Dampak Kebijakan Pemerintah dan Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok Melambung, Pedagang Pasar Lembor Menjerit

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapak penjualan bahan komoditas dan sembako Pasar Lembor (Foto: Dok.Flobamor.com)

Lapak penjualan bahan komoditas dan sembako Pasar Lembor (Foto: Dok.Flobamor.com)

Flobamor.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dipicu oleh kebijakan pemerintah mulai dirasakan masyarakat di tingkat bawah. Dampaknya tidak hanya meningkatkan biaya transportasi, tetapi juga memicu lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Para pedagang di Pasar Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku semakin tertekan. Biaya operasional terus meningkat, sementara daya beli masyarakat justru menurun. Kondisi ini membuat keuntungan pedagang dan petani semakin tergerus.

Salah seorang pedagang, Geno Veve Gunur’gen (43), mengatakan kenaikan harga BBM telah memukul usaha kecil yang bergantung pada distribusi barang dari petani ke pasar.

“Sejak aturan pemerintah diterapkan dan harga BBM naik, hasil jualan kami tidak lagi mampu menutupi biaya operasional. Petani yang membawa sayuran ke pasar juga tidak memperoleh keuntungan yang layak karena biaya angkut meningkat tajam,” ujar Geno kepada Wartawan Flobamor.com Sabtu (18/7/2026).

BACA JUGA:  Fransisco Bongkar Dugaan Suap Saksi Kunci Kasus Pemerasan Kontraktor di Kupang

Menurutnya, kenaikan ongkos transportasi memicu efek berantai terhadap harga berbagai komoditas, mulai dari cabai, tomat, sayuran, bawang, hingga minyak goreng. Di sisi lain, masyarakat kini lebih selektif berbelanja karena harga kebutuhan pokok terus merangkak naik.

“Kami merugi di tengah harga yang terus naik. Petani juga kesulitan karena biaya kirim semakin mahal. Akibatnya pasokan barang berkurang, sementara pembeli semakin sepi,” katanya.

Geno berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat kecil, khususnya pedagang dan petani.

BACA JUGA:  Fakta Mengejutkan! 556 Kapal Wisata di Labuan Bajo Belum Bayar Pajak Sejak Dua Tahun

“Kami memohon pemerintah memperhatikan nasib masyarakat kecil. Setiap kebijakan yang tidak mempertimbangkan kondisi rakyat akan semakin menyulitkan kami. Jika harga BBM terus naik dan penagihan pajak semakin ketat, kami khawatir tidak mampu lagi menjaga pasokan dari petani,” ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lain yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia menilai penerapan Pergub yang diikuti penagihan pajak lebih ketat, ditambah kenaikan BBM, membuat beban usaha semakin berat.

“Sejak Pergub diberlakukan, penagihan pajak terasa lebih ketat. Ditambah harga BBM naik, otomatis harga sayur, cabai, tomat, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya ikut melonjak. Pasokan makin sulit, sementara pembeli terus berkurang,” tuturnya.

BACA JUGA:  Kasus Penganiayaan dan Pengerusakan HP di BRI Lembor Berakhir Damai, Pelapor dan Terlapor Saling Memaafkan

Para pedagang berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap memberatkan masyarakat. Mereka meminta langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta melindungi keberlangsungan usaha pedagang kecil dan kesejahteraan petani.

“Kami berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi kebijakan yang saat ini memberatkan masyarakat kecil. Tolong pikirkan nasib pedagang dan petani. Kami ingin harga kebutuhan pokok kembali stabil, biaya angkut tidak semakin tinggi, dan distribusi hasil pertanian bisa berjalan lancar. Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kami khawatir banyak pedagang dan petani yang tidak mampu lagi bertahan mencari nafkah,” keluh salah seorang pedagang.

Penulis : Bonefasius Jatang

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026
Lagi-Lagi Prabowo Sedih! Banyak Pejabat Ambruk dan Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras
Pesan Tegas Presiden Prabowo: Pejabat Militer, Polisi, dan Jaksa Diminta Introspeksi Diri
Komisi III DPR Ungkap Pesan Prabowo: Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah, Penegak Hukum Harus Solid
Polda Metro Pastikan Emas 74 Kg hingga Uang Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah Asli
MPLS SMAN 1 Lembor Berakhir, Sekolah Tanamkan Budaya 5S dan Tegaskan Komitmen Anti Bullying
Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Jalani Pemeriksaan Perdana di Kejaksaan Agung
Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:13 WITA

Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:18 WITA

Dampak Kebijakan Pemerintah dan Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok Melambung, Pedagang Pasar Lembor Menjerit

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:47 WITA

Lagi-Lagi Prabowo Sedih! Banyak Pejabat Ambruk dan Masuk Rumah Sakit karena Kerja Keras

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:03 WITA

Pesan Tegas Presiden Prabowo: Pejabat Militer, Polisi, dan Jaksa Diminta Introspeksi Diri

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:37 WITA

Komisi III DPR Ungkap Pesan Prabowo: Usut Tuntas Kasus Febrie Adriansyah, Penegak Hukum Harus Solid

Berita Terbaru

error: Content is protected !!