Labuan Bajo, Flobamor.com – Tumpukan sampah yang selama ini mengotori pinggir Jalan Pisang, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, akhirnya dibersihkan. Puluhan pemuda dari Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) turun langsung bergotong royong bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat, Sabtu (7/11/2026).
LABUAN BAJO, Flobamor.com – Pemandangan kumuh akibat tumpukan sampah di pinggir Jalan Pisang, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, akhirnya mendapat perhatian. Tak ingin lingkungan terus dikotori sampah, puluhan pemuda dari Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) turun langsung melakukan aksi bersih-bersih bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat, Sabtu (7/11/2026).
Aksi gotong royong ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan salah satu jalur yang ramai dilalui masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo.

Aksi bersih-bersih yang dimulai sejak pagi menyasar sejumlah titik yang selama ini dipenuhi sampah di sepanjang jalan. Dua unit mobil pengangkut sampah milik DLHK turut dikerahkan untuk mengangkut tumpukan sampah yang telah mengganggu kebersihan dan keindahan lingkungan.
Sampah yang ditemukan pun beragam. Mulai dari sampah rumah tangga, sisa aktivitas warung makan, hingga pakaian bekas yang dibuang begitu saja di pinggir jalan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemuda Wae Mata. Pasalnya, Jalan Pisang merupakan salah satu jalur yang cukup ramai dilalui masyarakat, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Labuan Bajo.
Perwakilan OPW, Ibrahim Ndung, yang juga Kepala Desa Terpilih Gorontalo periode 2026–2034, mengatakan aksi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya.
Menurut Ibrahim, kebersihan Jalan Pisang perlu mendapat perhatian serius karena kawasan tersebut menjadi salah satu akses yang kerap dilalui wisatawan.
“Jalur ini sangat ramai dan kalau dilihat sangat mengganggu lingkungan dan pandangan mata. Tidak hanya masyarakat Desa Gorontalo dan Labuan Bajo, jalan ini sering dilalui wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Apa kata mereka kalau lingkungan tidak terjaga,” ujar Ibrahim.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lagi menjadikan pinggir jalan sebagai tempat pembuangan sampah. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Aksi nyata Pemuda Wae Mata bersama DLHK turut mendapat respons positif dan apresiasi dari pengguna jalan.
Ikrawan, salah seorang pengguna jalan yang menyaksikan langsung kegiatan itu, mengapresiasi inisiatif para pemuda yang rela meluangkan waktu untuk membersihkan lingkungan.
Ia berharap gerakan serupa tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Menurutnya, Kesadaran menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan bersama, bukan hanya muncul ketika sampah sudah menumpuk dan mengganggu pemandangan.
“Jangan sampai hari ini dibersihkan, besok sampah kembali menumpuk di tempat yang sama. Saya berharap Jalan Pisang tetap bersih dan tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah sembarangan,” tutur Ikrawan.
Puluhan pemuda Organisasi Pemuda Wae Mata (OPW) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Manggarai Barat, melakukan aksi gotong royong bersihkan tumpukan sampah di pinggir Jalan Pisang, Labuan Bajo, Sabtu (7/11/2026).
Penulis : Deni
Editor : Tim Media Flobamor.com












