Labuan Bajo, Flobamor.com — Ketua Lembaga Pengkaji dan Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) Marsel Nagus Ahang,S.H, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo dan gelar aksi demo di Polres Manggarai Barat, Kamis (8/1/2026).
Aksi tersebut merupakan bentuk protes keras sekaligus desakan terbuka kepada aparat penegak hukum agar segera menuntaskan kasus tragedi tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), yang menelan korban jiwa dan mengguncang citra pariwisata nasional.
Tragedi laut itu terjadi pada Jumat malam (26/12/2025). Kapal wisata berukuran 27 Gross Ton (GT) tersebut tenggelam di tengah cuaca ekstrem dengan tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai 2 hingga 3 meter.
KM Putri Sakinah diketahui bertolak dari Pelabuhan Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 13.00 WITA dengan membawa 11 orang penumpang.
Mereka terdiri dari seorang wisatawan asing asal Spanyol, Fernando Martín Carreras (44) bersama istri dan empat anaknya yang berusia antara 7 hingga 12 tahun, seorang pemandu wisata, serta empat Anak Buah Kapal (ABK) termasuk kapten kapal.
Rute pelayaran awal menuju Pulau Kambing. Setelah singgah dan makan malam, kapal kembali berlayar sekitar pukul 20.00 WITA dengan tujuan Pulau Komodo atau Pulau Padar. Namun, sekitar 30 hingga 45 menit kemudian, mesin kapal dilaporkan tiba-tiba mati saat melintasi Selat Padar.
Dalam kondisi gelap gulita dan cuaca buruk, kapal dihantam gelombang besar hingga terbalik dan akhirnya tenggelam di perairan sekitar 23 mil laut barat Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Akibat peristiwa nahas tersebut, empat orang penumpang dinyatakan hilang, dan tragedi ini langsung menjadi sorotan publik nasional maupun internasional, mengingat Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata super prioritas Indonesia.
LPPDM Desak Penetapan Tersangka
Dalam orasinya, Ketua LPPDM Marsel Nagus Ahang menyampaikan kritik tajam terhadap penanganan kasus yang dinilainya lamban dan terkesan tidak menyentuh pihak-pihak yang bertanggung jawab secara struktural.
“Kasus ini tidak boleh berhenti di level teknis. Ada tanggung jawab besar yang harus diungkap secara hukum,” tegas Marsel di hadapan massa aksi.
Adapun sejumlah tuntutan tegas yang disampaikan LPPDM, antara lain:
• Mendesak Polres Manggarai Barat dan Polda NTT untuk segera menetapkan tersangka dalam tragedi KM Putri Sakinah, termasuk: Kepala KSOP Labuan Bajo
Pemilik kapal KM Putri Sakinah
Agen perjalanan atau operator wisata
Kapten kapal dan seluruh Anak Buah Kapal (ABK) yang terlibat.
• Mendesak Polres Manggarai Barat untuk segera melakukan penyelidikan khusus terhadap pengurus Forum Komunikasi Keagenan Kapal (FOKAL) Labuan Bajo yang diduga beroperasi secara ilegal dan berperan dalam praktik perizinan pelayaran.
• Mendesak Kementerian Perhubungan RI untuk segera melakukan mutasi terhadap seluruh staf KSOP Labuan Bajo.
• LPPDM juga menduga kuat adanya praktik mafia dan pungutan liar (pungli) dalam proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), perizinan kapal, layanan sandar kapal, hingga dugaan keterlibatan dalam bisnis ilegal pengaturan antrean bongkar muat kapal.
Marsel secara tegas meminta KSOP Labuan Bajo segera mencabut kerja sama dengan Forum Komunikasi Keagenan Kapal (FOKAL) Labuan Bajo. Menurutnya, forum tersebut diduga ilegal dan kuat dugaan konspirasi dengan Kepala KSOP Labuan Bajo.
Meski menyampaikan kritik keras, LPPDM menegaskan bahwa aksi tersebut bukan untuk menghambat sektor pariwisata. Sebaliknya, mereka mengaku mendukung penuh keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo, namun harus dibarengi dengan penegakan hukum yang tegas, transparan, dan berkeadilan.
“Keselamatan wisatawan adalah harga mati. Jika tata kelola pelayaran dibiarkan amburadul, Labuan Bajo akan kehilangan kepercayaan dunia internasional,” ungkap Marsel.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Manggarai Barat maupun KSOP Labuan Bajo belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan LPPDM.












