Ende, Flobamor.com – Dunia sepak bola Nusa Tenggara Timur kembali diguncang isu manipulasi dokumen Lisensi pelatih utama klub Persamba Manggarai Barat. Kompetisi bergengsi Liga 4 El Tari Memorial Cup XXXIV 2025 tiba-tiba diwarnai dugaan pemalsuan dokumen oleh klub Persamba Manggarai Barat, yang diduga menggunakan nama dan lisensi pelatih nasional Hasan Basri Lohy tanpa seizin yang bersangkutan.
Dugaan ini mencuat setelah Coach Basri menyaksikan laga Bintang Timur Atambua vs Persamba melalui siaran langsung YouTube, Jumat malam (21/11/2025), dari kediamannya. Ia terperanjat saat Daftar Susunan Pemain (DSP) ditampilkan: namanya tercantum sebagai Pelatih Kepala Persamba, bahkan komentator pertandingan menyebut namanya secara lantang sementara foto pelatih yang muncul bukan dirinya.
“Saya dirugikan. Mereka pakai lisensi saya untuk disahkan di aplikasi SIAP tanpa ada tanda tangan kontrak. Bagaimana bisa mereka sah menggunakan lisensi saya tanpa persetujuan?” tegas Basri kepada saat dihubungi Redaksi Flobamor.com, Senin (24/11/2025).
Ia menyebut manajemen Persamba awalnya berdalih telah mencabut namanya dari sistem, namun faktanya nama tersebut tetap muncul dalam pertandingan resmi.

“Dari awal bilang tidak pakai lisensi saya, tapi tiba-tiba muncul di YouTube bahwa mereka resmi pakai lisensi saya. Berani sekali mereka menggunakan lisensi orang tanpa kontrak kerja.”ujar Basri dengan nada kecewa.
Coach Basri kembali menegaskan bahwa dirinya sangat kaget ketika namanya diumumkan sebagai pelatih kepala Persamba.
“Saya kaget saat melihat nama saya sebagai pelatih kepala Persamba, bahkan foto yang tampil bukan saya. Ini pencatutan yang merugikan.” ungkapnya.
Sebagai mantan pemain PSM Makassar yang kini meniti karier kepelatihan, Basri menyayangkan tindakan tersebut. Ia menduga dokumennya dipalsukan untuk didaftarkan ke Sistem Informasi dan Administrasi PSSI (SIAP).
“Saya tidak punya kontrak apapun dengan Persamba. Namun nama saya tiba-tiba digunakan untuk memenuhi syarat administrasi. Setiap berkas SIAP pasti membutuhkan tanda tangan, dan saya tidak pernah menandatangani dokumen apa pun.” ujar Basri dengan tegas.
Merespons situasi ini, Coach Basri akan mengambil langkah tegas. Ia berencana melapor ke Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) serta Komisi Disiplin (Komdis) ASPROV PSSI NTT.
“Teman-teman pelatih menyarankan agar saya lapor ke APSSI. Saya juga akan melapor resmi ke Komdis PSSI NTT agar kasus ini diusut tuntas. Saya siap memberikan keterangan.” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Flobamor.com masih berupaya menghubungi pihak panitia Liga 4 El Tari Memorial Cup XXXIV NTT 2025 maupun manajemen Persamba untuk dimintai tanggapan dan klarifikasi.
Sementara itu, Ketua ASKAB PSSI Manggarai Barat, Marianus Yono Jehanu, belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut, meskipun redaksi Flobamor.com telah berupaya menghubunginya melalui via telepon, namun tidak digubris.












