Ende, Flobamor.com — Polemik dugaan pemalsuan dokumen lisensi pelatih di tubuh Persamba Manggarai Barat semakin memanas. Usai namanya dicatut sebagai pelatih utama tanpa persetujuan, Coach Basri Lohy resmi mendesak ASPROV PSSI NTT dan Komite Disiplin (Komdis) PSSI NTT untuk menjatuhkan sanksi tegas berupa diskualifikasi Persamba dari ajang Liga 4 El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV 2025 di Ende.
Basri menegaskan, permintaannya bukanlah reaksi emosional semata, tetapi berbasis fakta bahwa namanya tercatat resmi dalam aplikasi SIAP PSSI sebagai pelatih kepala Persamba, padahal ia tidak pernah menandatangani kontrak atau memberikan izin penggunaan lisensi C miliknya.
“Lisensi C saya dipakai tanpa ada kesepakatan dan belum ada kontrak resmi. Ini pelanggaran serius. Saya minta ASPROV dan Komdis PSSI NTT segera diskualifikasi klub Persamba Manggarai Barat,” tegas Basri kepada Flobamor.com, Rabu (26/11/2025).
Ironi di Tengah Euforia Prestasi
Saat Persamba berhasil melaju hingga babak perempat final, justru di balik layar muncul dugaan praktik manipulasi administrasi.Pasalnya, nama Coach Basri Lohy tercantum sebagai pelatih utama, namun kenyataannya posisi pelatih justru diisi oleh Agus Tandur, sosok yang diduga belum memiliki lisensi C.
Basri mengaku sangat dirugikan secara nama baik maupun hak profesional.
“Nama saya tetap aktif di sistem SIAP. Kenyataannya yang memimpin tim adalah orang lain yang tidak punya lisensi. Ini jelas dugaan manipulasi data,” ungkapnya.
Tanggapan Ketua Askab sangat diragukan
Ketua Askab PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Honde, sebelumnya mengklaim telah mencabut nama Basri Lohy dari sistem. Namun Basri menyebut hal itu tidak benar, karena bukti digital menunjukkan dirinya masih terdaftar sebagai pelatih utama.
Yono juga mengaku telah meminta maaf kepada Basri Lohy, namun persoalan status legal pelatih tetap menuai kontroversi.
Saat dikonfirmasi soal legalitas lisensi pelatih pengganti, Agus Tandur, Yono justru menghindari jawaban tegas.
“Beliau senior kami dan saya percaya beliau sebagai penanggung jawab pemain,” ujar Yono, sebelum memilih bungkam saat ditanya soal lisensi C Agus Tandur.
Polemik ini pertama kali mencuat setelah Flobamor.com menerbitkan berita pada 24 November 2035 berjudul:
“Merasa Dirugikan Namanya Dicomot sebagai Pelatih Persamba, Coach Basri Lohy Desak Komdis Usut Tuntas”
Sejak saat itu, tekanan publik semakin membesar agar Asprov PSSI NTT mengambil sikap transparan dan tegas.
Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com masih berupaya untuk mendapatkan jawaban atau klarifikasi resmi dari Ketua ASPROV PSSI NTT maupun Ketua Komdis PSSI NTT terkait permintaan sanksi dan potensi pelanggaran regulasi lisensi pelatih yang dilakukan klub Persamba Manggarai Barat.












