Miris! Kepala Bulog Ruteng Diduga Salurkan Beras Bantuan Tak Layak Konsumsi

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras (foto Flobamor.com)

Ilustrasi Bantuan Pangan Beras (foto Flobamor.com)

Flobamor.com, Ruteng — Dugaan penyaluran beras bantuan pangan yang tidak layak konsumsi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu kemarahan dan kekecewaan dari masyarakat penerima.

Program bantuan yang seharusnya meringankan beban warga justru berubah menjadi sumber keresahan. Beras yang dibagikan dilaporkan berwarna kuning, berbau, dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Tak hanya itu, warga juga menemukan minyak goreng dalam paket bantuan yang diduga telah melewati masa kedaluwarsa (expired).

Kondisi ini menuai kecaman keras dari Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM) NTT.

Ketua LPPDM NTT, Marsel Nagus Ahang, S.H., secara tegas mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil tindakan.

BACA JUGA:  Disaksikan Presiden, Jaksa Agung Serahkan Uang Pengganti Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi CPO Rp13,2 Triliun ke Menkeu

Ia meminta Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan Badan Pangan Nasional mencopot Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ruteng yang diduga bertanggung jawab atas distribusi bantuan tersebut.

“Kami mendesak Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional segera mencopot Kepala Bulog Ruteng. Sebab ini menyangkut hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pangan yang layak,” tegas Marsel kepada Redaksi Flobamor.com, Jumat (24/4/2026).

Temuan ini terungkap dari sejumlah warga Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong. Sejumlah penerima bantuan mengaku kecewa dan merasa diperlakukan tidak adil.

“Berasnya kuning dan bau, kami tidak berani makan. Ini bantuan atau malah membahayakan kami?” keluh salah satu warga.

BACA JUGA:  Diduga Korupsi Ratusan Juta Dana Publikasi Media, Pegawai Diskominfo Manggarai Diperiksa Polisi

Menurut Marsel, temuan ini menunjukkan adanya dugaan kelalaian serius dalam proses penyimpanan maupun distribusi logistik oleh pihak Perum Bulog Ruteng.

“Ini bukan kesalahan teknis biasa. Ini menyangkut tanggung jawab moral dan hukum. Bantuan untuk rakyat tidak boleh dalam kondisi seperti ini,” ujarnya tegas.

Fakta di lapangan juga diperkuat oleh pengakuan pihak pemerintah setempat. Dalam pertemuan antara tim LPPDM dengan Lurah Watu pada Jumat (24/4/2026), pihak kelurahan membenarkan adanya kejadian tersebut.

Lurah Watu mengakui bahwa pihaknya bersama tim Perum Bulog Ruteng telah menemui warga dan menyampaikan permohonan maaf atas kondisi bantuan yang diterima masyarakat.

“Benar, kami sudah turun langsung ke warga dan menyampaikan permohonan maaf. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bulog,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Pria di NTT Jadi Tersangka Kasus Pelecehan Terhadap Anak Tirinya Sendiri

Namun, bagi masyarakat dan LPPDM, permintaan maaf tidak cukup untuk menutup persoalan ini.
Marsel menegaskan bahwa harus ada langkah konkret dan tegas, termasuk audit menyeluruh terhadap distribusi bantuan pangan di Manggarai.

Selain itu, LPPDM juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan menyelidiki dugaan kelalaian hingga potensi penyimpangan dalam kasus ini.

“Kami tidak ingin persoalan ini dianggap sepele. Jika dibiarkan, rakyat kecil akan terus dirugikan. Ini harus diusut tuntas,” tutup Marsel.***

Penulis: Deni

Editor: Tim Redaksi Flobamor.com

Berita Terkait

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan
KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel
Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka
Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning
Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta
Usia Baru 24 Tahun, Nur Afifah Balqis Pecahkan Rekor Tersangka Korupsi Termuda di Indonesia 
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 506 Triliun hingga Agustus 2026
Belanja Negara Meledak 29%! APBN Agustus 2026 Tembus Rp1.791 Triliun

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:12 WITA

OMK Pax Christi Mbau Muku Sulap Kebun dan Kandang Jadi Siklus Usaha Berkelanjutan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:04 WITA

KPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan hingga Sejumlah Ruangan OPD Disegel

Sabtu, 26 September 2026 - 19:58 WITA

Terjerat Kasus Pungli PBG hingga TPPU, Ini 5 Fakta Bupati Gowa Jadi Tersangka

Rabu, 23 September 2026 - 12:01 WITA

Guru PAUD se-Kecamatan Cibal Barat dan Lelak Dibekali Strategi Kurikulum Berbasis Deep Learning

Senin, 21 September 2026 - 18:40 WITA

Bikin Geger! Petani Sawit Tewas di Gubuk, Ditemukan Kondom hingga Uang Rp15,5 Juta

Berita Terbaru

error: Content is protected !!