Lembor, Flobamor.com — Keluhan warga Desa Daleng terkait dugaan buruknya kualitas pekerjaan jalan Lapisan Penetrasi (Lapen) dan saluran drainase menuju SDN Peri akhirnya mendapat respons serius. Kepala Desa Daleng bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Lembor dan Pemerintah Kecamatan turun langsung ke lokasi proyek untuk melakukan monitoring dan pengecekan lapangan.
Langkah ini merupakan inisiatif Kepala Desa Daleng, Bonafantura Tantu, yang secara resmi melayangkan surat permohonan monitoring kepada Polsek Lembor dan Pemerintah Kecamatan, menyusul adanya laporan dan protes warga terkait mutu pekerjaan proyek yang bersumber dari Dana Desa Daleng Tahun Anggaran 2025.
Monitoring lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lembor, IPDA Finsen Bagus, bersama sejumlah anggota Polsek Lembor, pada Senin (15/12/2025) siang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk respon terhadap kekhawatiran masyarakat yang menilai proyek lapen dan drainase dikerjakan tanpa memperhatikan standar teknis dan kualitas pekerjaan.
Dari hasil pengecekan di lapangan, ruas jalan lapen sepanjang kurang lebih 160 meter menuju SDN Peri dinyatakan telah dikerjakan sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), meskipun ditemukan beberapa titik dengan kategori kerusakan ringan.
Selain itu, pekerjaan saluran drainase sepanjang 90 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp38.170.000 dinilai telah sesuai RAB dan tidak ditemukan kerusakan.

Kapolsek Lembor, IPDA Finsen Bagus, menegaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam monitoring tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen untuk merespons keluhan masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring berdasarkan inisiasi Pemerintah Desa Daleng, menyusul adanya keluhan warga terkait kualitas pekerjaan proyek lapen dan saluran drainase,” tegas IPDA Finsen Bagus kepada Flobamor.com di sela kegiatan.
Ia menambahkan, penggunaan anggaran negara terlebih Dana Desa harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada publik.
“Kami melihat langsung kondisi pekerjaan di lokasi. Prinsipnya, setiap penggunaan anggaran negara wajib dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kapolsek juga mengingatkan pemerintah desa agar tidak bersikap alergi terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Menurutnya, kontrol sosial merupakan bagian penting dari pengawasan publik terhadap pelaksanaan pembangunan desa.

Sementara itu, Kepala Desa Daleng, Bonafantura Tantu, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan fisik desa telah dirancang melalui mekanisme resmi dan sesuai dengan RAB.
Ia menyebutkan bahwa proyek tersebut dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dan didampingi tenaga teknis (Bantek) sesuai ketentuan.
“Untuk pekerjaan lapen dan TPT dialokasikan anggaran sekitar Rp145 juta, sedangkan saluran drainase sekitar Rp38 juta. Seluruh item pekerjaan dirancang berdasarkan RAB dan disesuaikan dengan kondisi lapangan,” jelas Kades Bona kepada Redaksi Flobamor.com
Menurutnya, perencanaan dan desain pekerjaan dilakukan secara kolektif bersama tim yang memiliki kompetensi bagian teknis, sehingga perencanaan dan pelaksanaan kegiatan mengacu pada RAB.
“Tugas kita hari ini memastikan bahwa anggaran dan volume yang direncanakan benar-benar dikerjakan sesuai peruntukannya. Semua masukan dan kritik masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan evaluasi bersama TPK dan pemerintah desa,” tegasnya.
Menanggapi keluhan khusus warga Dusun Peri, Kades Bona menegaskan sikap terbuka terhadap seluruh aspirasi masyarakat.
“Pada prinsipnya saya menerima semua keluhan warga. Hari ini kita sudah menghadirkan tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, dan Kapolsek Lembor. Jika ke depan ditemukan kerusakan, pemerintah desa siap melakukan perbaikan,” pintanya.
Ia menambahkan, hasil kajian teknis di lapangan akan menjadi bahan tindak lanjut apabila diperlukan penyempurnaan pekerjaan.
Monitoring tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Lembor beserta anggota, Babinsa Koramil 1612-06/Lembor, Pemerintah Kecamatan Lembor, Kepala Desa Daleng, Pendamping Desa, Ketua BPD, perangkat desa, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.












