Flobamor.com, Labuan Bajo – Isu dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di wilayah Manggarai Barat akhirnya mendapat klarifikasi tegas dari Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K.
Ia memastikan bahwa tudingan yang menyeret nama salah satu anggotanya tidak berdasar.
Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya kabar yang menyebut adanya oknum anggota Polres Manggarai Barat yang masuk dalam radar penyelidikan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Nusa Tenggara Timur.
Nama seorang perwira dengan inisial IPDA A sebelumnya disebut-sebut terlibat dalam jaringan distribusi BBM ilegal di wilayah Manggarai Raya. Ia bahkan dituding berperan sebagai penghubung antara jaringan tertentu dengan pihak swasta dalam rantai distribusi ilegal tersebut.
Namun, Kapolres menegaskan bahwa setelah dilakukan penelusuran menyeluruh, tudingan tersebut tidak terbukti.
AKBP Christian Kadang menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan kroscek mendalam terhadap informasi yang beredar, termasuk mencocokkan dengan hasil penyelidikan Bid Propam Polda NTT.
“Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa IPDA A tidak memiliki keterkaitan, baik secara personal maupun profesional, dengan pihak-pihak yang sebelumnya telah diamankan dalam kasus BBM ilegal tersebut,” tegasnya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan bahwa klarifikasi ini penting untuk menjaga integritas institusi sekaligus meluruskan informasi yang berpotensi menyesatkan publik.
Meski membantah keras tuduhan terhadap anggotanya, Kapolres menegaskan komitmennya dalam menindak tegas setiap bentuk pelanggaran hukum, termasuk jika melibatkan personel kepolisian sendiri.
“Saya tegaskan, tidak ada ruang bagi pelanggar hukum di institusi ini. Jika di kemudian hari ditemukan ada anggota yang terbukti terlibat dalam praktik ilegal, kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya dengan tegas.
Menurutnya, profesionalisme dan integritas adalah fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.
Di sisi lain, Kapolres juga menunjukkan sikap terbuka dengan mengakui adanya celah dalam pengawasan distribusi BBM yang sempat dimanfaatkan oleh oknum di luar institusi kepolisian.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lolosnya distribusi BBM ilegal di jalur Manggarai Timur hingga Labuan Bajo. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, pihak Polres Manggarai Barat akan meningkatkan pengawasan di jalur distribusi BBM, termasuk memperketat koordinasi lintas instansi dan pengawasan di titik-titik rawan.
Menutup keterangannya, AKBP Christian mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Pastikan sumbernya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian terbuka terhadap laporan masyarakat terkait dugaan praktik ilegal, termasuk penyalahgunaan distribusi BBM.
Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Manggarai Barat dilaporkan tetap kondusif. Aparat kepolisian terus melakukan patroli dan pengawasan intensif guna memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak disalahgunakan.
Dengan langkah tegas dan transparansi yang ditunjukkan, Polres Manggarai Barat berkomitmen menjaga kepercayaan publik serta memastikan penegakan hukum berjalan tanpa pandang bulu.












