Salah Satu Tahanan Kasus Irigasi Wae Ces Meninggal Dunia di Rutan Kelas II B Kupang

Kamis, 17 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang, Flobamor.com – Kabar mengejutkan datang dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kupang. Salah satu tahanan kasus dugaan korupsi proyek Irigasi Wae Ces, John Gomez, dilaporkan meninggal dunia pada Minggu petang, 13 Juli 2025.

John Gomez merupakan salah satu tersangka dalam kasus korupsi proyek rehabilitasi jaringan irigasi Wae Ces 1–4 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, tahun anggaran 2021. Ia menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK II) pada Dinas PUPR Provinsi NTT saat proyek senilai Rp3,8 miliar tersebut dilaksanakan.

BACA JUGA:  ART Asal Manggarai Timur Ditemukan Tewas di Perumahan Elite Makassar, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Selain John Gomez, kasus ini juga menjerat tiga tersangka lainnya, yakni:

A.S. Umbu Dangu, selaku PPK I,

Dionisius Wea, Direktur PT Kasih Sejati Perkasa (rekanan),

Stevanus Kopong Miten, Direktur PT Decont Mitra Consulindo (konsultan pengawas).

Keempatnya ditahan oleh Kejaksaan Tinggi NTT sejak penetapan sebagai tersangka pada Jumat, 9 Mei 2025.

BACA JUGA:  Skandal Dana Komite Rp2,3 Miliar di SMKN 1 Labuan Bajo: Orang Tua Murid Keberatan, Kadis PPO NTT Angkat Bicara

Menurut informasi yang dihimpun Flobamor.com, John Gomez menghembuskan napas terakhirnya di dalam sel tahanan Rutan Kupang sekitar pukul 18.00 WITA. Belum diketahui pasti penyebab kematian almarhum. Jenazahnya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RS Titus Uly) Kupang untuk menjalani proses autopsi.

Juru Bicara Kejati NTT hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa ini.

BACA JUGA:  Nasib 17 Bidang Tanah di Labuan Bajo Masih Menggantung, Muhammad Syair Ungkap Kendala Penerbitan Surat Pengukuhan

Kasus dugaan korupsi proyek Irigasi Wae Ces ini menjadi sorotan publik karena melibatkan anggaran miliaran rupiah untuk kepentingan pertanian masyarakat, namun diduga kuat diselewengkan demi keuntungan pribadi.

Penyidikan terhadap para tersangka masih terus berlanjut. Kejaksaan menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menuntaskan perkara ini hingga ke meja hijau, sekaligus memastikan kerugian negara dapat dipulihkan

Berita Terkait

Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban
Pelukan Terakhir Ibu untuk Bayinya di Bawah Reruntuhan Gempa, Dua Anak Tewas Bersama Sang Ibu di Manggarai Timur
Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng
Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih
Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT
Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB
Update Terkini Gempa M 7,7 NTT: 90 Korban Dievakuasi, 40 Tewas, 1 Masih Tertimbun
Adriano Padama, Mahasiswa UNDIP Asal Alor NTT Dapat Beasiswa S2 Ke Inggris Usai Viral Ngadu Beras Mahal Ke Mentan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:27 WITA

Gerak Cepat Tangani Gempa NTT, Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Bantuan Korban Gempa NTT, Bulog Gelontorkan 10 Ton Beras hingga 1.000 Liter Minyak Goreng

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:13 WITA

Ultimatum PMKRI Ruteng: Pastikan Bantuan Gempa di Flores Adil dan Merata Tanpa Pilih Kasih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:43 WITA

Presiden Prabowo Kirim Bantuan 50 Ribu Sembako untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:47 WITA

Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT, BMKG Catat 235 Kali hingga Pukul 14.00 WIB

Berita Terbaru

BMKG Catat 2.403 Kali Gempa Susulan Guncang Flores hingga 18 Agustus 2026 (foto: Dok.BMKG)

BERITA TERKINI

BMKG Catat 2.403 Kali Gempa Susulan Guncang Flores hingga 18 Agustus

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:16 WITA

error: Content is protected !!