Pelatih Utama Basri Lohy Desak ASPROV dan Komdis PSSI NTT Diskualifikasi Klub Persamba dari Liga 4 ETMC 2025

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Coach Basri Lohy Desak ASPROV dan Komdis PSSI NTT Diskualifikasi Klub Persamba dari Liga 4 ETMC 2025 (foto Basri Lohy)

Coach Basri Lohy Desak ASPROV dan Komdis PSSI NTT Diskualifikasi Klub Persamba dari Liga 4 ETMC 2025 (foto Basri Lohy)

Ende, Flobamor.com — Polemik dugaan pemalsuan dokumen lisensi pelatih di tubuh Persamba Manggarai Barat semakin memanas. Usai namanya dicatut sebagai pelatih utama tanpa persetujuan, Coach Basri Lohy resmi mendesak ASPROV PSSI NTT dan Komite Disiplin (Komdis) PSSI NTT untuk menjatuhkan sanksi tegas berupa diskualifikasi Persamba dari ajang Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025 di Ende.

Basri menegaskan, permintaannya bukanlah reaksi emosional semata, tetapi berbasis fakta bahwa namanya tercatat resmi dalam aplikasi SIAP PSSI sebagai pelatih kepala Persamba, padahal ia tidak pernah menandatangani kontrak atau memberikan izin penggunaan lisensi C miliknya.

“Lisensi C saya dipakai tanpa ada kesepakatan dan belum ada kontrak resmi. Ini pelanggaran serius. Saya minta ASPROV dan Komdis PSSI NTT segera diskualifikasi klub Persamba Manggarai Barat,” tegas Basri kepada Flobamor.com, Rabu (26/11/2025).

BACA JUGA:  Dilaporkan ke Polres Mabar Sejak 2024, Kasus Dugaan Penipuan Yogi Asmaranto Tak Kunjung Diproses, Korban Mengaku Kecewa

Ironi di Tengah Euforia Prestasi

Saat Persamba berhasil melaju hingga babak perempat final, justru di balik layar muncul dugaan praktik manipulasi administrasi.Pasalnya, nama Coach Basri Lohy tercantum sebagai pelatih utama, namun kenyataannya posisi pelatih justru diisi oleh Agus Tandur, sosok yang diduga belum memiliki lisensi C.

Basri mengaku sangat dirugikan secara nama baik maupun hak profesional.

“Nama saya tetap aktif di sistem SIAP. Kenyataannya yang memimpin tim adalah orang lain yang tidak punya lisensi. Ini jelas dugaan manipulasi data,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Kecelakaan Tunggal di Jalur Trans Flores! Sopir Diduga Mengantuk, Lima Penumpang Dilarikan ke Puskesmas Wae Nakeng

Tanggapan Ketua Askab sangat diragukan

Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Honde, sebelumnya mengklaim telah mencabut nama Basri Lohy dari sistem. Namun Basri menyebut hal itu tidak benar, karena bukti digital menunjukkan dirinya masih terdaftar sebagai pelatih utama.

Yono juga mengaku telah meminta maaf kepada Basri Lohy, namun persoalan status legal pelatih tetap menuai kontroversi.

Saat dikonfirmasi soal legalitas lisensi pelatih pengganti, Agus Tandur, Yono justru menghindari jawaban tegas.

“Beliau senior kami dan saya percaya beliau sebagai penanggung jawab pemain,” ujar Yono, sebelum memilih bungkam saat ditanya soal lisensi C Agus Tandur.

BACA JUGA:  Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus

Polemik ini pertama kali mencuat setelah Flobamor.com menerbitkan berita pada 24 November 2035 berjudul:
“Merasa Dirugikan Namanya Dicomot sebagai Pelatih Persamba, Coach Basri Lohy Desak Komdis Usut Tuntas”

Sejak saat itu, tekanan publik semakin membesar agar Asprov PSSI NTT mengambil sikap transparan dan tegas.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com masih berupaya untuk mendapatkan jawaban atau klarifikasi resmi dari Ketua ASPROV PSSI NTT maupun Ketua Komdis PSSI NTT terkait permintaan sanksi dan potensi pelanggaran regulasi lisensi pelatih yang dilakukan klub Persamba Manggarai Barat.

Berita Terkait

Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!
Babak Baru Kasus Dugaan Kajari Medan Peras Kontraktor di Kupang, Jamwas Kembali Periksa Sejumlah Saksi
Fokus Pengamanan Eksternal, Polres Manggarai Pastikan Kongres PMKRI Berjalan Aman
Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan, Dititipkan di Rutan KPK Usai Jadi Tersangka TPPU
Kejagung Tegaskan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Saksi
Kongres XXXIV PMKRI Resmi Dibuka di Ruteng, Ukir Sejarah Baru Setelah 79 Tahun Perjalanan Organisasi
Kebakaran di Manggarai Barat Terus Meningkat, Damkar Hanya Andalkan Satu Mobil Pemadam, Kasat Pol PP Ungkap Fakta Mengejutkan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:59 WITA

Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!

Senin, 27 Juli 2026 - 13:18 WITA

Babak Baru Kasus Dugaan Kajari Medan Peras Kontraktor di Kupang, Jamwas Kembali Periksa Sejumlah Saksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:04 WITA

Fokus Pengamanan Eksternal, Polres Manggarai Pastikan Kongres PMKRI Berjalan Aman

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:47 WITA

Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:56 WITA

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan, Dititipkan di Rutan KPK Usai Jadi Tersangka TPPU

Berita Terbaru

error: Content is protected !!