Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerusakan jalan hotmix Watu Cie- Deno (Foto:Doc. Flobamor.com)

Kerusakan jalan hotmix Watu Cie- Deno (Foto:Doc. Flobamor.com)

Flobamor.com Pekerjaan peningkatan Jalan Hotmix Watu Cie–Deno, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah bagian jalan yang baru dilapisi hotmix mengalami keretakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat beberapa titik permukaan jalan yang telah dilapisi hotmix terlihat mengalami retak, meski pekerjaan pada ruas tersebut masih berlangsung.

Selain keretakan pada lapisan hotmix, ditemukan pula bagian permukaan aspal cair yang telah disemprot sebelum pelapisan hotmix mengalami pengelupasan.

Kondisi kerusakan pada permukaan aspal cair dan tidak melekat dengan agregat menyebabkan lapisan jalan mudah terkelupas (Foto: DPC.Flobamor.com)
Kondisi kerusakan pada permukaan aspal cair dan tidak melekat dengan agregat menyebabkan lapisan jalan mudah terkelupas (Foto: DPC.Flobamor.com)

 

Pada sejumlah titik, lapisan aspal cair tersebut terlihat tidak melekat pada agregat sirtu. Ketika permukaannya terkelupas, bagian agregat di bawahnya tampak kembali terbuka.

BACA JUGA:  Pria di NTT Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Terhadap Anak Tirinya Sendiri

Kondisi tersebut terlihat di beberapa bagian ruas jalan yang sedang dikerjakan. Sementara itu, pekerjaan peningkatan Jalan Watu Cie–Deno hingga kini masih berlangsung.

Pantauan Flobamor.com di lokasi proyek pada Kamis (17/9/2026) siang menunjukkan kerusakan tersebut saat pekerjaan masih berlangsung.

Di beberapa titik, permukaan hotmix tampak retak dan tidak merata. Material permukaan juga terlihat terlepas ketika kendaraan roda empat melintas.

Saat pantauan dilakukan, pekerja masih mengerjakan di sejumlah titik, termasuk menyemprotkan aspal cair pada lapisan agregat sirtu. Sebagian ruas masih dalam proses pengerjaan, sementara bagian yang sudah dilapisi hotmix sehari sebelumnya telah menunjukkan kerusakan retak karena ketebalan lapisan aspal terlihat sangat tipis.

BACA JUGA:  Pembagian Bantuan PKH di BRI Lembor Ricuh, Warga Diduga Jadi Korban Penganiayaan dan Pengerusakan HP

Proyek Jalan Watu Cie–Deno sebelumnya disorot terkait material agregat yang digunakan. Pada Agustus 2026, Ketua DPRD Manggarai Timur Salesius Medi meminta material tersebut dibongkar dan diganti apabila hasil pemeriksaan membuktikan tidak memenuhi spesifikasi.

Berdasarkan data LPSE Kabupaten Manggarai Timur, proyek peningkatan Jalan Watu Cie–Deno memiliki pagu anggaran Rp14,5 miliar dari APBD II Tahun Anggaran 2026. Pemberitaan sebelumnya menyebut nilai kontraknya Rp14,4 miliar dan dikerjakan CV Odilia.

BACA JUGA:  Kecelakaan Tunggal di Jalur Trans Flores! Sopir Diduga Mengantuk, Lima Penumpang Dilarikan ke Puskesmas Wae Nakeng

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com telah berupaya menghubungi Nining selaku Direktur CV Odilia, yang merupakan kontraktor pelaksana proyek tersebut, untuk meminta klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Namun, hingga berita ini dipublikasikan, belum ada respons atau keterangan yang disampaikan kepada Redaksi.

Redaksi Flobamor.com tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak CV Odilia maupun pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan hak jawab atas pemberitaan ini.

Penulis : Deni

Editor : Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
Bantu Pulihkan Rutan Pascagempa, 171 Warga Binaan Ruteng Diusulkan Dapat Remisi
Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:51 WITA

Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Rabu, 9 September 2026 - 11:38 WITA

Anggaran Rp200 Miliar Bantuan Presiden untuk Korban Gempa NTT Tak Kunjung Disalurkan, Mendagri Sentil Pemda: Bukan untuk Disimpan di Kas Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 19:53 WITA

Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WITA

RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara

Berita Terbaru

error: Content is protected !!