Kehadiran Indomaret di Labuan Bajo, Ancaman Nyata bagi UMKM Lokal

Selasa, 21 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan Indomaret yang berlokasi di Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat (foto//Flobamor.com)

LABUAN BAJO, Flobamor.com Bayangan kelam menghantui pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Labuan Bajo. Pembangunan gerai Indomaret di wilayah Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu keresahan dan kecurigaan adanya dugaan konspirasi gelap dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat.

Dalam tempo kurang dari satu tahun, Indomaret ini mulai membangun 10 unit gerai bangunan sekaligus di Labuan Bajo. Langkah cepat ini dinilai menutup ruang gerak pengusaha lokal yang selama ini bertahan hidup dari usaha kecil.

Indomaret yang berlokasi di Marombok, Desa Golo Bilas, dijadwalkan beroperasi mulai 30 Oktober 2025, namun sebelum beroperasi, dampaknya sudah terasa ketakutan dan kecemasan di kalangan pedagang kecil.

Pantauan Flobamor.com di lokasi, Selasa (21/10/2025), bangunan ritel modern Indomaret yang berlokasi di Marombok telah berdiri megah di tepi jalan utama. Sejumlah pekerja tampak sibuk merampungkan tahap akhir, mulai dari pasang plafon hingga pemasangan rak dan pendingin ruangan.

Tak hanya Indomaret, bangunan Megah Zasgo Mart yang telah lama beroperasi di Marombok membuat pedagang kecil semakin dikucilkan.

BACA JUGA:  Pemerintah Buka 30 Ribu Lowongan Manajer Kopdes Merah Putih, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Namun di balik kemegahan itu, rintihan suara dari pengusaha kecil di wilayah itu mulai bergetar ketakutan.

“Kami ini jual kebutuhan harian seperti sabun, beras, mie instan dan lain-lain. Kalau Indomaret mulai beroperasi, orang pasti lebih pilih belanja di sana karena lengkap dan tempatnya nyaman,” kata Raimon (57), pemilik kios kecil di pinggir jalan utama Marombok, Selasa (21/10/2025).

Raimon mengisahkan, Dulu Semenjak belum ada Zasgo Mart, pendapatan saya mencapai Rp3 juta sampai Rp 4 juta perhari, namun semenjak hadirnya Zasgo Mart, pendapatan saya menurun hingga 1,5 juta juta. Apalagi sekarang, kata Raimon, dengan hadirnya juga Indomaret di Marombok maka pendapatan kami tentu sangat menurun drastis.

“Bukan tidak mungkin kios kami nanti bisa tutup perlahan karena pendapatan semakin menurun drastis. “Jujur saja, Kami hidup dari hasil jualan ini. Kalau sampai sepi, kami bisa rugi besar dan tidak mampu membayar utang di BRI” tambahnya dengan nada cemas.

Kios milik Raimon (foto//flobamor.com)

Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh sejumlah pedagang lain di kawasan itu. Mereka menilai, kehadiran Indomaret, Sasgomart dan Alfamart kerap menjadi “pembunuh senyap” bagi usaha kecil di Labuan Bajo. Harga yang kompetitif, promosi menarik, hingga sistem belanja digital membuat masyarakat beralih ke toko modern.

BACA JUGA:  Direktur CV Accelora Klarifikasi Dugaan Sewa Bendera: Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Proyek

“Pemerintah seharusnya berpihak kepada pedagang kecil. Kami bukan menolak kemajuan, tapi jangan sampai kami rakyat kecil jadi korban,” ujar Hasmi pengusaha kios kecil.

Tidak hanya itu, Sejumlah pelaku UMKM dan warga mendesak pemerintah daerah untuk meninjau ulang izin pendirian gerai Indomaret di wilayah Kecamatan Komodo. Mereka menilai, kehadiran ritel modern seperti Alfamart, Indomaret dan Zasgo Mart, tidak sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal yang selama ini digencarkan pemerintah pusat melalui program Kampung Wisata dan UMKM Naik Kelas.

“Labuan Bajo ini ditetapkan sebagai kawasan pariwisata super prioritas. Harusnya mendorong pengusaha lokal, bukan membuka peluang bagi ritel besar yang bisa mematikan ekonomi rakyat,” tegas Raimon.

Raimon berharap, pemerintah daerah dan pihak terkait perlu mengkaji ulang dampak sosial ekonomi dari investasi ritel modern tersebut sebelum memberikan izin operasi.

Raimon dan beberapa pengusaha kecil berharap agar pemerintah daerah Manggarai Barat mengeluarkan kebijakan yang jelas terkait batasan jumlah dan lokasi ritel modern di Labuan Bajo. Mereka menilai, jika tidak diatur dengan baik, keberadaan ritel seperti Indomaret, Zasgo Mart dan Alfamart, bisa mengubah wajah ekonomi lokal dan mengancam keberlangsungan usaha kecil yang menjadi penopang ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  Dirut CV Accelora Akui Ada Transaksi Jual-Beli Proyek: Fee 3 Persen Jadi Bukti Dugaan Permainan Licik di Balik Skandal Proyek di Manggarai Barat

“Kami bukan anti kemajuan, tapi tolong pikirkan kami yang masyarakat kecil ini. Jangan sampai Indomaret hadir disini, lalu usaha jualan sembako kami mati perlahan,” tutur Raimon sembari matanya menerawang ke arah bangunan Indomaret yang berdiri megah di seberang kios sederhananya.

Tak hanya Indomaret, Zasgo Mart juga telah hadir di Marombok. Dampaknya langsung terasa, dua kios warga terpaksa tutup karena penjualan merosot tajam.

Apri, salah satu warga Marombok, mengaku kios kecil miliknya kini gulung tikar sejak Zasgo Mart beroperasi di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

“Kios saya dan satu orang teman juga sudah tutup akibat hadirnya Zasgo Mart di Marombok. Jujur kami pinjam Dana KUR di Bank untuk buka kios, tapi karena pendapatan kami sangat drastis akibat kehadiran Zasgo Mart sehingga kami sangat sulit membayar utang di BRI,” keluhnya.

Berita Terkait

Staf KPK Ditetapkan jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang saat OTT
Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Diduga Tersandung Kasus Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan
Polres Sikka Tangkap Pencurian Residivis Curanmor hingga Pick Up Lintas Kabupaten
Kejati NTT Tahan 5 Tersangka Korupsi MTN Bank NTT, Kerugian Negara Rp50 Miliar
Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!
Babak Baru Kasus Dugaan Kajari Medan Peras Kontraktor di Kupang, Jamwas Kembali Periksa Sejumlah Saksi
Fokus Pengamanan Eksternal, Polres Manggarai Pastikan Kongres PMKRI Berjalan Aman
Tragedi Berdarah di Papua! Tiga Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, TNI Diserang Saat Evakuasi Jenazah

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:13 WITA

Staf KPK Ditetapkan jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang saat OTT

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:10 WITA

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Diduga Tersandung Kasus Suap Proyek dan Jual Beli Jabatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:15 WITA

Polres Sikka Tangkap Pencurian Residivis Curanmor hingga Pick Up Lintas Kabupaten

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:10 WITA

Kejati NTT Tahan 5 Tersangka Korupsi MTN Bank NTT, Kerugian Negara Rp50 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 21:59 WITA

Sudaryono Nyatakan Perang terhadap Kickback Program MBG: Minta Jatah, Siap-Siap Diproses Pidana!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!