Skandal Dana Rp5 Miliar di SMKN 1 Labuan Bajo, Orang Tua Wali Desak APH Periksa Kepsek Wiktoria Wulang

Senin, 15 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi korupsi

Labuan Bajo, Flobamor.com – Pengelolaan dana di SMKN 1 Labuan Bajo kembali menuai sorotan tajam. Para orang tua wali murid melayangkan surat terbuka kepada aparat penegak hukum (APH), mendesak Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan (BPKP) Provinsi NTT, Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, hingga Tipikor Polri untuk segera mengaudit dugaan penyalahgunaan dana Komite dengan dana BOS SMKN 1 Labuan Bajo yang mencapai angka fantastis Rp5,13 miliar per tahun.

Dana tersebut terdiri dari pungutan komite Rp2,34 miliar dan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp2,79 miliar. Namun, alih-alih dirasakan manfaatnya bagi peningkatan mutu pendidikan, orang tua murid menilai pengelolaan dana justru sarat kejanggalan, terkesan boros, dan tidak tepat sasaran.

Pungutan Komite: Rp1,5 Juta Per Siswa

Berdasarkan dokumen laporan Komite Tahun Pelajaran 2024/2025 yang beredar, setiap siswa diwajibkan membayar pungutan komite sebesar Rp1,5 juta per tahun. Dengan jumlah peserta didik 1.643 orang, dana yang terkumpul mencapai Rp2.344.500.000. Hanya siswa yatim piatu dan mereka yang bersaudara kandung yang mendapat pengecualian.

BACA JUGA:  Eks Pegawai Bank di NTT Tipu Warga Rp 2 Miliar, Duitnya Dipakai Beli Mobil

Besarnya pungutan ini dinilai sangat memberatkan.

“Tidak semua orang tua di Labuan Bajo ini mampu. Kenapa pungutan komite dipatok tinggi sekali, sementara sekolah sudah dapat Dana BOS yang jumlahnya tidak kecil?” ujar salah satu orang tua dengan nada kesal kepada Flobamor.com, Senin (15/9/2025)

Dana BOS Menguap, Laporan Keuangan Sarat Kejanggalan

Selain pungutan komite, jelas sumber tersebut, SMKN 1 Labuan Bajo juga menerima Dana BOS senilai Rp2,79 miliar per tahun. Dengan demikian, total anggaran sekolah mencapai lebih dari Rp5 miliar.

Namun, ia menyayangkan alokasi dana yang tercatat dalam laporan menimbulkan tanda tanya besar. Beberapa pos yang disoroti orang tua wali murid antara lain:

BACA JUGA:  Penyidik Kejati NTT Sita Uang Rp100 Juta di Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung FKKH Undana

* Pembangunan pagar sekolah: Rp420 juta

* Tugas tambahan GTK: Rp502 juta

* Perjalanan dinas dalam dan luar daerah: Rp100 juta

* Dana sosial sekolah: Rp50 juta

* Konsumsi dan operasional tamu: Rp100 juta

* Snack dan internet sekolah: Rp90 juta

* Operasional kebersihan: Rp80 juta

* Gaji guru/pegawai komite: Rp495 juta

* Bimbingan bahasa asing: Rp70 juta

* Pengembangan tenaga pendidik: Rp80 juta

* Reward siswa berprestasi: Rp53 juta

* Pengadaan kursi dan meja: Rp65 juta

Orang tua mempertanyakan pembangunan pagar sekolah Rp430 juta, tugas tambahan GTK Rp502 juta dan lain-lain, sementara masih banyak kebutuhan mendesak siswa yang tidak terpenuhi. Anggaran konsumsi, perjalanan dinas, hingga snack sekolah juga dianggap tidak masuk akal.

Ultimatum: Melakukan Aksi Demonstrasi

Dalam surat terbuka tersebut, orang tua memberi ultimatum tegas: pemerintah daerah dan aparat penegak hukum hanya diberi waktu satu minggu untuk menindaklanjuti. Jika tidak, mereka mengancam akan melakukan konsolidasi besar-besaran dan menggelar aksi demonstrasi di Labuan Bajo.

BACA JUGA:  Fantastis! SMKN 1 Labuan Bajo Kelola Dana Rp5 Miliar Per Tahun, Dana Komite Mencekik, Dana Bos Rp 2,79 Miliar Dipertanyakan

“Kami menemukan banyak kejanggalan dalam sistem pengelolaan uang di SMKN 1 Labuan Bajo. Kalau dalam tujuh hari tidak ada respon, kami akan turun ke jalan menuntut keadilan,” tegas perwakilan wali murid.

Desakan ke Pemprov NTT

Selain aparat hukum, para orang tua juga meminta Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan sekaligus sistem pendidikan di SMKN 1 Labuan Bajo.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi Flobamor.com telah berulang kali menghubungi Kepala Sekolah SMKN 1 Labuan Bajo, Wiktoria T. Wulang, pada Senin (15/9/2025) untuk dimintai tanggapannya, namun panggilan telepon dan pesan yang dilayangkan tak kunjung digubris.

Berita Terkait

Persaja–IKAHI Teken MoU, Perkuat Sinergi Jaksa dan Hakim untuk Transformasi Peradilan
DPRD Bersama Pemerintah Kecamatan Turun Langsung Pantau Harga Sembako di Pasar Benteng Jawa
Dewan Pers Tegaskan: Sengketa Media Info Labuan Bajo vs Imam Katolik Diselesaikan Secara Etik, Bukan Ranah Pidana
Penyaluran MBG Jadi 5 Hari dalam Sepekan, Pemerintah Hemat Anggaran Rp20 Triliun
Tuduhan Pemerasan Rp700 Juta di Kasus Tanah 6,2 Hektare Golo Mori Diduga Hoaks
Diduga Timbun BBM Subsidi, Aktivitas Seorang Warga Lalo Lembor Jadi Sorotan
Solidaritas di Desa Sewar: Polisi, Pastor, dan Warga Bersatu Perbaiki Jalan Rusak
Update Pemeriksaan 4 Anggota BAIS TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:34 WITA

Persaja–IKAHI Teken MoU, Perkuat Sinergi Jaksa dan Hakim untuk Transformasi Peradilan

Rabu, 15 April 2026 - 13:30 WITA

DPRD Bersama Pemerintah Kecamatan Turun Langsung Pantau Harga Sembako di Pasar Benteng Jawa

Minggu, 12 April 2026 - 10:14 WITA

Dewan Pers Tegaskan: Sengketa Media Info Labuan Bajo vs Imam Katolik Diselesaikan Secara Etik, Bukan Ranah Pidana

Senin, 6 April 2026 - 18:32 WITA

Tuduhan Pemerasan Rp700 Juta di Kasus Tanah 6,2 Hektare Golo Mori Diduga Hoaks

Sabtu, 4 April 2026 - 15:59 WITA

Diduga Timbun BBM Subsidi, Aktivitas Seorang Warga Lalo Lembor Jadi Sorotan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!