Labuan Bajo, Flobamor.com — Warga Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dihebohkan dengan dugaan kasus pengeroyokan disertai penculikan terhadap seorang pemuda berusia 17 tahun. Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu dini hari, 13 Desember 2025, sekitar pukul 00.25 WITA, di sekitar lingkungan SMP Negeri 1 Komodo, Labuan Bajo.
Korban diketahui bernama Andre. Berdasarkan keterangan korban dan sejumlah saksi, kejadian bermula dari ajakan duel yang diduga dilontarkan seorang pemuda bernama Glen kepada Ato. Menanggapi tantangan tersebut, Ato kemudian mengajak Andre dan Valdi untuk mendatangi lokasi yang disepakati, tepatnya di depan SMPN 1 Komodo.
Namun setibanya di lokasi, situasi tampak sepi. Ketiganya memarkir sepeda motor dan duduk di atas kendaraan masing-masing. Tanpa diduga, Andre tiba-tiba diserang dari belakang oleh sejumlah pemuda tak dikenal. Ia dipukul di bagian pelipis kanan hingga terjatuh bersama sepeda motornya.
“Saya tidak tahu masalah antara Ato dan temannya, saya hanya ikut. Tapi tiba-tiba saya diserang dan dipukul,”ujar Andre Kepada Flobamor.com pada Sabtu (13/12/2025).
Tak berhenti di situ, korban kembali menjadi sasaran kekerasan. Andre diangkat lalu dibanting ke dalam selokan. Saat berusaha bangun dan melarikan diri, sekitar enam orang pelaku mengejar dan kembali menghajarnya dengan pukulan bertubi-tubi.
Usai dikeroyok, Andre ditarik paksa dan dipaksa naik ke atas sepeda motor. Ia kemudian dibawa ke sebuah rumah di Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo. Di rumah tersebut, korban kembali dipukul dan dibawa masuk ke dalam kamar, dan disekap. Para pelaku bahkan mengancam Andre agar tidak berteriak atau meminta pertolongan.
“Saya di keroyok dan dipukul bertubi-tubi Samapi saya disekap dalam kamar disalah satu rumah milik om Wilem yang beralamat di Sernaru,”Jelas Andre.
Sekitar pukul 02.06 WITA, beberapa teman korban mendatangi rumah orang tua Andre dan memberitahukan bahwa Andre telah dikeroyok, diculik, dan disekap di rumah Bapak Wilem. Mendapat kabar itu, orang tua korban bersama sejumlah tetangga langsung menuju lokasi.
Setibanya di gang menuju rumah Bapak Wilem, ibu korban melihat banyak pemuda berkumpul di lorong dan di depan rumah. Saat menanyakan keberadaan anaknya, seorang pemuda bernama Brian mengajak ibu korban masuk ke dalam rumah dan memintanya menunggu di ruang tamu.
Tak berselang lama, Brian masuk ke salah satu kamar dan mengeluarkan Andre yang sebelumnya disekap. Korban kemudian diserahkan kepada ibunya dan langsung dibawa pulang.
Usai kejadian, orang tua korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Manggarai Barat. Polisi segera meminta keterangan korban dan sejumlah saksi, lalu bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Namun saat aparat kepolisian tiba di rumah Bapak Wilem, para pemuda yang diduga sebagai pelaku telah melarikan diri. Kondisi rumah tampak sepi. Polisi sempat mengetuk pintu rumah selama sekitar lima menit, sebelum akhirnya istri Bapak Wilem keluar dan mengaku tidak mengetahui adanya pengeroyokan maupun penyekapan.
Pihak kepolisian kemudian kembali bersama ibu korban untuk menindaklanjuti laporan serta melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, kasus dugaan pengeroyokan dan penculikan terhadap Andre masih dalam penanganan pihak kepolisian Polres Manggarai Barat.
Orang tua korban mendesak aparat penegak hukum agar segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
“Kasus ini kami sudah serahkan ke Polisi, dan kami berharap kepada aparat kepolisian Polres Manggarai Barat untuk segera menangkap pelaku dan diperoses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Ayah korban ketika dihubungi Redaksi Flobamor.com pada Sabtu (13/12/2025) sore.
Sementara itu, kondisi korban mengalami luka dibagian pelipis dan luka benjol hingga memar di bagian kepala.












