Ratusan Knalpot Brong Hasil Sitaan Polisi Disulap Jadi Patung Komodo Raksasa di Labuan Bajo

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

500 knalpot brong hasil sitaan polisi disulap jadi patung Komodo Raksasa di Mako Polres Manggarai Barat (Dok.istimewa)

500 knalpot brong hasil sitaan polisi disulap jadi patung Komodo Raksasa di Mako Polres Manggarai Barat (Dok.istimewa)

Flobamor.com – Ratusan knalpot brong yang selama ini identik dengan pelanggaran lalu lintas dan sumber kebisingan di jalan raya kini memiliki wajah baru. Sebanyak 500 knalpot brong hasil sitaan Satlantas Polres Manggarai Barat disulap menjadi sebuah patung Komodo raksasa yang berdiri megah di depan Markas Komando (Mako) Polres Manggarai Barat.

Patung setinggi tiga meter dengan panjang enam meter itu langsung mencuri perhatian masyarakat dan wisatawan yang melintas di kawasan Kampung Ujung, salah satu pusat wisata kuliner dan aktivitas malam di Labuan Bajo.

Bentuknya yang unik dengan material utama berupa knalpot bekas menjadikan patung tersebut bukan hanya sebagai karya seni, tetapi juga simbol kreativitas dalam menyampaikan pesan tertib berlalu lintas kepada masyarakat.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan pembangunan patung Komodo dari knalpot brong merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dalam penegakan hukum.

BACA JUGA:  Viral! Warga Segel Tempat Hiburan Malam di Labuan Bajo, Protes Musik Bising hingga Tengah Malam

Menurutnya, selama ini knalpot non-standar menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat dan wisatawan karena menimbulkan kebisingan yang mengganggu kenyamanan, terutama di kawasan wisata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak melulu soal tindakan kaku atau hukuman yang menakutkan. Ada nilai edukasi yang juga bisa disampaikan melalui cara-cara kreatif seperti ini,” kata Christian, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, pemilihan Komodo sebagai bentuk patung bukan tanpa alasan. Selain merupakan satwa endemik kebanggaan Nusa Tenggara Timur, Komodo juga menjadi simbol utama pariwisata Labuan Bajo yang telah dikenal dunia.

“Melalui patung Komodo dari knalpot brong ini, kami ingin mengirimkan pesan edukasi yang kuat namun humanis. Setiap lekuk tubuh patung ini membawa pesan bagi para pengendara agar bersama-sama menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan berlalu lintas demi ketenangan masyarakat serta wisatawan yang datang ke Labuan Bajo,” ujarnya.

BACA JUGA:  Publik Dibuat Heboh! Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu dan Sosok Gadis 19 Tahun Kembali Viral, Ternyata...

Ratusan knalpot yang digunakan dalam pembangunan patung tersebut merupakan hasil penertiban Satlantas Polres Manggarai Barat dalam berbagai operasi lalu lintas selama beberapa tahun terakhir.

Alih-alih dimusnahkan, barang sitaan itu didaur ulang menjadi instalasi seni yang memiliki nilai edukatif, estetis, sekaligus bernilai ekonomi kreatif.

Proses pengerjaan patung melibatkan pengrajin dan tukang las lokal asal Labuan Bajo, Haji Zaeb dan Benyamin. Keduanya membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi untuk menyusun ratusan potongan knalpot menjadi sosok Komodo yang proporsional dan tampak hidup.

BACA JUGA:  Penyaluran Bantuan Pascagempa di Kecamatan Lembor Berjalan Bertahap dari Desa ke Desa

Haji Zaeb mengaku proses pengerjaan tidak mudah karena setiap knalpot memiliki bentuk, ukuran, dan lengkungan yang berbeda.

“Menyatukan ratusan pipa besi knalpot yang meliuk-liuk agar bisa membentuk anatomi tubuh Komodo yang proporsional itu sangat menantang,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku bangga bisa terlibat dalam proyek yang menurutnya memiliki nilai sejarah bagi Labuan Bajo.

“Ini bukan sekadar mengelas besi tua. Kami sedang menciptakan karya yang punya pesan dan akan menjadi bagian dari wajah kota ini,” katanya.

Sejak dipasang di halaman depan Mako Polres Manggarai Barat, patung Komodo tersebut mulai menjadi magnet baru bagi warga maupun wisatawan. Banyak pengunjung yang sengaja berhenti untuk berfoto dan mengabadikan momen sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan kuliner Kampung Ujung.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi
Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 11:38 WITA

Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 19:53 WITA

Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WITA

RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara

Jumat, 4 September 2026 - 09:37 WITA

Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!