Lembor, Flobamor.com – Bau menyengat mengepung kawasan Pasar Lembor, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tumpukan sampah plastik hingga air limbah bekas cucian ikan terlihat berserakan di sekitar area perdagangan.
Pantauan Flobamor.com, Kamis (5/11/2026), menunjukkan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, botol bekas, kardus hingga sampah lainnya, menumpuk dan berserakan di sejumlah titik kawasan pasar.
Tak hanya sampah padat, air bekas cucian ikan juga tampak dibuang sembarangan. Limbah cair tersebut mengalir dan menggenangi area tumpukan sampah.
Kondisi ini memunculkan aroma tidak sedap yang menyengat. Ironisnya, aktivitas jual beli tetap berlangsung di tengah lingkungan pasar yang dipenuhi sampah dan limbah.
Sejumlah pengunjung mengaku terganggu dengan kondisi kebersihan pasar. Bahkan, salah seorang pengunjung mengaku bau busuk yang tercium membuatnya samapi muntah.
“Apakah di pasar ini tidak ada petugas kebersihan? Baunya sampai orang muntah. Jorok sekali,” keluh Ardi kepada Flobamor.com saat ditemui di Pasar Malawatar Lembor, Kamis (5/11).
Menurut Ardi, persoalan kebersihan pasar bukan hanya menyangkut keberadaan petugas kebersihan, tetapi juga kesadaran pedagang dalam menjaga lingkungan.
Ia menyoroti kebiasaan membuang sampah plastik dan air bekas cucian ikan secara sembarangan yang semakin memperburuk kondisi kawasan pasar.
“Kebiasaan membuang plastik dan air bekas cucian ikan sembarangan menjadi salah satu persoalan utama. Apakah tidak ada petugas kebersihan?” ujarnya.
Ardi berharap para pedagang memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, bukan membiarkannya berserakan di sekitar lokasi perdagangan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan kebersihan Pasar Malawatar Lembor. Pengunjung mempertanyakan keberadaan dan kinerja petugas kebersihan, sistem pengangkutan sampah, hingga pengawasan terhadap aktivitas pedagang.
Perhatian turut diarahkan kepada pihak Kecamatan Lembor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait penanganan persoalan sampah di kawasan pasar.
Pengunjung berharap instansi terkait tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret untuk membenahi kondisi kebersihan pasar.
“Saya berharap Pak Camat Lembor, pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan pegawai Disperindag tidak tinggal diam mengatasi persoalan sampah di Pasar Lembor,” tegas Ardi.
Hingga berita ini diterbitkan, Media Flobamor.com telah berupaya menghubungi Camat Lembor, Raymundus Majar, untuk meminta tanggapan terkait persoalan tersebut. Namun, hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi belum mendapat respons.
Penulis : Deni
Editor : Tim Redaksi Media Flobamor.com












