Flobamor.com– Polemik pertandingan antara Prima Jaya melawan GPSL Soknar dalam Turnamen Messah Cup III di Pulau Messah, Desa Pasir Putih, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kian memanas.
Pelatih Prima Jaya, Abdalah Faisal, secara terbuka mempersoalkan keputusan wasit yang mengesahkan gol GPSL sekaligus keputusan panitia yang berujung pada diskualifikasi timnya.
Faisal menilai, persoalan tersebut tidak berhenti pada kontroversi gol yang mengubah kedudukan menjadi 2-1. Ia juga mempertanyakan sikap panitia yang menetapkan kemenangan GPSL ketika pertandingan masih menyisakan sekitar 15 menit waktu normal.
Menurut Faisal, pihaknya sejak awal tidak meminta gol GPSL dibatalkan ataupun mengubah skor pertandingan. Prima Jaya hanya meminta agar pertandingan dilanjutkan untuk menuntaskan sisa waktu yang belum dimainkan.
“Kami menerima skor 2-1. Intinya, pertandingan harus dilanjutkan karena masih tersisa 15 menit waktu normal,” tegas Abdalah Faisal saat diwawancarai Redaksi Flobamor.com, Minggu (25/10/2026).

Gol GPSL Dipersoalkan, Keputusan Wasit Jadi Sorotan
Faisal menjelaskan, kontroversi bermula pada babak kedua ketika GPSL Soknar mencetak gol saat penjaga gawang Prima Jaya, menurut keterangannya, sedang menguasai bola dengan tangan.
Ia menduga terjadi kontak antara pemain GPSL dan penjaga gawang Prima Jaya yang menyebabkan bola terlepas. Bola tersebut kemudian ditendang pemain GPSL hingga menghasilkan gol.
“Kami melakukan protes karena menilai gol tersebut tidak sah. Posisi penjaga gawang kami sedang menangkap bola, tetapi ada gesekan dari pemain GPSL sehingga bola terlepas dan kemudian ditendang hingga menjadi gol,” jelasnya.
Faisal menilai wasit utama maupun asisten wasit tidak cermat dalam melihat insiden tersebut. Ia berpendapat, kejadian itu seharusnya diperiksa secara saksama sebelum gol disahkan.
Namun, menurut dia, wasit tetap pada keputusannya mengesahkan gol GPSL meskipun Prima Jaya telah menyampaikan keberatan.
“Menurut kami, wasit tidak jeli, baik wasit utama maupun asisten wasit. Kami memprotes karena menilai ada pelanggaran terhadap penjaga gawang, tetapi wasit tetap bersikeras mengesahkan gol itu,” ungkapnya.
Keberatan Prima Jaya kemudian berkembang menjadi polemik hingga ke tingkat panitia penyelenggara.
Faisal mengungkapkan, setelah protes terjadi, persoalan dibawa ke meja panitia. Namun, ia menilai tidak ada penyelesaian yang disepakati bersama oleh kedua tim.
Menurut dia, panitia justru meminta pihak Prima Jaya menandatangani surat berita acara yang menyatakan GPSL Soknar menang dengan skor 2-1, padahal waktu pertandingan belum berakhir.
“Kami menilai keputusan itu sepihak. Bagaimana mungkin pertandingan dinyatakan selesai dan GPSL ditetapkan menang, sementara waktu normal masih tersisa sekitar 15 menit?” kata Faisal.
Ia menegaskan, pihaknya menolak menandatangani surat tersebut karena menilai isinya merugikan tim Prima Jaya dan tidak mencerminkan kondisi pertandingan yang sebenarnya.
Faisal juga menyebut, berdasarkan pengamatannya, surat berita acara itu belum dibubuhi tanda tangan wasit utama, asisten wasit, ketua panitia, maupun kapten Prima Jaya. Menurut dia, tanda tangan yang tercantum hanya kapten GPSL.
Karena keberatan terhadap isi surat tersebut, Faisal mengaku merobek surat berita acara itu.
“Kami menilai isi surat itu sangat jelas merugikan tim kami. Karena itu, saya merobek surat berita acara tersebut,” ujarnya.
Faisal menambahkan, saat itu ketua panitia menyampaikan bahwa permintaan tanda tangan tersebut dimaksudkan agar para pemain GPSL bisa pulang terlebih dahulu.
Ia mengaku mendapat penjelasan dari Ketua Panitia Messah Cup III, Yogi Indrawan, bahwa pertandingan akan dilanjutkan setelah persoalan tersebut mereda.
“Tenang saja Pak Faisal. Nanti mereka (pemain GPSL) pulang dulu, kasihan. Nanti kami kasih kabar untuk melanjutkan pertandingan,” tutur Faisal, mengutip pernyataan Yogi.
Faisal mengatakan, dua hari setelah kejadian, pihaknya mendatangi ketua panitia untuk menanyakan kelanjutan pertandingan sebagaimana yang sebelumnya disampaikan.
Menurut pengakuan Faisal, Yogi awalnya menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan pihak GPSL dan tim tersebut bersedia memainkan 15 menit sisa waktu normal pertandingan.
Namun, Faisal mengaku menerima keterangan berbeda pada malam harinya. Ia menyebut ketua panitia menyampaikan bahwa pihak GPSL tidak menyetujui pertandingan dilanjutkan.
Perubahan keterangan tersebut menambah kekecewaan Prima Jaya. Faisal mempertanyakan mengapa pertandingan yang masih menyisakan waktu tidak diselesaikan di lapangan, tetapi justru berkembang menjadi keputusan administratif yang merugikan timnya.
“Kami tidak mempermasalahkan lagi skor 2-1. Kami hanya meminta pertandingan dilanjutkan sesuai sisa waktu. Mengapa permintaan itu tidak dipenuhi, padahal sebelumnya disampaikan bahwa pertandingan akan dilanjutkan?” tegasnya.
Polemik semakin rumit setelah panitia mengeluarkan surat keputusan tertanggal 24 Oktober 2026 yang menyatakan Prima Jaya didiskualifikasi. Keputusan tersebut membuat GPSL Soknar dinyatakan berhak melaju ke babak delapan besar.
Bagi Prima Jaya, keputusan itu memunculkan persoalan baru. Selain mempertanyakan pengesahan gol GPSL, mereka juga meminta penjelasan mengenai dasar penghentian pertandingan dan alasan penjatuhan sanksi diskualifikasi.
Faisal menilai, keputusan panitia seharusnya mempertimbangkan kondisi pertandingan saat insiden terjadi, termasuk fakta bahwa waktu normal belum habis dan permintaan Prima Jaya adalah melanjutkan pertandingan.
Ia menegaskan, penolakan terhadap keputusan diskualifikasi bukan berarti pihaknya menuntut perubahan skor menjadi 2-1. Menurut dia, yang dipersoalkan adalah tidak dimainkannya sisa waktu pertandingan serta proses pengambilan keputusan oleh panitia.
“Kami tidak meminta kemenangan. Kami menerima skor 2-1, tetapi kami meminta hak untuk memainkan sisa waktu. Jangan sampai keputusan panitia justru menghilangkan kesempatan tim kami menyelesaikan pertandingan di lapangan,” ujarnya.
Ketegangan kini meluas ke seluruh pemain Prima Jaya. Mereka secara tegas meminta panitia memenuhi tuntutan untuk melanjutkan pertandingan melawan GPSL Soknar selama sisa 15 menit waktu normal.
Para pemain menyatakan, apabila tuntutan tersebut tidak diindahkan, mereka meminta Turnamen Messah Cup III segera ditutup.
“Permintaan kami hanya satu, lanjut main dengan GPSL di menit yang tersisa. Kalau tidak, maka kami minta Turnamen Messah Cup III ini segera ditutup,” tegas para pemain Prima Jaya.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












