Kos Teddy Homestay di Labuan Bajo Milik Eks Politisi Golkar Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penginapan Teddy Homestay yang berlokasi di Waeksambi, Desa Batu Cermin, Manggarai Barat (foto redaksi Flobamor.com)

Penginapan Teddy Homestay yang berlokasi di Waeksambi, Desa Batu Cermin, Manggarai Barat (foto redaksi Flobamor.com)

Labuan Bajo, Flobamor.com— Kos Teddy Homestay yang berlokasi di Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, diduga kuat telah beralih fungsi menjadi lokasi praktik prostitusi online. Tempat penginapan yang dikenal warga sebagai Teddy Homestay ini disebut-sebut menjadi titik transaksi Open Booking Out (Open BO) melalui aplikasi MiChat, sehingga memicu keresahan serius di tengah masyarakat.

Bangunan yang berdiri mencolok di perempatan Wae Kesambi itu bukan milik orang biasa. Properti tersebut diketahui milik Hendrik Hadirman, mantan anggota DPRD Manggarai Barat dari Partai Golkar yang juga menjabat sebagai tokoh adat (Tua Golo) Wae Kesambi. Fakta ini membuat dugaan tersebut kian menyita perhatian publik.

BACA JUGA:  Perjuangan LP2TRI Berbuah Hasil: Dana Bantuan Badai Seroja Siap Dicairkan di Bank BRI Oelamasi Kupang

Tak hanya soal dugaan praktik prostitusi, Teddy Homestay juga diselimuti persoalan legalitas. Data yang diperoleh Redaksi Flobamor.com menunjukkan bahwa bangunan tersebut diduga tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Aktivitas mencurigakan di lokasi itu, menurut warga, telah berlangsung lama dan menjadi rahasia umum. Letaknya yang berdekatan dengan Gereja Paroki Wae Kesambi menambah kegelisahan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral dan religius.

“Kalau malam sering terlihat laki-laki keluar masuk. Ada yang pakai motor, ada juga mobil,” ujar sejumlah sumber kepada Flobamor.com, Rabu (14/1/2026), sambil menunjuk bangunan Teddy Homestay.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Bayang-bayang meningkatnya Penyakit Menular Seksual (PMS) kini menghantui Labuan Bajo. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat yang diperoleh redaksi Flobamor.com, tercatat 26 kasus sifilis ditemukan sepanjang periode 2024–2025. Dan 174 kasus HIV/AIDS per Juli 2025, hingga 13 orang dinyatakan meninggal dunia.

BACA JUGA:  Warga Golo Koe Labuan Bajo Geram, Gudang Bir Beroperasi di Tengah Permukiman

Praktik prostitusi online yang diduga berlangsung tanpa pengawasan di Teddy Homestay dikhawatirkan menjadi katalisator penyebaran HIV/AIDS di wilayah Manggarai Barat, terutama di tengah geliat pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional.

Penelusuran Digital: Enam Akun dalam Satu Titik Koordinat

Untuk memverifikasi keterangan warga, Redaksi Flobamor.com melakukan penelusuran digital melalui aplikasi MiChat di sekitar titik lokasi Teddy Homestay.

Dari hasil penelusuran, terdapat enam akun perempuan ditemukan secara aktif menawarkan jasa Booking Out melalui aplikasi Me Chat. Dalam profil akun, para pengguna secara terbuka mencantumkan lokasi operasi mereka di “Teddy Homestay” atau “Kos Teddy”, dengan tarif kencan singkat berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000.

BACA JUGA:  Polres Manggarai Barat Dalami Insiden Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo

Hingga berita ini diterbitkan, Redaksi Flobamor.com telah berupaya mengonfirmasi Hendrik Hadirman selaku pemilik Teddy Homestay. Namun upaya konfirmasi melalui via sambungan telpon dan chat WhatsApp tidak digubris.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Satpol PP dan Polres Manggarai Barat guna memperoleh tanggapan resmi terkait persoalan tersebut.

Catatan redaksi: Langkah penegakan hukum dinilai mendesak, bukan semata untuk menjaga kesehatan publik dari ancaman epidemi penyakit menular, tetapi juga demi menjaga marwah, moralitas, dan citra Labuan Bajo sebagai wajah pariwisata Indonesia dimata dunia.

Berita Terkait

Kasus Dugaan Penganiayaan yang Menimpa Seorang Perempuan Muda di Labuan Bajo Dilaporkan Ke Polisi
Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah
Gubernur NTT Tinjau Pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kota Soe
Polres Manggarai Barat Dalami Insiden Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo
Capaian Kinerja Kejaksaan RI 2025: BPA Pulihkan Aset Negara Hingga Rp 19,65 Triliun
Badan Gizi Minta Tambahan Rp 118 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis 2026
KUHP dan KUHAP Baru Berlaku, Ini Kesiapan Kejagung dan Polri
Polsek Lembor Buka Jalan Damai, Konflik Guru dan Orang Tua Siswa di Welak Berakhir Lewat Restorative Justice

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 21:10 WITA

Kasus Dugaan Penganiayaan yang Menimpa Seorang Perempuan Muda di Labuan Bajo Dilaporkan Ke Polisi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:45 WITA

Miris! Kos New Chez Felix di Labuan Bajo Diduga Jadi Sarang Prostitusi Online, Warga Resah

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:56 WITA

Kos Teddy Homestay di Labuan Bajo Milik Eks Politisi Golkar Diduga Jadi Tempat Prostitusi Online

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:25 WITA

Gubernur NTT Tinjau Pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kota Soe

Senin, 5 Januari 2026 - 23:46 WITA

Polres Manggarai Barat Dalami Insiden Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo

Berita Terbaru

error: Content is protected !!