Lembor, Flobamor.com — Proyek peningkatan jalan Lapen menuju SDN Peri, Dusun Peri, Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Manggarai Barat, menuai kritik tajam dari warga. Baru satu minggu selesai dikerjakan, kondisi jalan sepanjang 160 meter itu sudah menunjukkan kerusakan serius dan mudah dicungkil hanya dengan tangan.
Proyek yang bersumber dari Dana Desa Daleng Tahun Anggaran 2025 senilai Rp142.853.000 itu diduga dikerjakan tanpa memperhatikan kualitas. Tidak hanya pada pekerjaan jalan Lapen, pekerjaan pada saluran drainase sepanjang 90 meter dengan pagu anggaran senilai Rp38.170.000 juga dinilai bermasalah. Dinding drainase tampak dibiarkan tanpa acian, sehingga rawan cepat rusak saat tergerus air.

Pantauan langsung media Flobamor.com pada Jumat (12/12/2025) menunjukkan lapisan penetrasi tampak tipis, tidak merata, dan mudah terkelupas. Selain itu, di sejumlah titik pada permukaan jalan bahkan goyang ketika diinjak. Sementara itu, dinding drainase terlihat kasar dan rapuh, menandakan pengerjaan yang jauh dari standar teknis.
Kondisi tersebut memicu kemarahan warga Dusun Peri. Mereka menilai proyek tersebut dikerjakan asla jadi dan lebih mengutamakan mengambil keuntungan, bukan demi keberlanjutan infrastruktur desa.
“Ini pekerjaan tidak bermutu. Kami cungkil sedikit saja langsung lepas. Injak sedikit, lapen goyang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Flobamor.com, Jumat (12/12/2025).
Warga menduga pengerjaan dilakukan asal-asalan dan tidak mengikuti standar mutu.
“Kelihatan sekali ini kerja asal jadi. Seolah yang penting cepat selesai, soal kualitas nomor dua,” tambah warga lainnya dengan nada kesal.
Warga pun mendesak Pemerintah Desa Daleng harus bertanggung jawab. Tidak hanya menuntut perbaikan total, mereka juga meminta Inspektorat Kabupaten Manggarai Barat untuk segera mengaudit penggunaan Dana Desa Daleng dari Tahun 2021 hingga 2025 untuk memastikan tidak ada kejanggalan dalam proses pengerjaan proyek.
“Kami minta proyek ini dikerjakan ulang. Dan Inspektorat harus audit supaya jelas penggunaan anggarannya,” tegas warga.
Hingga berita ini ditayangkan, Media Flobamor.com masih berupaya menghubungi Ketua TPK Desa Daleng untuk dimintai tanggapan terkait indikasi buruknya kualitas pekerjaan proyek tersebut.












