Jakarta, Flobamor.com- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari dalam sepekan berpotensi menghasilkan penghematan anggaran hingga Rp 20 triliun.
Dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Selasa bulan Maret lalu, Airlangga menjelaskan bahwa langkah optimalisasi tersebut dilakukan melalui penyediaan makanan segar selama lima hari setiap minggu.
Meski demikian, kebijakan ini tidak berlaku untuk sejumlah wilayah dan kelompok tertentu, seperti asrama, daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta wilayah dengan tingkat stunting yang tinggi.
“Potensi penghematan dari kegiatan ini mencapai Rp 20 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi struktural yang tengah disiapkan pemerintah guna mendorong perekonomian yang lebih efisien, produktif, dan tangguh, khususnya dalam menghadapi dinamika global.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa efisiensi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menghasilkan penghematan anggaran negara hingga Rp 40 triliun setiap tahun.
Upaya efisiensi tersebut dirancang melalui pengurangan hari pelaksanaan program. Jika sebelumnya MBG berjalan enam hari dalam sepekan, kini diusulkan menjadi lima hari.
“Kan biasanya seminggu (MBG) enam hari, dia (Kepala BGN) bilang lima hari. Jadi ada efisiensi juga dari MBG, ada pengurangan cukup banyak tuh. Dia bilang aja bisa (hemat) Rp 40 triliun setahun,” kata Purbaya dalam keterangannya, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan, langkah ini mencerminkan inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyesuaikan anggaran di tengah tekanan ekonomi global yang dipengaruhi dinamika geopolitik.
“Ini bukan saya yang motong ya, memang dia (BGN) melakukan sendiri karena dia bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan yang seperti sekarang ini,” ujarnya.
Purbaya menambahkan, rencana penghematan tersebut merupakan usulan dari Badan Gizi Nasional. Nantinya, kebijakan tersebut akan diumumkan langsung oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana.
“Efisiensi anggaran MBG ini belum termasuk dalam total efisiensi yang sebelumnya ditetapkan Presiden Prabowo Subianto sebesar Rp 81 triliun,” tutup Purbaya.***












