap Pemilik 180 Ton BBM Subsidi Ilegal yang Disita dan Dilelang Kejari Mabar

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:08 WITA

Tim Resmob Polres Kupang Berhasil Ringkus Buronan Kasus Pencurian Hand Traktor

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:12 WITA

Ajang Voli Paling Ditunggu Warga Mabar, Idul Adha Cup 1447 H Siap Digelar Meriah di Golo Mori

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:16 WITA

Surat Pengukuhan Tanah Warga Diduga Dipersulit, Sikap Diam Fungsionaris Adat Nggorang Dipertanyakan

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:38 WITA

Kasusnya Mengejutkan! Puluhan Warga Labuan Bajo Siap Laporkan Haji Ramang Ishaka ke Polres Mabar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!