KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku, Ini Pesan Penting Jampidum untuk Jaksa Se-Indonesia

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, (Kanan mengenakan kemeja warna Putih) saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Kepala Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia yang digelar secara hybrid di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Foto istimewa)

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, (Kanan mengenakan kemeja warna Putih) saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Kepala Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia yang digelar secara hybrid di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/1/2026). (Foto istimewa)

Jakarta, Flobamor.com — Indonesia resmi memasuki babak baru penegakan hukum pidana nasional seiring diberlakukannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru. Dalam momentum penting ini, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, menegaskan peran strategis jaksa sebagai navigator utama transformasi hukum pidana nasional.

Penegasan tersebut disampaikan Jampidum saat memberikan pengarahan kepada seluruh Kepala Kejaksaan Tinggi, Kepala Kejaksaan Negeri, serta Kepala Cabang Kejaksaan Negeri se-Indonesia yang digelar secara hybrid di Gedung Menara Kartika Adhyaksa, Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Dalam arahannya, Prof. Asep menekankan bahwa jaksa tidak sekadar bertindak sebagai penuntut, tetapi juga penjamin tertibnya seluruh proses peradilan pidana di era hukum baru. Mulai dari tahap pra-penuntutan hingga eksekusi, jaksa wajib memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan terbaru dengan tetap menjunjung tinggi perlindungan hak-hak tersangka, terdakwa, terpidana, serta korban.

BACA JUGA:  Baru Setahun Dilantik, 9 Kepala Daerah Era Presiden Prabowo Terjaring OTT KPK, Ini Daftar Lengkapnya!

“Jaksa memegang peran kunci dalam memastikan transisi hukum pidana berjalan adil dan berkeadilan. Salah satu prinsip fundamental yang wajib diterapkan adalah asas lex favor reo,” tegas Asep.

Ia menjelaskan, apabila terjadi perubahan peraturan perundang-undangan setelah suatu tindak pidana dilakukan, maka jaksa wajib menerapkan aturan yang paling menguntungkan bagi pelaku.

Pengarahan kali ini difokuskan pada kesiapan jajaran Korps Adhyaksa dalam mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP. Untuk itu, Jampidum menginstruksikan seluruh jaksa agar menguasai empat parameter utama dalam menentukan aturan yang paling menguntungkan bagi pelaku.

Empat parameter tersebut meliputi:
pertama, dekriminalisasi, yakni penghentian proses hukum apabila suatu perbuatan tidak lagi dikategorikan sebagai tindak pidana.

BACA JUGA:  Kades Sewar Dilaporkan ke Kejaksaan Atas Dugaan Korupsi Dana Desa

Kedua, gugurnya kewenangan menuntut, dengan memperhatikan perubahan alasan pembenar atau pemaaf dalam KUHP baru.

Ketiga, perubahan ancaman pidana, melalui perbandingan lamanya pidana penjara, besaran denda, atau jenis pidana, seperti penjara dibanding pidana kerja sosial.

Keempat, perubahan unsur tindak pidana, termasuk apakah delik menjadi lebih sulit dibuktikan atau berubah menjadi delik aduan.

Selain itu, Asep juga memaparkan pemetaan sembilan skenario transisi perkara guna memastikan ketepatan penerapan hukum materiil dan formil dalam praktik penegakan hukum.

“Secara teknis, pada tahap pra-penuntutan, penuntut umum diwajibkan melakukan pemeriksaan ketat terkait potensi dekriminalisasi, perubahan delik aduan, serta syarat-syarat penuntuta,” ujar Asep.

Pada Tahap II, jelas Asep, penyerahan tersangka dan barang bukti. Jaksa diperkenalkan dengan instrumen baru berupa Berita Acara Penyesuaian Kualifikasi Yuridis sebagai bukti formal penerapan asas lex favor reo, yang melibatkan jaksa, penyidik, serta tersangka atau penasihat hukumnya.

BACA JUGA:  Bongkar Aliran Dana Buzzer, Sidang Perkara Suap Hakim Ungkap Strategi Terorganisir Para Terdakwa

Sementara itu, pada tahap penuntutan, surat dakwaan wajib disusun menggunakan pasal-pasal dari KUHP baru atau undang-undang penyesuaian pidana yang paling menguntungkan bagi terdakwa. Dalam tuntutan (requisitoir), jaksa diminta memprioritaskan alternatif pidana non-penjara, seperti pidana pengawasan atau pidana kerja sosial.

Pada tahap eksekusi, Jampidum mengingatkan bahwa meskipun putusan telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), jaksa sebagai eksekutor tetap berkewajiban menyesuaikan pelaksanaan pidana apabila KUHP baru memberikan ketentuan yang lebih ringan bagi terpidana.

Menutup arahannya, Jampidum menegaskan pentingnya kesamaan persepsi dan pemahaman di seluruh jajaran Kejaksaan guna mengantisipasi berbagai tantangan dan problematika di lapangan.

“Saya berharap kepada seluruh jajaran Pidana Umum mampu bekerja secara cerdas, berintegritas, dan humanis dalam mengawal transformasi besar hukum pidana Indonesia,” pungkasnya.

Berita Terkait

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan
Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak
Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat
Dugaan Korupsi Dana Pilkada Manggarai Barat Rp28 Miliar Masuk Penyidikan, Ruang Komisioner KPU Digeledah Jaksa
RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Sahroni: Gelombang Protes Diprediksi Tetap Membara
HUT Kejaksaan ke-81, Kejati NTT Tegaskan Komitmen Pulihkan Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Minggu, 20 September 2026 - 13:54 WITA

Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 

Sabtu, 19 September 2026 - 18:55 WITA

Janji Bayar Berkali-kali Tak Terwujud, Utang Rp535 Juta dan Dugaan Cek Bodong Seret Yogi Asmaranto ke Polres Mabar Senin Depan

Jumat, 18 September 2026 - 18:51 WITA

Hotmix Baru Sehari, Proyek Jalan Rp14,5 Miliar Watu Cie–Deno Manggarai Timur Sudah Rusak

Sabtu, 12 September 2026 - 19:26 WITA

Jaksa Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada Rp 28 Miliar di KPU Manggarai Barat

Berita Terbaru

Foto: Konferensi Pers APBNKiTA Tahun Anggaran Edisi September 2026

BERITA TERKINI

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026

Minggu, 20 Sep 2026 - 13:11 WITA

error: Content is protected !!