Dua Turis Austria Tewas di Cunca Wulang, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Infrastruktur Wisata

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi evakuasi dua orang turis asal Australia  yang tewas usai jatu dari jembatan kayu di Cunca Wulang, Manggarai Barat, NTT. (Dok.istimewa)

Polisi evakuasi dua orang turis asal Australia yang tewas usai jatu dari jembatan kayu di Cunca Wulang, Manggarai Barat, NTT. (Dok.istimewa)

Flobamor.com – Tragedi memilukan terjadi di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu (24/5/2026).

Dua wisatawan asal Austria dilaporkan tewas setelah jembatan gantung kayu yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk.

Kedua korban masing-masing berinisial J (54) dan A (56). Mereka jatuh dari ketinggian sekitar 10 meter dan menghantam bebatuan di dasar sungai.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita dan langsung memicu penyelidikan serius dari pihak kepolisian Polres Manggarai Barat terkait kelayakan infrastruktur wisata serta dugaan kelalaian pengelola destinasi.

“Kami tidak main-main dengan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Manggarai Barat,” tegas Christian Kadang.

Sebelum kejadian, kedua turis tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 Wita bersama seorang pemandu lokal bernama Muhamad Muhardin. Mereka berjalan menyusuri jalur menuju air terjun sambil menikmati panorama alam Cunca Wulang.

BACA JUGA:  Kades GI Tilap BLT Rp1,3 Miliar, Suruh Perangkat Desa Buat LPJ Fiktif Tutupi Korupsi

Saat tiba di jembatan gantung kayu, kedua korban sempat meminta sang pemandu merekam momen mereka menyeberang menggunakan telepon genggam.

“Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum ke arah kamera. Mereka bilang, ‘Tolong ambil video kami dari belakang saat kami menyeberang jembatan ini,’” tutur Muhardin.

Namun suasana hangat itu berubah menjadi petaka hanya dalam hitungan detik.

Baru berjalan sekitar 10 meter, terdengar suara patahan keras dari struktur kayu jembatan.

“Tiba-tiba terdengar bunyi kayu patah sangat keras seperti pohon tumbang. Setelah itu jembatan langsung ambruk total,” ungkap Muhardin di lokasi kejadian dengan nada syok.

Ia mengaku hanya bisa menyaksikan kedua wisatawan itu terjatuh bebas ke dasar jurang sebelum menghantam bebatuan sungai.

BACA JUGA:  Update Kasus MBG! Sony Sonjaya Ungkap Dugaan Proyek CCTV Fiktif Rp300 Miliar

Benturan keras di bagian vital tubuh membuat nyawa kedua korban tidak tertolong di lokasi kejadian.
Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Sano Nggoang langsung diterjunkan ke lokasi.

Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan menuju sungai sangat curam, licin, dan sempit.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Pratama Komodo untuk menjalani visum luar.

Polisi kemudian memasang garis polisi di area pintu masuk wisata dan di kedua sisi jembatan yang ambruk guna mengamankan lokasi kejadian.

“Prioritas utama kami adalah mengevakuasi korban dan mengamankan TKP agar seluruh bukti fisik tetap terjaga,” jelas Kapolres Mabar Christin Kadang.

Saat ini, Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat tengah melakukan olah TKP untuk memeriksa kondisi teknis jembatan dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian.

BACA JUGA:  Kemendagri Pastikan 9.000 PPPK di NTT Tak Dirumahkan pada 2027

“Kami juga akan memanggil pihak pengelola wisata Cunca Wulang untuk dimintai keterangan terkait standar keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur yang diterapkan selama ini,” jelas Kapolres.

Karena korban merupakan warga negara asing, Polres Manggarai Barat juga telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri guna menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta.

“Koordinasi dengan Kedutaan Besar Austria terus kami lakukan, termasuk terkait pengamanan barang pribadi korban dan proses pemulangan jenazah,” ujar Christian.

Pasca tragedi tersebut, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang resmi ditutup sementara atas rekomendasi kepolisian dan hasil koordinasi dengan Dinas Pariwisata setempat.

“Demi keselamatan wisatawan dan kelancaran proses penyelidikan, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan,” pungkasnya.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi
Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 11:38 WITA

Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 19:53 WITA

Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WITA

RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara

Jumat, 4 September 2026 - 09:37 WITA

Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!