Flobamor.com – Krisis air bersih yang berlangsung selama bertahun-tahun masih menghantui warga Desa Benteng Dewa, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak sedikit, 1.500 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat anak kampung menghadapi persoalan ketersediaan air bersih selam bertahun-tahun. Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan dan mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Di tengah musim kemarau panjang dan kondisi yang belum sepenuhnya pulih pascagempa bumi Flores, persoalan air bersih menjadi tantangan tersendiri bagi warga Desa Benteng Dewa.
Krisis air bersih tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari air minum, memasak, mencuci, mandi hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Keterbatasan air membuat warga terpaksa meluangkan waktu dan tenaga untuk mencari dan mengangkut air menggunakan sepeda motor dengan jarak yang ditempuh sejauh 1 Kilometer melewati jalan rusak demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Di tengah kondisi tersebut, warga memohon kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera mengambil langkah konkret dengan menggali sumur bor dan menyediakan mesin penarik air.
Fasilitas tersebut dinilai dapat menjadi solusi untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara lebih mudah dan berkelanjutan.
Warga berharap pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan air ketika kondisi semakin parah, tetapi juga membangun infrastruktur yang dapat menjadi solusi jangka panjang.
Kepala Desa Benteng Dewa, Robertus Suryanto Rahmat, mengeluhkan persoalan krisis air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di wilayahnya.
Saat ditemui Media Flobamor.com pada Sabtu (24/10/2026) pagi. Ia menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor yang dilengkapi mesin penarik air sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut dapat meringankan beban warga, sehingga mereka tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mencari sumber air bersih.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Kalau bisa, gali sumur bor dan sediakan mesin untuk menarik air. Kami butuh solusi yang bisa digunakan dalam jangka panjang,” ungkap kades Robertus.
Lebih lanjut, Suryanto menjelaskan, sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat anak kampung mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut membuat warga berharap Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat segera turun tangan untuk mencari solusi nyata atas persoalan yang telah lama mereka hadapi.
“Atas nama masyarakat Desa Benteng Dewa, saya sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah agar akses terhadap air bersih dapat terpenuhi secara layak dan berkelanjutan,” pintanya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Dusun Joneng. Mereka berharap kepada Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi atau akrab disapa Bupati Edi segera turun tangan mengatasi krisis air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di Desa Benteng Dewa.
“Kami berharap kepada Bapak Bupati Edi Endi melihat langsung kondisi yang kami alami. Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi kami masyarakat Desa Benteng Dewa. Kami sudah bertahun-tahun menghadapi persoalan ini dan berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” demikian keluhan yang dapat disampaikan warga.
Menanggapi keluhan warga terkait krisis air bersih yang melanda Desa Benteng Dewa, Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan
bahwa pemerintah telah membangun sarana air minum di desa tersebut.
“Tabe, air minum di Desa Benteng Dewa telah dibangun oleh pemerintah. Menjaga dan memelihara aset air minum yang telah dibangun menjadi tugas masyarakat,” kata Bupat Edi dalam pesan WhatsApp kepada Redaksi Flobamor.com saat dikonfirmasi pada Sabtu (24/10/2026) Pagi.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












