Manggarai Barat, Flobamor.com —kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan seorang guru SDI Lengkong Paje, Kecamatan Welak, Manggarai Barat kembali menuai polemik. Pasalnya Seorang siswa kelas I SMP Negeri 6 Welak berinisial IG (13) mengalami memar di mata kanan serta memar di bagian punggung setelah diduga dianiaya oleh guru yang mengajar di SDI Lengkong Paje berinisial SB, pada Rabu (10/12/2025) siang.
Insiden bermula saat IG bersama sejumlah temannya menyalakan petasan sepulang sekolah. Letupan petasan itu diduga mengenai kandang ayam milik SB. Merasa kesal, SB disebut langsung mengejar IG dengan menggunakan sepeda motor.
Dalam kondisi panik, IG dan rekannya berusaha kabur namun terjatuh di aspal. Alih-alih memberi pertolongan, guru tersebut justru diduga menarik kerah baju IG dan memukulnya.
“Dia pukul saya di pipi kanan sampai mata memar. Dia juga putar badan saya sampai saya jatuh lagi, punggung saya sakit kena aspal,” ungkap siswa IG kepada Flobamor.com sembari menunjukkan bekas lebam.
Setiba di rumah, orang tua korban, SH, kaget melihat kondisi anaknya yang penuh luka. Setelah didesak, IG akhirnya mengungkapkan kejadian yang dialaminya, dan mengaku jatuh dan dipukul oleh gurunya berinisial SB. Tak terima, SH yang merupakan orang tua IG langsung mendatangi rumah SB untuk meminta klarifikasi.
Namun niat untuk berdialog justru berubah menjadi keributan. SH mengaku SB menolak berbicara baik-baik dan justru bersikap arogan.
“Saya datang baik-baik. Dia malah marah dengan suara nada tinggi, bilang tidak pukul anak saya, katanya cuma pegang kerah baju,” ujar SH usai membuat laporan di Polsek Lembor, Kamis (11/12/2025).
Situasi memanas hingga SH mengaku tersulut emosi dan memukul SB. Keributan semakin membesar ketika SB bergegas ke dapur dan kembali sambil membawa sebilah pisau.
“Saya bicara baik-baik tapi dia SB langsung berdiri dari kursi, karena saya emosi makanya saya langsung pukul dia di bagian mulut. Habis pukul, dia langsung lari ke dapur ambil pisau dan dia langsung tikam saya. Untung saya cepat tangkap tangan dia, jadi pisaunya tidak kena saya,” tutur SH.
Bentrok tersebut akhirnya dilerai keluarga IG sebelum terjadi hal yang lebih fatal.
Malam harinya sekitar pukul 11.00 Wita. SB mendatangi Polsek Lembor untuk melaporkan SH atas dugaan pengeroyokan.
Saat dikonfirmasi, SB dengan tegas membantah telah menganiaya siswanya berinisial IG.
“Tidak benar. Mereka yang justru melakukan pengeroyokan. Untuk lebih jelasnya, silakan ke Polsek Lembor, karena kami sudah buat BAP,” ujar SB ketika dikonfirmasi Redaksi Flobamor.com pada Kamis (11/12/2025) malam.
Hingga berita ini diturunkan, Polsek Lembor telah menerima laporan dari kedua belah pihak dan tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi peristiwa tersebut.












