Flobamor.com – Minggu pagi yang seharusnya menjadi momen indah menikmati keajaiban alam di Air Terjun Cunca Wulang, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, berubah menjadi tragedi memilukan.
Dua wisatawan asal Austria, masing-masing berinisial J (54) dan A (56), meregang nyawa setelah jembatan gantung kayu yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Detik-detik sebelum maut menjemput, keduanya masih sempat tersenyum menikmati panorama alam Cunca Wulang. Bersama seorang pemandu lokal bernama Muhamad Muhardin, mereka berjalan menyusuri jalur menuju air terjun sambil mengabadikan momen liburan mereka.
Saat tiba di jembatan gantung kayu yang membentang di atas jurang sungai, kedua wisatawan itu meminta sang pemandu merekam langkah mereka menggunakan telepon genggam.
“Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum ke arah kamera. Mereka bilang, ‘Tolong ambil video kami dari belakang saat kami menyeberang jembatan ini,’” tutur Muhardin dengan suara bergetar.
Tak ada yang menyangka, video yang seharusnya menjadi kenangan indah perjalanan mereka justru berubah menjadi rekaman detik-detik terakhir kehidupan keduanya.
Baru beberapa meter melangkah di atas jembatan, terdengar suara patahan keras memecah suasana tenang kawasan wisata itu.
“Tiba-tiba terdengar bunyi kayu patah sangat keras seperti pohon tumbang. Setelah itu jembatan langsung ambruk total,” ungkap Muhardin sambil menahan syok.
Dalam hitungan detik, kedua turis itu terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ke dasar sungai berbatu. Tubuh mereka menghantam bebatuan keras tanpa sempat menyelamatkan diri.
Jeritan histeris pecah di lokasi kejadian. Pemandu wisata dan warga sekitar berusaha memberikan pertolongan, namun benturan keras di bagian vital tubuh membuat nyawa kedua korban tidak tertolong.
Tim SAR Gabungan bersama personel Polsek Sano Nggoang langsung diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena medan menuju dasar sungai sangat curam, licin, dan sempit.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah kedua korban dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Pratama Komodo untuk menjalani visum luar.
Peristiwa tragis ini langsung memicu penyelidikan serius dari pihak kepolisian terkait kelayakan infrastruktur wisata dan dugaan kelalaian pengelola.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama.
“Kami tidak main-main dengan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Manggarai Barat,” tegasnya.
Polisi memasang garis polisi di area pintu masuk wisata dan di kedua sisi jembatan yang ambruk guna mengamankan lokasi kejadian.
“Prioritas utama kami adalah mengevakuasi korban dan mengamankan TKP agar seluruh bukti fisik tetap terjaga,” jelas Christian Kadang.
Saat ini, Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat masih melakukan olah TKP untuk memeriksa kondisi teknis jembatan dan menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian.
“Kami juga akan memanggil pihak pengelola wisata Cunca Wulang untuk dimintai keterangan terkait standar keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur yang diterapkan selama ini,” tambahnya.
Karena korban merupakan warga negara asing, Polres Manggarai Barat juga telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri serta Kedutaan Besar Austria di Jakarta terkait pengamanan barang pribadi korban dan proses pemulangan jenazah.
Pasca tragedi memilukan tersebut, objek wisata Air Terjun Cunca Wulang resmi ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Momen liburan yang diawali dengan tawa, senyum, dan keindahan alam itu kini berubah menjadi duka mendalam yang meninggalkan luka bagi keluarga korban, warga sekitar, dan dunia pariwisata Manggarai Barat.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












