Badan Gizi Minta Tambahan Rp 118 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis 2026

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana mengklaim anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya tidak mencukupi kebutuhan proyek makan bergizi gratis selama satu tahun penuh. (Foto isth)

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hidayana mengklaim anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya tidak mencukupi kebutuhan proyek makan bergizi gratis selama satu tahun penuh. (Foto isth)

Jakarta, Flobamor.com- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengusulkan penambahan anggaran untuk pelaksanaan proyek makan bergizi gratis atau MBG tahun depan sebesar Rp 118 triliun. Lembaga ini sebelumnya mendapat pagu indikatif anggaran 2026 sebesar Rp 217 triliun.

Menurut Dadan, nominal anggaran yang telah ditetapkan itu belum mencukupi kebutuhan lembaganya selama satu tahun penuh. Terlebih lagi, mereka menargetkan sebanyak 82,9 juta anak dan ibu hamil mendapatkan makan bergizi sejak awal tahun.

Dia juga menyinggung kebutuhan penambahan ribuan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).

BACA JUGA:  Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada

“Jadi Rp 217 triliun itu akan habis diserap di akhir Agustus (2026),” kata Dadan usai rapat tertutup bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat, di kompleks Parlemen, Jakarta pada Kamis, 10 Juli 2025.

Perhitungan itu, kata Dadan, menggunakan asumsi tiap bulannya memerlukan anggaran Rp 25 hingga Rp 26 triliun. “Maka dari September hingga Desember (2026), kami akan membutuhkan tambahan anggaran. Sama seperti yang terjadi tahun ini,” ucap Dadan.

BACA JUGA:  Dari Jenderal hingga Aktivis, Presiden Prabowo Subianto Lantik 6 Tokoh Perkuat Kabinet

Dalam tahun pertama pelaksanaanya di 2025, BGN mendapat total anggaran sebesar Rp 121 triliun. Mulanya anggaran yang dialokasikan untuk BGN untuk menjalankan proyek MBG sebesar Rp 71 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja.

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini kerap mendapat kritik dari masyarakat sipil. Salah satu kritikan terhadap pelaksanaan MBG datang dari Center of Economic and Law Studies atau Celios.

Direktur Kebijakan Publik Celios Media Wahyudi Askar menilai, MBG seharusnya tak dipaksakan untuk seluruh anak, karena tidak tepat sasaran sekaligus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut dia, sebaiknya makan bergizi gratis itu disalurkan hanya bagi anak yang benar-benar membutuhkan, seperti anak yang mengalami malnutrisi dan anak- anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia.

BACA JUGA:  Viral di NTT! Dua Pendukung Argentina dan Spanyol Teken Surat Perjanjian Taruhan Rp420 Juta di Final Piala Dunia 2026

“Dengan skema penyaluran saat ini, penerima MBG juga banyak dari kelas menengah atas. Jadi fiskal negara terbuang percuma tapi tidak tepat sasaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik
DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan
Gubernur Melki Lantik Hans Sodo Jadi Sekda NTT Ditengah Duka Pascagempa Flores
392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos
Berbagi Kasih Ditengah Pascagempa, Babinsa Koramil Lembor Hadirkan Senyum untuk Anak-anak Terdampak
Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten
Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:53 WITA

Aktivitas Gunung Anak Ranakah Manggarai Meningkat, Naik Level Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 10:30 WITA

HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:50 WITA

DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:59 WITA

Gubernur Melki Lantik Hans Sodo Jadi Sekda NTT Ditengah Duka Pascagempa Flores

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:21 WITA

392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos

Berita Terbaru

error: Content is protected !!