Maria Diana Tilan, Wisudawati Terbaik Unika Santu Paulus Ruteng: Serukan Pentingnya Berpikir Kritis di Era Post-Truth

Sabtu, 6 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Diana Tilan, wisudawati terbaik dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng dengan IPK 3,89, menjadi sorotan pada Wisuda Sarjana dan Ahli Madya yang digelar di Aula Asumpta Ruteng, Sabtu 6 November 2025. (Foto/ist)

Maria Diana Tilan, wisudawati terbaik dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng dengan IPK 3,89, menjadi sorotan pada Wisuda Sarjana dan Ahli Madya yang digelar di Aula Asumpta Ruteng, Sabtu 6 November 2025. (Foto/ist)

Ruteng, Flobamor.com Nama Maria Diana Tilan menjadi perhatian dalam momentum Wisuda Sarjana dan Ahli Madya Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng yang digelar di Aula Asumpta, Sabtu (6/12/2025). Mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tersebut berhasil meraih predikat Wisudawati Terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89 dari total 1.304 lulusan yang dikukuhkan.

Suasana aula sempat hening ketika Maria berdiri di podium. Dengan suara tenang namun tegas, ia menyampaikan orasi wisuda mewakili seluruh lulusan yang hadir.

Dalam sambutannya, Maria menggambarkan bahwa perjalanan akademik bukan sekadar rutinitas kuliah, mengerjakan tugas, atau mengejar nilai, tetapi proses membentuk karakter dan pola pikir.

BACA JUGA:  Pantai Mberenang, Tempat Wisata Baru di Lembor Selatan, NTT yang Wajib Dikunjungi

“Kita datang dengan penuh harapan sekaligus rasa cemas. Namun rasa cemas itu perlahan memudar karena UNIKA menyuguhkan banyak pengalaman berharga — bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi pelatihan untuk berpikir kritis, inovatif, dan adaptif,” ujar Maria di hadapan para wisudawan, dosen, dan tamu undangan.

Ia juga menyinggung lika-liku yang dialaminya selama menyelesaikan studi, mulai dari manajemen waktu, tugas lapangan, hingga perjuangan panjang revisi skripsi yang menguras energi dan mental.

“Kadang kita merasa lelah, ingin menyerah, atau hilang arah. Tapi di saat seperti itu kita belajar arti tekad, ketulusan, dan komitmen,” tambahnya.

Tak lupa, Maria mempersembahkan keberhasilannya kepada orang tua dan seluruh tenaga pendidik Unika Santu Paulus Ruteng.

BACA JUGA:  Aksi Pencegahan Korupsi 2025-2026 Disahkan: Penuh Selebrasi Basa-Basi dan Tunduk Pada Agenda Oligarki

“Hari ini adalah bukti dari doa, dukungan, dan pengorbanan banyak pihak, terutama orang tua yang selalu percaya pada proses kita.” ungkapnya penuh haru.

Ungkapan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari peserta wisuda.

Dalam bagian akhir pidatonya, Maria menyoroti tantangan zaman, terutama fenomena post-truth, sebuah era ketika fakta sering kalah oleh opini, emosi, dan informasi yang tidak tervalidasi.

Ia mengajak para wisudawan agar tidak sekadar menjadi lulusan dengan gelar akademik, tetapi menjadi generasi yang mampu berpikir jernih dan bertanggung jawab.

“Di dunia yang penuh hoaks, manipulasi, dan narasi yang dibangun tanpa data, lulusan perguruan tinggi harus mampu membedakan fakta dan opini. Kita tidak boleh menjadi penonton, tetapi pelaku perubahan.”ujarnya.

BACA JUGA:  Skandal Dugaan Korupsi Proyek di Dinas PKO Mabar Terus Bergulir, LPPDM Resmi Adukan Dua CV dan PPK ke Polres Manggarai Barat

Setelah menutup pidatonya, Maria menerima penghargaan sebagai lulusan terbaik. Senyum haru terlihat di wajahnya ketika menerima selempang penghormatan yang diserahkan langsung oleh pihak rektorat.

Bagi Maria, wisuda bukan akhir dari perjalanan, melainkan pintu baru menuju panggilan profesi sebagai pendidik.

“Kami telah ditempa, kini saatnya melayani dan memberi dampak, bukan hanya berharap perubahan, tetapi menjadi perubahan itu sendiri.” pintanya.

Wisuda tahun ini menjadi ruang refleksi dan harapan baru bagi para lulusan Unika Santu Paulus Ruteng, dan nama Maria Diana Tilan akan dikenang sebagai salah satu suara intelektual muda yang digaungkan pada momentum tersebut.

Berita Terkait

Polri Buka Suara Usai Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi MBG
Breaking News: Jenderal Polisi Aktif Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi MBG
Bupati Gowa Husniah Talenrang Akhirnya Buka Suara soal Hak Angket DPRD : Jangan Bawa-bawa Ranah Pribadi
ART Asal Manggarai Timur Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian
Kapolri Rotasi Besar-Besaran! 190 Kapolres/Kapolresta Se-Indonesia Berganti, Ini Daftar Lengkapnya
Kejagung Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek CCTV Fiktif MBG, 41 Nama Masuk Radar Penyidik
Tragedi Latihan Militer Calon Manajer Kopdes Merah Putih, Korban Meninggal Bertambah Jadi 5 Orang
Pengawas Proyek KDMP di Desa Pong Majok Menghilang, Dandim Turun Tangan Selesaikan Pembayaran Upah Pekerja

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:06 WITA

Polri Buka Suara Usai Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi MBG

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:54 WITA

Breaking News: Jenderal Polisi Aktif Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi MBG

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:42 WITA

Bupati Gowa Husniah Talenrang Akhirnya Buka Suara soal Hak Angket DPRD : Jangan Bawa-bawa Ranah Pribadi

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WITA

ART Asal Manggarai Timur Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:38 WITA

Kejagung Buka Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek CCTV Fiktif MBG, 41 Nama Masuk Radar Penyidik

Berita Terbaru

error: Content is protected !!