Viral! Sopi Ilegal Dijual Bebas di Dila Tedeng Mart Lembor, Warga Pertanyakan Pengawasan Aparat

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dila Tedeng Mart, Tempat Penjualan Sopi Ilegal (Dok.Flobamor.com)

Dila Tedeng Mart, Tempat Penjualan Sopi Ilegal (Dok.Flobamor.com)

Flobamor.com, Lembor Penjualan minuman keras tradisional jenis sopi secara bebas dan diduga tanpa izin di Dila Tedeng Mart, yang berlokasi di Malawatar, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan warga dan para pengunjung.

Aktivitas penjualan sopi tersebut diketahui sudah berlangsung lama dan terbuka. Bahkan, ratusan botol minuman keras jenis sopi tampak dipajang di rak penjualan dan berbagai jenis minuman beralkohol lainnya, sehingga memicu perhatian masyarakat yang datang berbelanja.

Sejumlah pengunjung mempertanyakan lemahnya pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal di wilayah tersebut. Mereka menilai, jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi itu berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kalangan anak muda.

BACA JUGA:  Warga Kesal, Tongkrongan di Halaman Kantor Camat Komodo Dinilai Tak Pantas: Pelayanan Buruk dan Pengunjung Mabuk

“Di tempat ini ternyata banyak jual sopi dan minuman keras lainnya. Tapi kenapa dibiarkan? Sementara selama ini banyak penjual sopi ditangkap polisi,” ujar Roni salah satu pengunjung saat ditemui Flobamora.com di lokasi, Selasa (19/5/2026) sore.

Menurutnya, aparat penegak hukum perlu turun langsung melakukan pengecekan agar tidak muncul kesan adanya pembiaran terhadap praktik penjualan minuman keras tanpa izin.

Pantauan media Flobamora.com di Dila Tedeng Mart, terpantau ratusan botol minum keras jenis sopi terpajang cukup mencolok di dalam gerai dicantumkan dengan hari Rp35.000 per botol. Selain sopi, sejumlah minuman alkohol jenis lain juga terlihat dijual bebas kepada pengunjung.

Kondisi tersebut langsung menuai reaksi dari masyarakat sekitar. Warga berharap aparat kepolisian segera melakukan penertiban demi menjaga ketertiban umum dan mencegah dampak negatif akibat konsumsi minuman keras ilegal.

BACA JUGA:  Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim Resmi Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Leptop
Ratusan botol minuman keras jenis Sopi terpanjang bebas di dalam gerai Dila Tedeng Mart (Dok flobamor.com)

Sementara itu, Yohanes Sudarsono, selaku pemilik gerai Dila Tedeng Mart tersebut, mengakui bahwa penjualan sopi di tempat usahanya memang belum mengantongi izin resmi.

“Kami memang tidak memiliki izin. Jadi kami stop saja jual itu sopi,” ujar Darson saat dikonfirmasi media ini, Selasa (19/5/2026) sore.

Pengakuan dari pemilik Dila Tedeng Mart, Yohanes Sudarsono, bahwa penjualan sopi di gerainya tidak memiliki izin resmi, semakin menguatkan dugaan adanya peredaran minuman keras ilegal secara bebas di gerai tersebut.

Pernyataan itu juga memicu perhatian masyarakat karena aktivitas penjualan dilakukan secara terbuka dengan jumlah yang cukup banyak terpajang di dalam gerai.

BACA JUGA:  Grand Opening The Ninonk Cafe di Labuan Bajo Resmi Dibuka: Meriah dan Jadi Tempat Nongkrong Favorit Baru

Meski telah mengakui tidak mengantongi izin, warga menilai penjualan sopi tanpa legalitas tetap merupakan persoalan serius yang perlu segera ditindaklanjuti oleh aparat berwenang.

Masyarakat berharap pengakuan tersebut tidak berhenti sebatas pernyataan, tetapi diikuti langkah konkret berupa penghentian total penjualan minuman keras ilegal di tempat tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Lembor, IPDA Vinsensius Hardi Bagus, S.I.P saat dikonfirmasi redaksi Flobamor.com terkait dugaan penjualan sopi ilegal di Dila Tedeng Mart, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera memberikan imbauan kepada pengelola usaha tersebut.

“Kami akan berikan himbauan terlebih dahulu,” ujar Kapolsek singkat saat dikonfirmasi, Selasa (19/5/2026).

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pemerasan Jaksa di NTT Terus Bergulir, Kontraktor Ngaku Tak Sanggup Lagi Dijadikan ATM
Program MBG Diperluas ke Lapas, 36 Dapur Ditargetkan Beroperasi Akhir Mei 2026
DPR Kritik Anggaran Kopdes Merah Putih Rp1,6 M, Terlalu Mewah dan Tak Menjawab Kebutuhan Desa
Kemendagri Pastikan 9.000 PPPK di NTT Tak Dirumahkan pada 2027
Usai Diperiksa KPK soal Dugaan Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi Kabur Hindari Wartawan
Usut Dugaan Korupsi, Kejari TTU Geledah Kantor PDAM Tirta Cendana
Diduga Salah Tangkap, Tim Polda NTT Amankan Gula Halus yang Dikira Sabu
Bupati Edi Endi  Lantik 15 Pejabat Eselon II, Tekankan Persatuan dan Percepatan Digitalisasi Birokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:34 WITA

Viral! Sopi Ilegal Dijual Bebas di Dila Tedeng Mart Lembor, Warga Pertanyakan Pengawasan Aparat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:04 WITA

Kasus Dugaan Pemerasan Jaksa di NTT Terus Bergulir, Kontraktor Ngaku Tak Sanggup Lagi Dijadikan ATM

Senin, 11 Mei 2026 - 00:53 WITA

Program MBG Diperluas ke Lapas, 36 Dapur Ditargetkan Beroperasi Akhir Mei 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:14 WITA

DPR Kritik Anggaran Kopdes Merah Putih Rp1,6 M, Terlalu Mewah dan Tak Menjawab Kebutuhan Desa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:19 WITA

Kemendagri Pastikan 9.000 PPPK di NTT Tak Dirumahkan pada 2027

Berita Terbaru

Musrenbang Pemprov NTT di Kupang, Sabtu (9/5/2026) (Dok.istimewa)

BERITA TERKINI

Kemendagri Pastikan 9.000 PPPK di NTT Tak Dirumahkan pada 2027

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:19 WITA

error: Content is protected !!