Kades Sewar Dilaporkan ke Kejaksaan Atas Dugaan Korupsi Dana Desa

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kasi Intel Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, Ngurah Agung Asteka Pradeea Artha, S.H.

Labuan Bajo,  Flobamor.com —Dugaan praktik korupsi Dana Desa (DD) kembali mencuat di Kabupaten Manggarai Barat. Kali ini, Kepala Desa Sewar, Kecamatan Welak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Fabianus Asman, resmi dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai Barat atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa sejak tahun anggaran 2019 hingga 2024.

Laporan ini disampaikan langsung oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Sewar yang meminta identitasnya dirahasiakan. Pelaporan dilakukan pada Rabu siang (11/6/2025) sekitar pukul 11.30 WITA, dengan membawa bukti dan dokumen pendukung yang menyoroti sejumlah penyimpangan serius dalam pengelolaan keuangan desa.

Pantauan Media Flobamor di kantor Kejari Mabar, pelapor menyerahkan sejumlah dokumen terkait dugaan Korupsi Dana Desa Sewar. Laporan tersebut diterima langsung kasi Intel Kejari Mabar, Ngurah Agung Asteka Pradeea Artha, S.H

Berikut Rangkaian Dugaan Penyelewengan Dana Desa Sewar

1. Bantuan Langsung Tunai (BLT): Fiktif dan Tak Tepat Sasaran

Data penerima BLT diduga fiktif, termasuk nama-nama warga yang telah meninggal dunia.

BACA JUGA:  Dua Pejabat Bank NTT Ditahan, Kasus Kredit Bermasalah Rugikan Negara Rp3 Miliar

Empat orang perangkat desa, yang tidak berhak menerima, justru masuk daftar penerima BLT.

Pemotongan rutin sebesar Rp100.000 dilakukan terhadap setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sejak 2019 hingga 2024.

Tahun 2022, dari 98 KPM dengan anggaran Rp88,2 juta, dipotong Rp100.000 per KPM. Dana hasil potongan dan penerima fiktif diduga mengalir ke kantong pribadi kepala desa.

2. Proyek Fisik Sarat Kecurangan

Pembangunan jalan telford tahun 2023 diduga tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Proyek jalan lapen di Kampung Sewar mengalami pengurangan volume dan penggunaan material berkualitas rendah.

Penggusuran gang baru dan pembangunan fondasi lapangan tahun 2024 dinilai tidak transparan dan menyimpang dari RAB.

Proyek dikerjakan oleh pihak luar desa, tanpa melibatkan warga lokal. Ironisnya, papan proyek baru dipasang setelah pekerjaan selesai dan hanya bertahan tiga hari.

3. Dana Pemberdayaan Tidak Jelas

Dana bantuan ternak babi tahun anggaran (2024) dan bantuan rumah layak huni tahun (2023) tidak jelas realisasi dan pertanggungjawabannya.

Seluruh dana pemberdayaan dikelola secara sepihak oleh kepala desa, tanpa keterlibatan tokoh masyarakat.

BACA JUGA:  Kejati NTT Dampingi Desa Oebelo: Pastikan Dana Desa Dikelola Akuntabel dan Bebas Risiko Hukum

4. Kantor Desa Beralih Fungsi: Rumah Pribadi Kades Jadi Kantor Desa

Kantor desa yang dibangun pada tahun 2016 kini dialihfungsikan menjadi gedung PG PAUD.

Sementara itu, rumah pribadi kepala desa dijadikan kantor desa tanpa kejelasan dasar hukum atau musyawarah.

Terdapat alokasi anggaran sewa gedung PAUD sebesar Rp3 juta per tahun, yang juga diduga dikorupsi.

PAUD mulai aktif sejak 2021, namun pengelolaan anggaran operasional dan gaji guru tidak transparan. Selain itu anggaran untuk pembangunan PG PAUD tidak jelas realisasinya.

5. Pengelolaan Dana Desa Tidak Transparan.

Seluruh proyek dan kegiatan desa dikelola langsung oleh kepala desa, tanpa melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), atau tokoh masyarakat.

Tidak ada keterbukaan informasi kepada publik soal aliran dana desa.

Demikian poin -poin yang disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat dikutip Flobamor.com

Dia Minta Kejaksaan Bertindak Tegas

Pelapor berharap Kejari Manggarai Barat segera menindaklanjuti laporan ini.

“Saya sebagai bagian dari masyarakat Desa Sewar meminta agar Kejari segera memanggil dan memeriksa Kepala Desa Sewar Fabianus Asman. Dugaan korupsi ini sudah berlangsung lama dan sangat merugikan masyarakat kecil,” ungkap pelapor.

BACA JUGA:  Pemuda 17 Tahun di Labuan Bajo Diduga Dikeroyok dan Diculik, Korban Disekap di Rumah Warga

Menurutnya, dugaan korupsi yang dilaporkan bukan hanya menyangkut kerugian keuangan negara, tapi juga menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa.

Kejaksaan: Laporan Sudah Diterima

Kasi Intel Kejari Manggarai Barat, Ngurah Agung Asteka Pradeea Artha, S.H., menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut.

“Kami terima laporannya dan langsung kami sampaikan ke Kepala Kejaksaan untuk disposisi,” ujar Agung kepada Flobamor.com di kantor kejari Mabar pada Rabu (11/6/2025).

“Kami akan telaah terlebih dahulu. Kami juga minta agar pelapor menyampaikan pengaduan ke Inspektorat,” tambah Agung.

Tuntutan Transparansi dan Audit Menyeluruh

Pelapor mendesak agar Kejaksaan segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran Dana Desa Sewar, khususnya sejak tahun anggaran 2019-2024. Kasus ini diharapkan menjadi titik awal untuk membersihkan tata kelola pemerintahan desa dari praktik korupsi.

Hingga Berita ini dipublis, Redaksi Flobamor.com sudah berupaya menghubungi Kepala Desa Sewar, Fabianus Asman untuk dimintai tanggapannya, namun kontak telepon yang bersangkutan sedang tidak aktif.

Berita Terkait

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan
Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Sabtu, 19 September 2026 - 18:55 WITA

Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Selasa, 8 September 2026 - 19:53 WITA

Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!