Flobamor.com, Borong — Praktik distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal kembali terungkap di Manggarai Timur. Aparat kepolisian dari Unit Jatanras bersama Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Manggarai Timur, berhasil mengamankan 385 liter BBM bersubsidi serta menangkap dua orang terduga pelaku dalam sebuah operasi yang digelar pada Selasa (28/4/2026) sore, sekitar pukul 17.30 WITA.
Penindakan itu berlangsung di Kampung Lame, Desa Golo Lobos, Kecamatan Lamba Leda Selatan, setelah polisi menerima informasi adanya aktivitas mencurigakan terkait pengangkutan BBM dalam jumlah besar.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan puluhan jerigen berisi 280 liter Pertalite dan 105 liter minyak tanah yang diduga diangkut tanpa dokumen resmi.
Selain BBM, polisi turut menyita satu unit mobil pickup bernomor polisi EB 8204 PA yang digunakan sebagai sarana pengangkutan dan dua orang terduga pelaku langsung diamankan tanpa perlawanan.
Keduanya berinisial SH (48), seorang petani asal Tangkul, Desa Rende Nao, yang diduga sebagai pemilik BBM, serta LW (37), karyawan swasta yang berdomisili di Kalimantan Timur dan berperan sebagai sopir kendaraan.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui BBM tersebut dibeli dari SPBU Carep di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan rencananya akan didistribusikan ke wilayah Tangkul. Namun, pengangkutan tersebut diduga tidak dilengkapi izin maupun dokumen resmi, sehingga diduga kuat mengarah pada praktik distribusi ilegal.
Polisi tengah menelusuri apakah aktivitas ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar atau hanya dilakukan secara perorangan.
Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, ketika dikonfirmasi Flobamor.com pada Rabu (29/4) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat luas.
“Distribusi BBM bersubsidi harus tepat sasaran. Setiap bentuk pelanggaran akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penyalahgunaan BBM tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung pada ketersediaan energi bagi masyarakat yang berhak, terutama di wilayah-wilayah yang masih bergantung pada pasokan terbatas.
Saat ini, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Manggarai Timur untuk menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Tipiter.
Polisi juga tengah mendalami alur distribusi BBM termasuk kemungkinan adanya penimbunan atau keterlibatan pihak lain.












