Dugaan Jual Beli Proyek Seret Dua Politikus NasDem Manggarai Barat

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jual beli proyek

Ilustrasi jual beli proyek

Labuan Bajo, Flobamor.com Praktik jual beli proyek yang selama ini hanya beredar sebagai bisik-bisik di lingkaran terbatas akhirnya mencuat ke ruang publik. Isu panas ini menyeret dua nama politisi Partai NasDem yang kini menjadi sorotan usai kontestasi Pilkada Manggarai Barat.

Dua legislator NasDem, Yopi Widiyanti, Anggota DPRD sekaligus Ketua DPD NasDem Manggarai Barat dan Martinus Mitar, Anggota DPRD Partai NasDem Manggarai Barat, diduga menerima setoran uang dari seorang pengusaha berinisial Baba T, dengan nilai mencapai Rp500 juta. Dana tersebut disebut-sebut terkait skema “jual beli proyek” sebagai jatah politik jika calon yang mereka dukung memenangkan Pilkada.

Dugaan ini diungkapkan oleh Marsel Nagus Ahang, Ketua Lembaga Pengkaji dan Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM). Ia menyampaikan detail kronologi yang mengarah pada dugaan keterlibatan kedua politisi NasDem tersebut dalam transaksi proyek bernilai besar menjelang Pilkada yang diikuti oleh Edistasius Endi.

BACA JUGA:  APBD Nyaris Tuntas, Masalah Mendasar di Elar Tak Kunjung Selesai: DPRD Kritik Keras Kinerja Pemda Matim

Proyek sebagai “Syarat Join” Jika Kandidat Menang

Dalam penjelasannya, Marsel menyebut ada pertemuan antara Yopi Widiyanti dan Martinus Mitar dengan dua pengusaha yaitu Baba R dan Baba T yang ditawari paket proyek apabila kandidat yang mereka dukung memenangkan Pilkada.

“Yopi waktu itu bertemu Baba R dan Baba T. Mereka dijanjikan proyek jika kandidat menang. Tapi nyatanya hanya omong kosong,” ujar Marsel kepada Flobamor.com, Sabtu (15/11/2025).

Menurut Marsel, janji itu bukan hanya berupa peluang proyek, tetapi dikemas sebagai bagian dari “kesepakatan politik” yang seharusnya ditebus dengan dana yang diminta para politisi.

Hal yang membuat dugaan ini semakin mencolok adalah pernyataan Marsel bahwa nama Bupati Edistasius Endi juga turut dicatut dalam proses lobi, seolah-olah bupati memberi restu atas skema tersebut.

BACA JUGA:  Kades dan Perangkat Desa di Manggarai Barat Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa Mencapai Rp 1 Miliar

“Nama bupati dipakai sebagai nilai jual, supaya pengusaha percaya dan berani setor dana,” ujarnya.

Pertemuan Klarifikasi di Rumah Jabatan Ketua DPRD

Marsel mengungkapkan bahwa permasalahan ini sempat dibawa ke sebuah pertemuan klarifikasi langsung dengan Bupati Edistasius Endi. Pertemuan itu digelar di rumah jabatan Ketua DPRD Manggarai Barat yang saat itu dijabat oleh Marten Mitar (periode 2021–2024).

“Saya dan Baba R bertemu bupati di rujab Ketua DPRD untuk selesaikan persoalan itu,” kata Marsel.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Marsel, Bupati Endi membantah keras adanya instruksi atau restu dari dirinya untuk meminta uang kepada para pengusaha, apalagi dengan dalih imbalan proyek.

“Di depan kami, bupati Edi Endi mengatakan bahwa tidak benar menyuruh Yopi dan Marten minta uang ke Baba R dan Baba T,” tegas Marsel.

BACA JUGA:  Grand Opening The Ninonk Cafe di Labuan Bajo Resmi Dibuka: Meriah dan Jadi Tempat Nongkrong Favorit Baru

Skema Politik – Proyek? Jejak yang Masih Terus Disorot

Kendati bantahan telah disampaikan langsung oleh Bupati Endi, rangkaian dugaan yang disampaikan Marsel membuka kembali wacana lama mengenai hubungan antara kekuasaan politik dan akses terhadap proyek pemerintah di Manggarai Barat.

Beberapa pihak menilai bahwa praktik semacam ini, jika terbukti benar, berpotensi menjadi pola yang merusak persaingan politik, memonopoli akses proyek, serta mengorbankan transparansi dan integritas pemerintahan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Edi Endi,  Yopi Widiyanti, dan  Martinus Mitar, belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan yang dilontarkan Marsel. Redaksi Flobamor.com telah mengirimkan pesan via WhatsApp kepada Martinus Mitar dan Yopi Widiyanti untuk mendapatkan tanggapan lebih lengkap. Namun pesan yang disampaikan Redaksi Flobamor.com tak kunjung direspon.

Berita Terkait

Camat Lamba Leda Pantau Langsung Kegiatan TKA Siwa SDI Bea Nanga
Dijanjikan Pasang Meteran Listrik, 29 Warga Desa Watu Baru Ditipu PT Telaga Ende, Rp34,5 Juta Raib
Konfirmasi Berujung Penghinaan, Wartawan Infolabuanbajo Siap Polisikan Guru SD di Ruteng
Jamwas Sidak Kejari Mabar, Kinerja dan Disiplin Jadi Sorotan
Pemerintah Buka 30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Gelombang Penolakan Kuota 1000 Orang Masuk TNK Disorot, APMB Desak Kebijakan Dicabut
Praktik Penimbunan BBM Oplosan di Pringsewu Digerebek, Pelaku Raup Miliaran Selama Dua Tahun
Dewan Pers Tegaskan: Sengketa Media Info Labuan Bajo vs Imam Katolik Diselesaikan Secara Etik, Bukan Ranah Pidana

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 13:52 WITA

Camat Lamba Leda Pantau Langsung Kegiatan TKA Siwa SDI Bea Nanga

Minggu, 19 April 2026 - 12:07 WITA

Dijanjikan Pasang Meteran Listrik, 29 Warga Desa Watu Baru Ditipu PT Telaga Ende, Rp34,5 Juta Raib

Sabtu, 18 April 2026 - 13:09 WITA

Konfirmasi Berujung Penghinaan, Wartawan Infolabuanbajo Siap Polisikan Guru SD di Ruteng

Jumat, 17 April 2026 - 11:31 WITA

Jamwas Sidak Kejari Mabar, Kinerja dan Disiplin Jadi Sorotan

Senin, 13 April 2026 - 15:03 WITA

Gelombang Penolakan Kuota 1000 Orang Masuk TNK Disorot, APMB Desak Kebijakan Dicabut

Berita Terbaru

Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Pantau Langsung Jalannya Kegiatan Tes Kemampuan Anak (TKA) di SDN Bea Nanga (Dok.istimewa)

BERITA TERKINI

Camat Lamba Leda Pantau Langsung Kegiatan TKA Siwa SDI Bea Nanga

Senin, 20 Apr 2026 - 13:52 WITA

Rombongan Tim Inspeksi dari Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Disambut Langsung Kepala Kejari Manggarai Barat dan Jajarannya (Dok.istimewa)

BERITA TERKINI

Jamwas Sidak Kejari Mabar, Kinerja dan Disiplin Jadi Sorotan

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:31 WITA

error: Content is protected !!