Kelvin Sanjaya (24), pemuda asal Jakarta Barat, tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Labuan Bajo (foto//Flobamor.com)
LABUAN BAJO, Flobamor.com – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Wae Mata, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (22/10/2025) dini hari. Seorang pemuda bernama Kelvin Sanjaya (24), pemuda asal Jakarta Barat, tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya diduga menabrak tembok pembatas jalan di depan Gereja Pentakosta, Kelurahan Wae Kelambu, Labuan Bajo.
Belum diketahui pasti apakah kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal atau melibatkan kendaraan lain. Namun, berdasarkan keterangan sejumlah warga, suara benturan keras terdengar sekitar pukul 23.56 WITA, membuat warga sekitar keluar rumah untuk melihat peristiwa tersebut.
“Saya dengar suara orang teriak dari arah jalan. Begitu saya turun, saya lihat motornya sudah terlempar sekitar 20 sampai 30 meter dari depan rumah saya. Ternyata korban tergeletak di depan rumah saya, berhadapan dengan Kantor Swatisari, di samping Gereja Pentakosta,” ungkap Usman, salah satu warga setempat.
Melihat kondisi korban yang tidak bergerak, Usman bersama warga sekitar segera berinisiatif menolong.
“Intinya kami hanya berusaha bantu. Teman-teman warga langsung turun ke jalan untuk bantu angkat korban ke mobil. Setelah itu kami bawa ke RS Siloam Labuan Bajo,” tambahnya.
Tak lama berselang, petugas dari Satuan Lalu Lintas Polres Manggarai Barat tiba di lokasi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Sayangnya, meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Kelvin Sanjaya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi masih menyelidiki apakah insiden ini murni kecelakaan tunggal atau ada faktor lain yang terlibat.
Peristiwa tragis ini sontak mengundang perhatian warga sekitar, mengingat lokasi kejadian berada di jalur yang cukup padat dan minim penerangan pada malam hari.












