Labuan Bajo, Flobamora.com – Dugaan praktik prostitusi online di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meresahkan. Kali ini, sebuah penginapan bernama penginapan Galung yang berlokasi di kawasan Sernaru, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, menjadi sorotan setelah tim investigasi Media Flobamor.com menemukan sejumlah indikasi penawaran jasa seksual melalui aplikasi MiChat.
Penelusuran digital yang dilakukan redaksi mengungkap lima akun perempuan yang diduga menawarkan jasa kencan atau Open BO dengan mencantumkan Penginapan Galung sebagai lokasi layanan seksual. Masing-masing akun bahkan mencantumkan kamar berbeda yang berada di lantai satu dan lantai dua bangunan penginapan tersebut.
Temuan ini memunculkan pertanyaan serius mengenai aktivitas yang berlangsung di dalam penginapan tersebut, termasuk sejauh mana pengelola mengetahui atau mengawasi aktivitas para penghuni kamar.
Tak hanya persoalan dugaan praktik prostitusi, fenomena ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi resiko kesehatan masyarakat, terutama penularan penyakit seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang diperoleh redaksi Flobamor.com, tercatat sebanyak 26 kasus sifilis sepanjang periode 2024–2025.
Sementara itu, kasus HIV/AIDS mencapai 174 orang hingga Juli 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia.
Adapun perkembangan kasus HIV/AIDS sepanjang 2026 masih dalam penelusuran redaksi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat.
Lima Akun MiChat Mengarah ke Penginapan yang Sama
Sebelumnya, Informasi awal mengenai dugaan aktivitas tersebut diperoleh dari masyarakat setempat.
Menindaklanjuti informasi itu, tim investigasi Flobamor.com melakukan penelusuran digital melalui aplikasi MiChat dengan mengamati akun-akun yang muncul di sekitar titik lokasi Penginapan Galung.
Hasil penelusuran menemukan lima akun perempuan yang diduga aktif menawarkan jasa kencan melalui fitur percakapan aplikasi MiChat.
Kelima akun itu menggunakan nama Chelsita, Salsa, Cici Komala, Nasya, dan Tiara.
Menariknya, masing-masing akun mencantumkan lokasi layanan pada penginapan yang sama, dengan keterangan kamar berbeda. Ada yang berada di lantai satu dan ada yang berada di lantai dua.
Dalam percakapan melalui fitur sapaan kepada pria yang menghubungi akun tersebut, mereka menawaran tarif untuk layanan kencan singkat. Tarif yang ditawarkan berkisar antara Rp300.000 hingga Rp500.000.
Kesamaan lokasi yang dicantumkan oleh kelima akun tersebut kemudian mendorong tim investigasi melakukan penelusuran langsung ke Penginapan Galung guna memastikan informasi yang ditemukan secara digital.
Saat mendatangi lokasi pada Jumat malam (14/1/2026), Tim investigasi Flobamor.com bertemu dengan seorang perempuan yang memperkenalkan dirinya sebagai Chelsita.
Dalam percakapan dengan wartawan, perempuan tersebut mengaku tinggal di penginapan itu.
Ketika wartawan menunjukkan aplikasi MiChat dan menanyakan apakah lokasi yang tercantum merupakan Penginapan Galung, perempuan tersebut membenarkannya.
“Ini namanya Penginapan Galung Kak,” ujarnya.
Saat ditanya apakah dirinya tinggal di tempat tersebut, ia secara spontan menjawab, “Iya.”
Selanjutnya, ia bahkan kembali menunjuk tampilan aplikasi MiChat yang diperlihatkan wartawan.
“Yang ini toh? Ini Penginapan Galung,” ungkap Chelsita.
Tidak berhenti di situ, ketika tim investigasi hendak meninggalkan lokasi, perempuan tersebut justru menawarkan agar wartawan berkencan dengan temannya yang berada di kamar berbeda.
“Mau nggak sama teman aku?” ujarnya sembari menunjukkan kamar rekannya yang berada di lantai satu.
Percakapan tersebut menjadi bagian dari temuan investigasi lapangan yang memperkuat indikasi adanya penawaran jasa kencan di lokasi tersebut.
Pemilik Penginapan Mengaku Tidak Tahu
Saat dikonfirmasi Redaksi Flobamor.com pada Sabtu (31/10/2026), pemilik Penginapan Galung, Ardi Dahim, melalui putranya bernama Doni mengaku tidak mengetahui adanya dugaan aktivitas penawaran jasa kencan berbayar melalui aplikasi MiChat yang mengarah ke penginapannya.
Ia berdalih selama ini menganggap para penghuni kamar sebagai tamu penginapan pada umumnya.
“Saya sama sekali tidak tahu om, karena saya pikir semua seperti tamu menginap pada umumnya,” Kata Doni melalui via pesan WhatsApp kepada Media Flobamor.com
Pernyataan tersebut menjadi klarifikasi dari pihak pemilik di tengah temuan lima akun MiChat yang mencantumkan Penginapan Galung sebagai lokasi layanan kencan berbayar.
Meski demikian, redaksi masih berupaya menggali lebih jauh sistem pengawasan dan pengelolaan kamar di penginapan tersebut.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Flobamor.com












