Koperasi Florete Diduga Kuasai Tanah Almarhum Matheus Ngarut, Dari Pinjam Pakai Sementara Berujung Sengketa

Jumat, 21 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor lama Koperasi Florete bangun diatas tanah milik almarhum Matheus Ngarut yang berlokasi di Rowang, Kec. Langke Rembong, kab.Manggarai (Foto ist)

RUTENG, FLOBAMOR.COM- Koperasi Florete, salah satu koperasi ternama di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, kini terseret dalam sengketa kepemilikan tanah. Monika Murni, istri almarhum Matheus Ngarut yang merupakan salah satu pendiri koperasi menuding bahwa tanah tempat kantor lama Florete berdiri telah diklaim sepihak oleh koperasi.

Dari Pinjaman Sementara Berujung Sengketa

Menurut Monika, tanah itu sejatinya milik keluarganya dan hanya dipinjamkan sementara sejak 2006, saat koperasi belum memiliki kantor sendiri. “Mama, tanah kita ini dipakai sementara saja, sambil mengumpulkan uang hasil usaha untuk kemudian membeli atau menyewa tanah sendiri,” kenang Monika menirukan ucapan suaminya.

BACA JUGA:  Tinjau Proyek Gedung Perkuliahan FKKH Undana Senilai Rp 49 Miliar Mangkrak , Kejati NTT: Mengkhianati Amanah Publik

Namun, sepeninggal Matheus Ngarut pada Desember 2006, tanah tersebut tetap digunakan oleh koperasi tanpa ada pembicaraan ulang dengan keluarga. Puncaknya, saat koperasi telah membangun kantor baru di Kelurahan Watu, Monika meminta tanah itu dikembalikan.

Namun, jawaban pihak koperasi sangat mengejutkannya. “Kaka, tanah kantor ini adalah aset koperasi, karena tercatat dalam RAT (Rapat Anggota Tahunan),” ujar Ryan, manajer koperasi Florete.

Tak terima dengan klaim tersebut, Monika melayangkan surat resmi menuntut pengosongan lahan. Namun, koperasi membalas dengan menyatakan bahwa tanah itu telah dibeli dari almarhum Matheus Ngarut pada 2005 seharga Rp25 juta.

Monika meradang. “Tak ada angin, tak ada hujan, tak ada surat jual beli, tanpa sepengetahuan saya sebagai istri, tanah ini kok sudah menjadi milik koperasi?” tegas Monika.

BACA JUGA:  Kejagung Tahan Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG, Total Tersangka Jadi Enam Orang

Monika bersikukuh tanah itu tetap milik keluarganya. Apalagi, sertifikat tanah masih ada di tangannya. Jika koperasi tak segera mengembalikan hak mereka, ia siap menempuh jalur hukum.

“Kami ingin tanah ini kembali kepada keluarga, karena ini adalah hak kami sebagai ahli waris,” ujarnya.

Pihak Koperasi Mengklaim “Tanah Itu Aset Florete”

Dikonfirmasi terpisah, Ryan, manajer Koperasi Florete, mengakui dirinya baru menjabat pada 2015 dan tidak mengetahui detail awal mula kepemilikan tanah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa berdasarkan dokumen RAT 2005, tanah itu sudah tercatat sebagai aset koperasi dengan nilai Rp25 juta.

“Tercatat di buku aset berdasarkan hasil RAT tahun 2005. Juga tertuang dalam notulen RAT dan rapat-rapat sebelumnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kejati NTT Bongkar Skandal Keuangan DPRD Kota Kupang Rp5,82 Miliar

Namun, Ryan tak membantah bahwa tidak ada dokumen resmi jual beli atas tanah tersebut.

“Dalam dokumen memang tidak ada surat jual beli,” ujarnya.

Koperasi sempat berusaha menyelesaikan polemik ini dengan Monika secara kekeluargaan pada 2023, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Beberapa kali mereka membuat surat, tapi saya katakan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan begitu saja. Mari kita selesaikan dengan cara kekeluargaan,” ujarnya.

Ryan menegaskan, keputusan akhir tetap berada di tangan rapat pengurus dan anggota koperasi. “Bagaimanapun, kami hanya mengikuti alur yang sudah ada sebelumnya, bahwa tanah tersebut adalah milik koperasi berdasarkan hasil RAT 2005,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB
Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun
Adriano Padama, Mahasiswa UNDIP Asal Alor NTT Dapat Beasiswa S2 Ke Inggris Usai Viral Ngadu Beras Mahal Ke Mentan
Sebar Konten Provokatif dan Hoaks: 28 Pemilik Akun Medsos Ditangkap Polda Metro Jaya, 10 Jadi Tersangka
Wakil Gubernur NTT dan Wakil Bupati Alor Tanggung Biayai Kuliah Adriano, Mahasiswa yang Berani Sampaikan Aspirasi ke Mentan

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:08 WITA

Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:16 WITA

Adriano Padama, Mahasiswa UNDIP Asal Alor NTT Dapat Beasiswa S2 Ke Inggris Usai Viral Ngadu Beras Mahal Ke Mentan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

BERITA TERKINI

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 23:43 WITA

error: Content is protected !!