Ruteng, Flobamor.com– Wisuda Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng yang digelar pada Sabtu (6/12/2025) tidak hanya menjadi momen pengukuhan 1.304 lulusan, tetapi juga menjadi panggung penting untuk menyerukan kebangkitan ekonomi lokal melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Manggarai Raya.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, ST., M.Eng., memberikan pesan khusus kepada para wisudawan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja. Ia menegaskan bahwa UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah dan membutuhkan generasi muda terdidik untuk berkembang.
“Perguruan tinggi bukan hanya mencetak lulusan, tetapi menjadi penggerak ekosistem ekonomi. Hadirnya kampus di daerah telah melahirkan permintaan, membuka akses layanan, dan menghidupkan sektor usaha, terutama UMKM,” ujar Prof. Amheka di hadapan wisudawan dan tamu undangan.
Prof. Amheka menekankan bahwa lulusan Unika Ruteng memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menjadi agen perubahan. Dengan kemampuan akademik, kreativitas, dan jejaring sosial yang dimiliki, ia yakin para lulusan dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun ekonomi Manggarai Raya.
“Lulusan yang terampil dan inovatif akan meningkatkan daya saing daerah sekaligus membuka peluang kerja baru. Ini bukan lagi era mencari pekerjaan, tetapi era menciptakan pekerjaan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak perguruan tinggi dan mahasiswa untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM melalui pendampingan, digitalisasi, akses riset, hingga pengembangan pasar berbasis teknologi.
“Melalui riset dan inovasi, perguruan tinggi dapat memberikan solusi atas tantangan pemasaran, permodalan, digitalisasi, hingga peningkatan kualitas produk UMKM,” pintanya.
Dengan dukungan pemerintah, dunia pendidikan, sektor perbankan, dan masyarakat, Prof. Amheka optimis bahwa UMKM Manggarai Raya dapat naik kelas dan bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Wisuda tahun ini bukan hanya simbol kelulusan, tetapi juga momentum membangun harapan baru, bahwa Manggarai Raya dapat maju melalui ekonomi yang tumbuh dari desa, dari usaha kecil, dan dari kreativitas anak muda,”tutup Prof. Amheka.












