LSM LPPDM NTT Sesalkan Perekrutan Calon Tamtama TNI AD: Desak Evaluasi Menyeluruh dan Transparansi Seleksi

Jumat, 20 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Angkatan Darat (AD) berencana merekrut 24 ribu prajurit tamtama pada tahun 2025 ini sejalan dengan rencana pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan yang tersebar di seluruh Indonesia

Kupang, Flobamor.com – Ketua Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LSM LPPDM) Nusa Tenggara Timur, Marsel Nagus Ahang, SH, menyampaikan kekecewaannya terhadap rencana perekrutan 24 ribu prajurit Tamtama oleh TNI Angkatan Darat (AD) pada tahun 2025. Menurutnya Ahang, perekrutan tersebut harus dievaluasi secara serius, terutama menyangkut transparansi, pemerataan, dan keberpihakan terhadap putra daerah di wilayah-wilayah terpencil seperti Flores, NTT.

Marsel Ahang yang juga seorang advokat/pengacara dan aktivis menyoroti bahwa meskipun TNI AD berencana membentuk Batalyon Teritorial Pembangunan di berbagai daerah, namun proses seleksi calon tamtama di Kabupaten Manggarai, NTT, terkesan tidak proporsional. Pasalnya, dari sekitar 200 peserta yang mengikuti seleksi tingkat daerah, hanya belasan orang yang berhasil lolos ke tahap seleksi lanjutan di Denpasar, Bali.

BACA JUGA:  Hotel Mawatu Rangkul UMKM Lokal, Angkat Ekonomi Rakyat dan Perkuat Wajah Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

“Bagaimana mungkin daerah seperti Flores, yang sedang diperjuangkan menjadi Korem tersendiri, hanya menyumbang segelintir peserta untuk tahap berikutnya? Ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam sistem seleksi,” ujar Ahang kepada Flobamor.com, Jumat (20/6/2025).

Ahang mendesak Panglima TNI dan jajaran TNI AD untuk mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi kinerja para komandan korem di seluruh Indonesia. Ia menilai, dalam konteks pembentukan Korem baru di Flores, mestinya rekrutmen prajurit lebih berpihak kepada putra-putri daerah agar proses pembinaan teritorial benar-benar menyatu dengan kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat.

“Putra daerah lebih paham adat istiadat, bahasa, dan kondisi geografis. Jangan abaikan hal ini dalam pembangunan pertahanan di wilayah perbatasan dan kepulauan seperti Flores,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Empat Hari Tertimbun Reruntuhan, Nenek Berusia 84 Tahun di Sikka NTT Ditemukan Selamat

Lebih lanjut, Ahang menduga kuat bahwa proses seleksi calon tamtama di sejumlah wilayah merupakan sarat praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Ia mendesak Denpom TNI dan Mabes TNI mengirimkan tim investigasi khusus guna mengusut tuntas dugaan penyimpangan dan permainan dalam proses rekrutmen di seluruh Korem di Indonesia.

“Kami minta Denpom segera turun tangan. Jangan sampai proses seleksi ini justru menindas anak-anak dari keluarga miskin yang sudah berjuang dan berkorban demi bisa mengabdi kepada Negara lewat TNI. Saya menduga ada potensi praktik kecurangan yang merugikan masyarakat kecil,” tegas Ahang.

Sebagai bentuk kekecewaan, Ahang mengungkapkan bahwa putra daerah Manggarai sendiri ikut seleksi calon tamtama dan harus mengeluarkan biaya besar, mulai dari transportasi hingga kebutuhan makan-minum selama masa seleksi. Meski demikian, hasil seleksi justru memunculkan tanda tanya besar soal objektivitas dan keadilan dalam penilaian peserta.

BACA JUGA:  Unika Santu Paulus Ruteng Gelar Wisuda pada 6 Desember 2025, Sebanyak 1.304 Wisudawan Siap Dikukuhkan 

“Ini bukan hanya soal putra daerah yang terlahir dari orang tua tidak mampu. Ini tentang ribuan anak-anak dari daerah terpencil yang punya mimpi menjadi prajurit, tapi kandas karena sistem yang tidak berpihak,” pungkas Ahang.

LSM LPPDM NTT berkomitmen untuk terus mengawal proses seleksi dan siap melaporkan kejanggalan-kejanggalan yang ditemukan ke Komnas HAM maupun Ombudsman Republik Indonesia. Mereka juga akan mendorong adanya forum terbuka antara TNI dan masyarakat sipil guna membangun sistem rekrutmen yang lebih adil, bersih, dan transparan.

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!