KUPANG, FLOBAMOR.COM- Keluarga besar Rosalia Berek Sogen (30), seorang guru asal Nusa Tenggara Timur (NTT), berduka setelah perempuan berdedikasi itu menjadi korban serangan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).
Kematian tragis Rosalia meninggalkan luka mendalam bagi kedua orang tua dan keluarganya di Desa Bantala, Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Di rumah duka, suasana haru terasa begitu pilu. Dua kotak tenda berdiri di halaman, tempat para pelayat berkumpul dengan lilin menyala di tangan. Beberapa orang tampak masuk ke dalam rumah untuk mendaraskan doa bagi almarhumah.
Duka Mendalam Orang Tua Ayah Rosalia, Agustinus Sogen, hanya bisa menatap kosong ke arah foto putrinya yang dikelilingi lilin.
Tak ada kata-kata yang terucap, hanya bahasa tubuh sembari menetes air mata kesedihan yang mencerminkan duka mendalam. Sementara di ruangan belakang, tangisan ibunya, Valentina Welin Hewen, semakin riuh kesedihan. Rintihannya mengiris hati para pelayat yang hadir.
“Kepergiannya terlalu cepat. Dia hanya ingin mengabdi sebagai guru untuk anak-anak di pedalaman Papua,” ujar seorang kerabat dengan suara bergetar.

Di tengah suasana duka, Perwakilan Kawan PMI BP3MI Cabang Flores Timur, Benedikta Noben da Silva, hadir untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga.
Setelah menyalakan lilin di depan foto Rosalia, Noben menyampaikan kabar yang sedikit menghibur. Menurutnya, BP3MI Provinsi NTT siap membantu pemulangan jenazah Rosalia dari Kupang ke Larantuka melalui jalur laut jika penerbangan batal akibat kondisi tertentu, seperti erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang sering mengganggu aktivitas penerbangan.
“Setelah koordinasi dengan Kepala BP3MI Provinsi NTT, ibu Suratmi Hamida, beliau menyatakan kesediaan untuk memfasilitasi pemulangan korban ke kampung halaman. Jika penerbangan terhambat, jalur laut menjadi opsi alternatif,” ujar Noben.
Informasi ini sedikit memberi ketenangan bagi keluarga yang terus menunggu kepastian pemulangan jenazah. Sesuai rencana, jenazah Rosalia akan diberangkatkan dari Jayapura ke Surabaya pada Selasa (25/3/2025), hingga melanjutkan perjalanan ke Kupang, NTT. Dari Kupang, jenazah akan diterbangkan ke Larantuka sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka.
Pihak keluarga, melalui Petrus Ratu Sogen (59), menyampaikan terima kasih atas bantuan berbagai pihak yang telah membantu pemulangan Rosalia.
Namun, mereka juga menyayangkan lambatnya proses evakuasi korban yang baru dilakukan dua hari setelah kejadian.
“Kami dengar jenazah baru dievakuasi dua hari setelah kejadian. Kami juga khawatir jika sampai di Kupang, pesawat ke Larantuka tidak beroperasi. Tapi syukurlah sudah ada alternatif jalur laut,” ujar Petrus.
Satu Korban Selamat, Keluarga Paskalia Liman Syok Dalam insiden ini, seorang perempuan asal NTT bernama Paskalia Liman, warga Desa Puor, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, berhasil selamat. Namun, kabar mengenai dirinya sempat simpang siur di media sosial, menyebabkan keluarga panik.
JL (24), sepupu Paskalia, mengonfirmasi bahwa keluarganya sempat syok mengetahui peristiwa tersebut. Beruntung, Paskalia akhirnya bisa menghubungi keluarganya melalui panggilan video untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. “Berita di media sosial ada yang menyebut Paskalia juga jadi korban. Kami berharap informasi yang tidak benar itu segera dihapus,” kata JL.
Selain Rosalia, lima warga NTT lainnya yang merantau di Yahukimo juga menjadi korban serangan KKB. Tak hanya itu, kelompok bersenjata tersebut juga membakar gedung sekolah dasar (SD) dan satu mess guru di lokasi kejadian.
Selamat jalan ibu Rosalia. Terang baktimu selalu menyala dalam setiap menjalankan tugas mulia, mengajar dan membimbing dan menyalakan cahaya bagi anak-anak Papua. Jasamu abadi sepanjang masa.












