Respon Keluhan Warga, Kades Daleng Bersama Polsek Lembor Turun Langsung Monitoring Proyek Lapen di Dusun Peri

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Lembor bersama Pemerintah Desa Daleng Melakukan Monitoring di Lokasi Proyek pekerjaan Lapen dan Drainase yang berlokasi di Dusun Peri, Senin (15/12/2025) Foto: Redaksi Flobamor.com

Kapolsek Lembor bersama Pemerintah Desa Daleng Melakukan Monitoring di Lokasi Proyek pekerjaan Lapen dan Drainase yang berlokasi di Dusun Peri, Senin (15/12/2025) Foto: Redaksi Flobamor.com

Lembor, Flobamor.com — Keluhan warga Desa Daleng terkait dugaan buruknya kualitas pekerjaan jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) dan saluran drainase menuju SDN Peri akhirnya mendapat respons serius. Kepala Desa Daleng bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor dan Pemerintah Kecamatan turun langsung ke lokasi proyek untuk melakukan monitoring dan pengecekan lapangan.

Langkah ini merupakan inisiatif Kepala Desa Daleng, Bonafantura Tantu, yang secara resmi melayangkan surat permohonan monitoring kepada Polsek Lembor dan Pemerintah Kecamatan, menyusul adanya laporan dan protes warga terkait mutu pekerjaan proyek yang bersumber dari Dana Desa Daleng Tahun Anggaran 2025.

Monitoring lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lembor, IPDA Finsen Bagus, bersama sejumlah anggota Polsek Lembor, pada Senin (15/12/2025) siang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap kekhawatiran masyarakat yang menilai proyek lapen dan drainase dikerjakan tanpa memperhatikan standar teknis dan kualitas pekerjaan.

BACA JUGA:  Plt Bupati Pati Salah Baca Pancasila saat Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI

Dari hasil pengecekan di lapangan, ruas jalan lapen sepanjang kurang lebih 160 meter menuju SDN Peri dinyatakan telah dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), meskipun ditemukan beberapa titik dengan kategori kerusakan ringan.

Selain itu, pekerjaan saluran drainase sepanjang 90 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp38.170.000 dinilai telah sesuai RAB dan tidak ditemukan kerusakan.

Respon Keluhan Warga, Polsek Lembor Turun Tangan Monitoring Proyek Lapen di Desa Daleng
Kapolsek Lembor bersama Pemerintah Desa Daleng Melakukan Monitoring di Lokasi Proyek pekerjaan Lapen dan Drainase yang berlokasi di Dusun Peri, Desa Daleng, Senin (15/12/2025) Foto: Redaksi Flobamor.com

Kapolsek Lembor, IPDA Finsen Bagus, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam monitoring tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen untuk merespons keluhan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring berdasarkan inisiasi Pemerintah Desa Daleng, menyusul adanya keluhan warga terkait kualitas pekerjaan proyek lapen dan saluran drainase,” tegas IPDA Finsen Bagus kepada Flobamor.com di sela kegiatan.

Ia menambahkan, penggunaan anggaran negara terlebih Dana Desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.

BACA JUGA:  Seleksi Tamtama TNI AD di NTT Diduga Sarat KKN, LPPDM Desak Panglima TNI Copot Pejabat Korem 161/Wira Sakti

“Kami melihat langsung kondisi pekerjaan di lokasi. Prinsipnya, setiap penggunaan anggaran negara wajib dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kapolsek juga mengingatkan pemerintah desa agar tidak bersikap alergi terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kontrol sosial merupakan bagian penting dari pengawasan publik terhadap pelaksanaan pembangunan desa.

Sementara itu, Kepala Desa Daleng, Bonafantura Tantu, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan fisik desa telah dirancang melalui mekanisme resmi dan sesuai dengan RAB.

Ia menyebutkan bahwa proyek tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan didampingi tenaga teknis (Bantek) sesuai ketentuan.

“Untuk pekerjaan lapen dan TPT dialokasikan anggaran sekitar Rp145 juta, sedangkan saluran drainase sekitar Rp38 juta. Seluruh item pekerjaan dirancang berdasarkan RAB dan disesuaikan dengan kondisi lapangan,” jelas Kades Bona kepada Redaksi Flobamor.com

Menurutnya, perencanaan dan desain pekerjaan dilakukan secara kolektif bersama tim yang memiliki kompetensi bagian teknis, sehingga perencanaan dan pelaksanaan kegiatan mengacu pada RAB.

BACA JUGA:  Diduga Timbun BBM Subsidi, Aktivitas Seorang Warga Lalo Lembor Jadi Sorotan

“Tugas kita hari ini memastikan bahwa anggaran dan volume yang direncanakan benar-benar dikerjakan sesuai peruntukannya. Semua masukan dan kritik masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan evaluasi bersama TPK dan pemerintah desa,” tegasnya.

Menanggapi keluhan khusus warga Dusun Peri, Kades Bona menegaskan sikap terbuka terhadap seluruh aspirasi masyarakat.

“Pada prinsipnya saya menerima semua keluhan warga. Hari ini kita sudah menghadirkan tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, dan Kapolsek Lembor. Jika ke depan ditemukan kerusakan, pemerintah desa siap melakukan perbaikan,” pintanya.

Ia menambahkan, hasil kajian teknis di lapangan akan menjadi bahan tindak lanjut apabila diperlukan penyempurnaan pekerjaan.

Monitoring tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Lembor beserta anggota, Babinsa Koramil 1612-06/Lembor, Pemerintah Kecamatan Lembor, Kepala Desa Daleng, Pendamping Desa, Ketua BPD, perangkat desa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Berita Terkait

DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan
Gubernur Melki Lantik Hans Sodo Jadi Sekda NTT Ditengah Duka Pascagempa Flores
392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos
Berbagi Kasih Ditengah Pascagempa, Babinsa Koramil Lembor Hadirkan Senyum untuk Anak-anak Terdampak
Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten
Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa
Dapur Umum Kemensos di Lembor Wae Mowol Buka Akses untuk Seluruh Desa Terdampak Gempa
Praperadilan Ditolak, Admin Tik Tok Lika-Liku NTT Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus UU ITE

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:50 WITA

DPR Jelaskan Alasan RUU Perampasan Aset Butuh Waktu Lama untuk Disahkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:59 WITA

Gubernur Melki Lantik Hans Sodo Jadi Sekda NTT Ditengah Duka Pascagempa Flores

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:21 WITA

392 Rumah di Pong Majok Rusak Diguncang Gempa, Kades Soroti Dapur Umum Kemensos

Rabu, 26 Agustus 2026 - 23:18 WITA

Prabowo Kucurkan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Ternyata Segini Jatah Tiap Provinsi dan Kabupaten

Rabu, 26 Agustus 2026 - 13:47 WITA

Presiden Prabowo Tiba di Labuan Bajo, Bertolak ke Nagekeo Tinjau Korban Gempa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!