Tujuh Hari Pascagempa M7,7, Warga Bea Muring Manggarai Timur Belum Tersentuh Bantuan

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pilu warga Bea Muring. Ditengah keterbatasan, mereka memasak dengan peralatan sederhana di tengah pengungsian, sambil menunggu bantuan yang hingga hari ketujuh pascagempa belum juga tiba. (Foto: Doc.Lastri)

Potret Pilu warga Bea Muring. Ditengah keterbatasan, mereka memasak dengan peralatan sederhana di tengah pengungsian, sambil menunggu bantuan yang hingga hari ketujuh pascagempa belum juga tiba. (Foto: Doc.Lastri)

Flobamor.com — Tangis dan kekecewaan masih dirasakan warga terdampak gempa di Bea Muring, Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Memasuki hari ketujuh setelah gempa bumi besar berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026), sejumlah warga di wilayah tersebut mengaku belum mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Keluhan itu disampaikan seorang warga Bea Muring, Ocik Mirna, melalui unggahan di media sosial Facebook, Jumat (21/8/2026).

Dalam unggahannya, Mirna mengungkapkan bahwa banyak warga di Bea Muring kehilangan tempat tinggal dan terpaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas.

“Di Bea Muring banyak korban yang sudah tidak punya tempat tinggal, tetapi bantuan tak ada yang ke daerah kami,” tulisnya.

Ia juga membandingkan kondisi warga Bea Muring dengan sejumlah wilayah terdampak gempa lainnya yang telah menerima bantuan, termasuk tenda untuk tempat berlindung dan kebutuhan pokok.

BACA JUGA:  Tiga Warga Manggarai Timur Dievakuasi dengan Helikopter Basarnas, Satu Korban Anak Berusia 5 Tahun

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga Bea Muring merasa seolah-olah dilupakan di tengah bencana yang melanda Flores.

“Melihat tenda-tenda nyaman di daerah lain, kami merasa seperti kami bukan warga negara Indonesia,” tulis Mirna dalam unggahannya.

Kekecewaan semakin mendalam karena di media sosial, warga melihat berbagai bantuan terus berdatangan ke sejumlah wilayah terdampak gempa. Namun, menurut pengakuannya, bantuan serupa belum juga sampai ke Bea Muring.

Warga menyebut, kebutuhan yang sangat mendesak saat ini antara lain terpal atau tenda pengungsian, beras, mi instan, air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya.

“Sudah hari ke-7 pascagempa besar 7,7, kami seperti anak yatim piatu,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ia bahkan mempertanyakan kehadiran pemerintah bagi warga Bea Muring yang juga merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BACA JUGA:  Bambu Asal Manggarai Barat Resmi Menembus Pasar Dunia, 15 Ribu Batang Diekspor ke Polandia

“Apakah kami warga negara lain? Apakah kami bagian dari NKRI?” tulisnya.

Salah satu rumah milik Gaspar Junaidi, warga Bea Muring, Desa Leong, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT) ratah dengan tanah akibat Gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, Sabtu (15/8). Foto: Doc. Lastri

Keluhan tersebut menggambarkan adanya keresahan warga terhadap pemerataan distribusi bantuan pascagempa. Mereka berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun langsung ke Bea Muring untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.

Warga tidak meminta perlakuan khusus. Mereka hanya berharap bantuan yang telah disalurkan ke berbagai wilayah terdampak juga dapat menjangkau kampung mereka.

Pasalnya, di tengah rumah-rumah yang rusak dan warga yang kehilangan tempat tinggal, kebutuhan akan tempat berlindung dan makanan menjadi persoalan yang tidak bisa ditunda.

Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung kini berubah menyisakan puing. Warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat beratapkan terpal seadanya sembari menunggu bantuan yang tak kunjung datang. Sungguh miris.

BACA JUGA:  Sebar Konten Provokatif dan Hoaks: 28 Pemilik Akun Medsos Ditangkap Polda Metro Jaya, 10 Jadi Tersangka

Di tengah keterbatasan, mereka memasak dengan peralatan sederhana di tengah pengungsian, sambil menunggu bantuan yang hingga hari ketujuh pascagempa belum juga tiba.

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com masih berupaya menghubungi Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, untuk meminta tanggapan terkait keluhan dan kondisi terkini warga Bea Muring yang belum tersentuh bantuan pascagempa.

Konfirmasi ini dilakukan untuk memperoleh penjelasan pemerintah daerah mengenai kondisi warga serta langkah penanganan dan distribusi bantuan ke wilayah Bea Muring.

Catatan Redaksi: keluhan warga Bea Muring menjadi perhatian dan diharapkan segera mendapat respons dari pemerintah Kabupaten Manggarai Timur maupun pihak terkait.

Pertanyaan warga kini sederhana: setelah tujuh hari Pascagempa berlalu, kapan bantuan akan benar-benar sampai ke Bea Muring?

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo
OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:42 WITA

Gempa M 6,1 Guncang Sumba Barat Daya, Getaran Terasa hingga Labuan Bajo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Berita Terbaru

error: Content is protected !!