Konfirmasi Berujung Penghinaan, Wartawan Infolabuanbajo Siap Polisikan Guru SD di Ruteng

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dugaan penghinaan (Dok.ilustras)

Ilustrasi dugaan penghinaan (Dok.ilustras)

Flobamor.com, Labuan Bajo Upaya menjalankan tugas jurnalistik justru berujung pada pengalaman tidak menyenangkan bagi seorang wartawan media online Info Labuan Bajo.id, Remi Nahal. Ia mengaku menerima respons bernada penghinaan dari seorang guru sekolah dasar di Ruteng, Emiliana Helni, saat melakukan konfirmasi atas komentar yang viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat malam, 17 April 2026. Remi menghubungi Emiliana melalui aplikasi WhatsApp guna meminta klarifikasi terkait komentar yang beredar di sejumlah grup Facebook.

Komentar itu sebelumnya diunggah oleh akun “Manggarai Viral” dan memicu perbincangan dan kritikan publik.

Kepada Flobamor.com, Sabtu (18/4/2026), Remi menjelaskan bahwa dirinya telah memperkenalkan identitas secara jelas sebagai wartawan, sekaligus menyampaikan maksud konfirmasi untuk memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.

“Saya sudah menyampaikan identitas dan tujuan konfirmasi secara sopan. Ini bagian dari kerja jurnalistik untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat,” jelas Remi.

BACA JUGA:  Menag Berduka Atas Meninggalnya Paus Fransiskus: Jasa dan Persahabatan Beliau Tak Terlupakan

Lebih lanjut kata Remi, respons yang ia diterima justru jauh dari harapan. Alih-alih memberikan klarifikasi, Emiliana disebut memberikan jawaban yang tidak relevan dan cenderung merendahkan profesi wartawan.

Dalam percakapan tersebut, ia bahkan menyatakan enggan menanggapi akun yang dianggap tidak jelas, disertai pernyataan bernada sinis yang meragukan kapasitas wartawan.

Meski menghadapi respons tersebut, Remi mengaku tetap berupaya menjaga profesionalitas. Ia kembali menegaskan bahwa tujuannya semata-mata untuk mendapatkan klarifikasi agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak menyesatkan publik.

Namun, komunikasi justru semakin melebar dari substansi. Emiliana kembali melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan, bahkan mempertanyakan kepentingan wartawan dalam melakukan konfirmasi.

“Saya hanya menjalankan tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang berimbang. Tapi respons yang saya terima justru di luar konteks dan cenderung menyerang secara pribadi,” tegas Remi.

BACA JUGA:  Bea Cukai Labuan Bajo Musnahkan 475 Ribu Batang Rokok Ilegal

Merasa dirugikan, baik secara profesional maupun pribadi, Remi Nahal yang juga sebagai Pimpinan Redaksi Infolabuanbajo.id menyatakan akan menempuh jalur hukum. Ia berencana melaporkan dugaan penghinaan tersebut ke pihak kepolisian.

“Saya akan laporkan ke Polres Manggarai Barat. Saat ini saya sedang mempersiapkan surat laporan serta bukti tangkapan layar percakapan,” ungkapnya.

Sementara itu, Emiliana Helni dengan tegas membantah tudingan penghinaan yang dialamatkan kepadanya. Ia memastikan tidak ada satu pun pernyataan dalam percakapan yang bermaksud merendahkan profesi wartawan Infolabuanbajo.

“Saya tidak melecehkan dia. Kenapa dia yang melakukan klarifikasi dari akun yang tidak jelas? Tidak ada penghinaan,” ujar Emiliana saat dikonfirmasi Flobamor.com, Sabtu (18/4) siang.

BACA JUGA:  Peduli Kemanusiaan, Bhabinkamtibmas Polsek Lembor Sambangi Pekerja Galian Pasir di Tengah Cuaca Buruk

Tidak hanya sebatas pernyataan, ia juga mengaku memiliki bukti percakapan WhatsApp sebagai dasar klarifikasinya.

Menurut Emiliana, polemik yang terjadi justru dipicu oleh cara wartawan dalam membangun narasi. Ia menilai Remi telah menggiring opini publik dan menyajikan informasi yang tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta percakapan.

“Dia hanya menggiring opini dan bersandiwara. Semua percakapan yang di-screenshot tidak ada unsur melecehkan atau merendahkan profesi Wartawan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Emiliana kembali mempertanyakan dasar konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan tersebut. Ia menyoroti sumber informasi yang dinilai berasal dari akun yang tidak jelas, yaitu akun bernama ” I Can” yang memposting di Group Facebook “Manggarai Viral” sehingga menurutnya patut dipertanyakan validitasnya.

“Kenapa dia yang klarifikasi postingan dari akun Facebook I Can yang merupakan akun palsu?” tambah Emi mengakhiri panggilan telepon***

Berita Terkait

Kejati NTT Tahan 5 Tersangka Korupsi MTN Bank NTT, Kerugian Negara Rp50 Miliar
Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!
Babak Baru Kasus Dugaan Kajari Medan Peras Kontraktor di Kupang, Jamwas Kembali Periksa Sejumlah Saksi
Fokus Pengamanan Eksternal, Polres Manggarai Pastikan Kongres PMKRI Berjalan Aman
Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan, Dititipkan di Rutan KPK Usai Jadi Tersangka TPPU
Kejagung Tegaskan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Berstatus Saksi
Kongres XXXIV PMKRI Resmi Dibuka di Ruteng, Ukir Sejarah Baru Setelah 79 Tahun Perjalanan Organisasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:10 WITA

Kejati NTT Tahan 5 Tersangka Korupsi MTN Bank NTT, Kerugian Negara Rp50 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 21:59 WITA

Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!

Senin, 27 Juli 2026 - 13:18 WITA

Babak Baru Kasus Dugaan Kajari Medan Peras Kontraktor di Kupang, Jamwas Kembali Periksa Sejumlah Saksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:04 WITA

Fokus Pengamanan Eksternal, Polres Manggarai Pastikan Kongres PMKRI Berjalan Aman

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:47 WITA

Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!